PASAR FINANSIAL

Kontak Tembak TNI dan OPM di Yahukimo, Senjata Api Rakitan hingga Amunisi Berhasil Diamankan

Yahukimo, idmpos.net - 

TNI kembali terlibat kontak tembak dengan organisasi papua merdeka (OPM) saat melakukan patroli di Yahukimo, Papua Pegunungan. TNI berhasil mengamankan senjata api (Senpi) dan amunisi milik OPM.

"Patroli dilaksanakan menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan. Dalam kontak tembak tersebut, TNI mengamankan senpi milik OPM," kata Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, kepada wartawan, Jumat (7/11/2026).

Kontak tembak antara TNI dan OPM terjadi pada Selasa (3/11) di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Kontak tembak terjadi saat Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir/HP Koops TNI Habema melaksanakan patroli.

"Saat melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bangunan kayu yang diduga digunakan kelompok tersebut, personel mendapati dua orang yang menjauh dari lokasi. Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat akibat adanya tembakan dari arah OPM," katanya.

Ia mengatakan kontak tembak berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya melaksanakan pengamanan lokasi dan menemukan sejumlah persenjataan serta perlengkapan yang ditinggalkan.

"Barang yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, amunisi, senpi, busur dan anak panah. Selain itu perangkat komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya," ujarnya.

Ia melanjutkan seluruh temuan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan prajurit harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

"Saya mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu melaksanakan tugas dan mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kita harus tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, tetapi keberhasilan operasi tidak selalu harus diukur dari jatuhnya korban," ungkapnya.

Ia mengatakan yang lebih penting adalah berkurangnya ancaman dan semakin terjaganya keselamatan masyarakat. Anggota OPM yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

"Jalan damai selalu terbuka. Mari kembali membangun kampung, menjaga kehidupan keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua. Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal dan damai," tambahnya.

Sumber: detik.com
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال