PASAR FINANSIAL

Ki Ageng Gribig


Grobongan, idmpos.net-

Ki Ageng Gribig adalah seorang ulama besar dari wilayah Jatinom Klaten. Beliau adalah Canggah atau keturunan grade IV dari Raja Majapahit Prabu Brawijaya V.

Ki Ageng Gribig selesai beribadah di Tanah Suci Mekah, kebetulan saat itu hari Jumat Legi tanggal 15 Sapar. Beliau mendapat bingkisan berupa kue Apem Berkat yang masih hangat dari Pemuka Masjid Mekah. Kemudian kue apem berkat tersebut dibagikan beliau kepada para putra wayah juga murid muridnya.

Karena banyaknya jumlah murid, kue tersebut tidak mencukupi, maka ki Ageng Gribig meminta Nyi Ageng Gribig, istrinya untuk membuatkan kue apem supaya kekurangan itu tercukup kue inilah yang kemudian disebut dengan nama Apem Yaqowiyu, berasal dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi: "Ya qowiyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Yaa qowiyu warsugna wal muslimin”, yang artinya Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kami segenap kaum Muslimin.

Tradisi pembagian Apem Yaqowiyu tersebut sampai sekarang diperingati menjadi upacara adat di Jatinom yang diselenggarakan setiap tahun pada hari Jumat, sekitar tanggal 7, 9, 15 Bulan Sapar dalam penanggalan Jawa, berlokasi di dekat makam Ki Ageng Gribig.


Silsilah Ki Ageng Gribig :

Raja Majapahit Prabu Brawijaya V menurunkan putra bernama Raden Joko Dolog. Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, Raden Joko Dolog berkelana dan bertapa di pinggir Kali Progo dan merubah nama menjadi Wasi Bageno. 

Kemudian Wasi Bageno berguru kepada Sunan Tembayat di Gunung Jabalkat. Disana beliau mendapat wejangan / pendidikan tentang agama Islam. Setelah selesai berguru kepada Sunan Bayat, Wasi Bageno diperintahkan untuk syiar menyebarkan agama Islam di wilayah Kraton Pajang tepatnya di Tinom kemudian beliau mendirikan Pedukuhan Djatinom.

Raden Djoko Dolog menurunkan anak :

1. Nyai Adjeng Pangeran menikah dengan Pangeran Panggung Wasisworo

2. Wasi Djiwo atau Pangeran Rangkaknyono


Wasi Djiwo oleh ayahnya diantar berguru kepada Sunan Tembayat. Setelah berguru beliau mendapat anugrah nama baru Pangeran Rangkaknyono

Pangeran Rangkaknyono menurunkan 4 orang anak :

1. Nyai Ageng Samak makam Kedu Ketitang

2. Pangeran Haraslangu

3. Ki Ageng Getayu

4. Kyai Hurengdjati


Ki Ageng Getayu semasa hidupnya sangat suka memelihara burung breri, hingga kemudian diwujudkan menjadi hiasan di Baturono Praguhan Plataran Masjid Ageng Tinom.

Ki Ageng Getayu menurunkan putra yaitu Ki Ageng Gribig.


Ki Ageng Gribig menikah dengan Ratu Mas Sribit putri dari Ki Ageng Krapyak. Menurunkan putra 9 anak :

1. Nyai Ageng Gumul

2. Ki Ageng Prabu Kidul

3. Ki Ageng Lor

4. Ki Ageng Wetan

5. Ki Ageng Kulon

6. Nyai Ageng Sujud

7. Raden Kentòl Ngalas

8. Nyai Jungkare

9. Nyai Ageng Pangambiran.


Nyai Ageng Pagambiran seda sumare di Djatinom menikah dengan Ki Ageng Nitik Surohadiprojo seda sumare di Lempuyang wangi menurunkan putra :

1. Kyai Syeh Penganti.

2. Pangeran Winong

3. Perempuan menikah dengan Ki Juru Wiroprobo ( putra Ki Ageng Djurumertani )


Ki Ageng Prabu atau Ki Ageng Kidul menurunkan Ki Ageng Ngaral.

Ki Ageng Ngaral menurunkan Ki Ageng Dalem

Ki Ageng Dalem menurunkan Ki Penganten Ageng. Ki Ageng Penganten Ageng menurunkan Ki Penganten Susemi

Ki Penganten Susemi menurunkan Ki Penganten Sememi.

Ki Penganten Sememi menurunkan Nyai Danuwiryo.

Nyai Danuwiryo menurunkankan:

1. Raden Semintaningsih menikah dengan KPH Dipasanta putra Sultan HB I

2. Raden Purwakaningsih menikah dengan KPH Mangku Kusuma putra Sultan HB I

3. Kyai Ronggo Ranudiwiryo


Raden Semintaningsih menurunkan :

1. RAy Djiworogo

2. RAy Riyokusumo

3. RAy Tirtosari

4. RAy Kiringan di Kebon Agung


RAy Riyokusumo menikah dengan KPH Riyokusumo putra Sultan HB II menurunkan :

1. RAy Wiryodiningrat

2. Raden Riyo Riyokusumo II

3. Raden Pandji Prawirokusumo Mantri Lebet

4. Raden Pandji Bahusentono Mantri Lebet


RAy Wiryodiningrat menikah dengan RT Wiryodiningrat putra Kanjeng Panembahan Mangkurat. Menurunkan :

1. RAy Djoyodipuro

2. RT Wiryodiningrat II


RAy Djoyodipuro menikah dengan RT Djoyodipuro menurunkan:

1. RAy Selowinoto

2. R Pandji Djoyodimejo

3. Kangjeng Ratu Mas Permaisuri Sultan HB VII

4. RT Brontokusumo

5. RM Djendi atau Raden Bekel Admowinarso


RT Wiryodiningrat II menurunkan:

1. Raden Panewu Kertodiprojo

Kangjeng Ratu Mas menurunkan : Sri Sultan Hamengkubuwana VIII

Lokasi makam Ki Ageng Gribig di Desa Suran, Jatinom, Kec. Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

(Zamroni)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال