PASAR FINANSIAL

Polisi Tangkap 3 Terduga Pembunuh Donna Nuzulul Aditya di Cilegon, 2 Orang Lainnya Masih Diburu


Kendal, idmpos.net-

Polisi menangkap tiga terduga pelaku pembunuhan Donna Nuzulul Aditya (29), yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah bangunan kosong calon gedung SPPG di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

Ketiga orang berinisial AS, A, dan S itu ditangkap di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Kendal untuk menjalani pemeriksaan. Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan penangkapan tersebut. 

Meski demikian, polisi belum mengungkap motif maupun peran masing-masing terduga pelaku dalam pembunuhan Donna.

"Betul 3 orang sudah kami amankan, saat ini sudah di Mapolres Kendal," kata Ratna di Stadion Kebondalem Kendal, sebagaimana dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (3/11/2026). 

Selain ketiga orang tersebut, polisi masih memburu dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Ratna mengatakan, perkembangan hasil pemeriksaan akan disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Kendal pada Rabu (4/11/2026).

"Untuk lengkapnya bisa ditunggu besok njih waktu rilis di Polres," ujarnya.

Polisi Masih Buru Dua Orang 

Penangkapan tiga terduga pelaku belum menuntaskan penyelidikan kasus pembunuhan Donna. Polisi masih berupaya menemukan dua orang lainnya yang diduga turut terlibat. Hingga Selasa (3/11/2026), polisi belum mengungkap identitas maupun peran kedua orang tersebut. 

Motif pembunuhan juga masih didalami melalui pemeriksaan terhadap tiga orang yang telah diamankan. Keterangan para terduga pelaku diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Donna meninggal dunia.

Donna Ditemukan Tewas Terborgol di Bangunan Kosong 

Kasus ini bermula ketika warga mencium bau tidak sedap dari sebuah bangunan kosong di Jalan Arteri, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, pada Selasa (6/10/2026). 

Setelah memeriksa sumber bau tersebut, warga menemukan jasad Donna di lantai dua bangunan. Korban tergeletak dalam posisi terlentang dengan alas karpet, sementara tangan kirinya terborgol pada teralis besi jendela. 

Saat ditemukan, tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Donna masih mengenakan hoodie hitam dan celana jeans.

Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Polisi memperkirakan Donna telah meninggal lima hingga 10 hari sebelum jasadnya ditemukan.

Donna Terakhir Keluar Rumah pada 27 September 

Sebelum ditemukan meninggal, Donna terakhir kali diketahui keluar rumah pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Saudara korban, Agus Dwi Nugraha Irianto, mengatakan, ponsel Donna sudah tidak bisa dihubungi sekitar satu jam setelah korban meninggalkan rumah. "Sekira pukul 21.00, ponsel sudah tidak bisa dihubungi," kata Agus, Rabu (7/10/2026).

Kondisi itu membuat keluarga khawatir karena Donna biasanya selalu memberi kabar jika tidak pulang ke rumah. Agus juga mengungkapkan, Donna sudah tidak bekerja sekitar satu hingga dua bulan sebelum ditemukan meninggal. 

Meski demikian, korban tidak pernah bercerita kepada keluarga mengenai persoalan yang sedang dihadapinya. Kini, polisi masih mendalami keterangan tiga terduga pelaku yang telah ditangkap sembari memburu dua orang lainnya. 

Penyidik belum mengungkap motif pembunuhan maupun secara rinci bagaimana peristiwa tersebut terjadi.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال