PASAR FINANSIAL

Babi Hutan Serang Tiga Warga di Cirebon, Jari Anggota Linmas Putus Saat Hendak Mengamankan Satwa

Cirebon, idmpos.net - 

Tiga orang menjadi korban serangan babi hutan yang masuk ke permukiman warga di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). 
Salah satu korban, anggota Linmas, bahkan mengalami luka serius hingga salah satu jarinya putus.


Babi hutan tersebut awalnya ditemukan berada di bawah kandang kambing milik warga setelah diduga masuk ke permukiman dari arah kebun.


Pemilik kandang kemudian melaporkan keberadaan satwa liar itu kepada Linmas untuk meminta bantuan mengamankannya.


Namun, saat anggota Linmas mendekati lokasi, babi hutan tersebut tiba-tiba menyerang. Serangan itu menyebabkan jari salah satu anggota Linmas putus.


Danru Damkar Lemahabang, M. Imron mengatakan, serangan tidak hanya dialami anggota Linmas. Menurutnya, terdapat tiga orang yang menjadi korban, termasuk dirinya.


"Warga itu yang diserang tiga, termasuk saya," ujar Imron saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (8/10/2026).


Serangan tersebut membuat suasana permukiman menjadi ramai. Warga berdatangan ke sekitar lokasi, sementara petugas dan polisi berupaya mengamankan satwa tersebut agar tidak kembali menyerang.


Dalam pantauan sekitar pukul 11.00 WIB, babi hutan sudah dalam kondisi terikat dan tergeletak di tanah. Sejumlah warga dan petugas terlihat menggunakan tali untuk mengamankan tubuh satwa tersebut.


Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena babi hutan terus melakukan perlawanan. Petugas bahkan harus menggunakan sejumlah cara untuk membatasi pergerakannya.


"Sangat sulit karena galak babinya," kata Imron.

Saat ditanya apakah satwa tersebut terus melawan selama proses pengamanan, Imron membenarkannya.


"Lawan terus," ujarnya.

Dalam potongan video yang diterima, warga bersama petugas terlihat mengangkat babi hutan menggunakan sebatang kayu. Satwa itu kemudian kembali diletakkan di tanah dan diamankan di tengah kepungan warga, polisi, serta petugas.


Lokasi tempat satwa tersebut ditemukan juga berada di lorong sempit di samping rumah warga. Di area itu terdapat kandang bambu yang berdekatan dengan bangunan rumah.


Sejumlah anak sekolah juga terlihat berada di sekitar lokasi ketika proses pengamanan berlangsung. Warga tampak menyaksikan dari dekat proses evakuasi babi hutan yang sebelumnya menyerang sejumlah orang.


Imron mengatakan, babi hutan tersebut diperkirakan masuk ke permukiman dari arah kebun.

"Kemungkinan dari kebun. Dari arah kebun, masuk ke rumah warga dan ternyata masuk di bawah kandang kambing," ujar Imron.


Ia menduga satwa tersebut berasal dari kawasan hutan. Kondisi habitat yang diduga kekurangan sumber makanan disebut menjadi salah satu kemungkinan penyebab babi hutan turun hingga ke kawasan permukiman.


"Kemungkinan besar dari hutan," ucap Imron.

Menurutnya, kondisi musim panas diduga membuat persediaan makanan di habitat babi hutan berkurang sehingga satwa tersebut mencari sumber makanan ke wilayah yang dihuni warga.


"Kemungkinan karena mungkin musim panas, enggak ada stok makanan di hutan, jadi lari ke permukiman," jelasnya.


Setelah berhasil diamankan, babi hutan tersebut tetap menjadi perhatian warga. Satwa itu terlihat terikat pada sebatang bambu menggunakan tali dan rantai, sementara petugas berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال