Semarang, idmpos.net -
Tangisan seorang anak yang terdengar hampir setiap hari dari sebuah rumah kos di Kelurahan Banyumanik, Kota Semarang, menimbulkan kecurigaan tetangga.
Kecurigaan itu semakin kuat setelah warga melihat sejumlah luka di tubuh anak berinisial E, yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD).
Warga yang khawatir dengan kondisi anak itu kemudian melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Banyumanik.
Dugaan kekerasan terhadap anak itu belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Threads setelah salah seorang tetangga mengunggah pengalamannya melalui akun @kins.smg.
Dalam unggahannya, pemilik akun mengungkapkan bahwa dirinya semula hanya mendengar tangisan anak tersebut.
Dia tidak ingin terburu-buru ikut campur karena belum melihat secara langsung adanya luka ataupun dugaan kekerasan yang dialami anak itu.
“Awalnya saya dengar anak itu nangis hampir setiap hari."
"Awalnya saya enggak mau gimana-gimana karena bukan urusan saya dan belum melihat luka-luka di badan anak ini,” kata pemilik akun @kins.smg
Namun, sikap berubah setelah dia melihat luka-luka di tubuh anak itu dan menyaksikan sendiri dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya.
Dia mengaku kemudian menegur secara langsung.
Kepedulian warga itu berlanjut dengan melaporkan persoalan tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat agar kondisi anak bisa segera mendapatkan perhatian dan penanganan.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas Kelurahan Banyumanik, Aiptu M Sobirin menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi sebuah rumah kos di RT 01 RW 03, Kelurahan Banyumanik, Kecamatan Banyumanik, Sabtu (17/10/2026).
Petugas datang bersama Ketua RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta unsur Dinsos Kota Semarang.
Mereka berupaya memastikan keselamatan anak sekaligus mencari jalan keluar agar persoalan tersebut dapat ditangani oleh pihak yang berwenang.
Dalam prosesnya, Bhabinkamtibmas melakukan mediasi dan memberikan edukasi kepada kedua orangtua.
Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan dan penanganan lanjutan melalui Dinsos Jateng.
Sementara itu, pemilik akun @kins.smg menyampaikan perkembangan penanganan anak tersebut melalui sejumlah unggahan lanjutan.
Dia menyebut, anak itu telah dibawa oleh dinas terkait untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Dalam unggahannya, dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Bhabinkamtibmas Banyumanik, serta perwakilan kelurahan yang membantu proses penanganan.
Menurut pemilik akun, anak tersebut saat ini sedang menjalani observasi oleh psikolog dari Dinsos Jateng.
Dia juga menyampaikan bahwa ibu anak itu direncanakan mendapatkan pendampingan psikologis dari dinas terkait.
Di sisi lain, melalui unggahan berikutnya, pemilik akun menyampaikan bahwa orangtua anak tersebut menyesali perbuatannya dan disebut akan segera pindah dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Sumber: jateng.tribunnews.com
