Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2025

Dedi Mulyadi dan Gadis Bintang Iklan Adu Argumen soal Perpisahan Sekolah



Cikarang. Berita24.info-

Seorang remaja mendadak jadi perbincangan publik setelah videonya berdebat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi viral di media sosial. Keduanya diketahui berdebat soal wisuda.



Seorang siswi lulusan SMA Negeri 1 Cikarang Utara, Aura Cinta mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal larangan wisuda sekolah. Ia menyebut perpisahan penting sebagai kenangan sebelum berpisah dengan teman-teman.



Kritik itu disampaikan saat pertemuan membahas penggusuran, Minggu (27/4/2025). Perlu diketahui, remaja itu merupakan salah satu rumahnya digusur dari bantaran sungai karena menempati tanah negara. Lebih lanjut, Dedi menilai wisuda di tingkat TK, SMP, hingga SMA tidak perlu dan membebani rakyat kecil. Ia berpendapat bahwa wisuda seringkali hanya membebani orang tua secara finansial tanpa makna substansial.



“Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia,” ujar Dedi Mulyadi dari unggahan Instagram @fakta.indo, dikutip VIVA Senin 28 April 2025.



“Rakyat miskin, gak punya rumah lagi. Rumahnya di bantaran kali lagi. Tapi sekolahnya mau gaya-gayaan mau ada wisuda,” tambahnya.



Mendengar hal itu, Aura Cinta terlihat tampak dengan berani mengungkapkan pendapatnya, mempertanyakan pandangan Dedi tentang pelarangan acara wisuda di tingkat sekolah menengah atas (SMA).



"Kalau nggak ada perpisahan, kita nggak bisa kumpul bareng, interaktif sama teman-teman, Pak," jawabnya. Perdebatan tersebut langsung mengundang berbagai reaksi dari warganet di media sosial. Ada yang mendukung sikap kritis si remaja karena berani mengungkapkan pendapat kepada pemerintah, namun ada pula yang menilai bahwa pandangan Dedi Mulyadi lebih masuk akal dalam konteks ekonomi masyarakat.



"Memang benar kata Pak Dedi, kadang wisuda malah jadi beban. Semangat boleh, tapi harus tahu realita juga," kata warganet dalam unggahan tersebut.



"it's ok gapapa apresiasi dia punya keberanian bicara di depan umum, tinggal diarahkan aja supaya pemahamannya lebih baik," timpal warganet lainnya.




Kamis, 10 April 2025

Demi Ketertiban, Dedi Mulyadi Hentikan Aksi Minta Sumbangan Masjid di Jalan

 



Berita24. Info-

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghentikan sejenak perjalanan saat akan menghadiri acara Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/4/2025). 


Saat itu, dia melihat seorang bapak yang meminta sumbangan uang untuk pembangunan masjid di jalanan. 

"Jadi Bapak ini bikin macet jalan yaitu mungut uang pakai sair (alat penangkap ikan), untuk apa (mungut uang)?," tanya Dedi kepada bapak tersebut, pada unggahan di akun media sosialnya dan dikonfirmasi Kompas.com, Kamis. 


Bapak berkaus kuning itu mengatakan, ia sedang meminta sumbangan uang untuk biaya pembangunan Masjid Al-Abror di kampung itu.



Dedi kemudian menghentikan aksi minta sumbangan uang di jalan tersebut. Dia mengatakan, tidak boleh lagi meminta-minta untuk pembangunan masjid di jalan.



"Karena membikin macet dan membuat citra umat Islam jadi jelek. Bangun masjid dengan minta-minta di jalan," ujarnya. Bapak tersebut akhirnya bersedia menghentikan aksi tersebut. "Kenapa mau menghentikan," tanya Dedi.

Dengan polosnya, bapak tersebut menjawab karena dapat sumbangan dari Dedi. Dedi pun membantahnya, "ah henteu, pokoknya henteu (Ah tidak, pokoknya tidak)," kata Dedi sembari tersenyum.



Dedi mengatakan, sair seharusnya digunakan untuk menangkap ikapn di sungai, bukan untuk meminta sumbangan di jalan. "Sekarang yang suka nyair ganti nyairnya di walungan (sungai)," ujarnya.



Pada kesempatan itu, Dedi juga menyoroti sampah yang menutupi selokan di pinggir jalan. Dia mengatakan, membuang sampah sembarang merupakan perbuatan dosa. 



"Kalau pungut sampah ibadah. Pokoknya urang (warga) Sukabumi, urang (warga) Jabar, kudu eling ka Gusti (Allah SWT), eling ka diri, eling ka indung bapa, eling ka alam kabeh, eling ka sesama nu hirup (Harus ingat ke Tuhan, ingat ke ibu dan bapak, ingat ke alam semesta, ingat ke sesama manusia yang hidup)," katanya


Sumber: Harian62

Kamis, 26 Oktober 2023

Detik-detik Jembatan Banyumas Pecah








Banyumas,Pos62.Online-


Detik-detik jembatan kaca di Banyumas pecah ternyata terdengar oleh seorang penjaga toilet.

Diketahui, jembatan kaca di tempat wisata The Geong, Kompleks Hutan Pinus Limpakuws, Banyumas, Jawa Tengah, Pecah, Rabu (25/10/2023).

Akibat kecelakaan nahas tersebut, empat wisatawan yang sedang berswafoto menjadi korban. Keempatnya merupakan ibu-ibu.

Sala satu korban, FA (49), meninggal dunia akibat terjatuh.

Seorang penjaga toilet, Sunarto, menceritakan awalnya ia mendengar suara cukup keras.

"Saya lihat dua jatuh ke bawah, dua tersangkut. Dua orang yang jatuh itu tidak sadarkan diri, ibu-ibu semua," kata Sunarto.

Ia berteriak meminta tolong kepada orang di sekitarnya.

"Saya langsung teriak-teriak meminta tolong kepada orang-orang yang sedang kerja," kata Sunarto.

"Saya lagi di sini tiba-tiba dengar suara 'glok, kropyak-kropyak' dari Suara pecahan kaca," ujarnya pada Rabu seperti dikutip Kompas.com.

Saat itu, Sunarto berada di jarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Ia melihat dua orang terjatuh dari jembatan itu.

Penjelasan polisi

Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya saat ini masih memeriksa kelayakan jembatan kaca yang pecah itu.

Pemeriksaan itu akan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng dan ahli.

"Saya langsung teriak-teriak meminta tolong kepada orang-orang yang sedang kerja," kata Sunarto.


Penjelasan polisi


Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya saat ini masih memeriksa kelayakan jembatan kaca yang pecah itu.

Pemeriksaan itu akan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng dan ahli.

"Saya langsung teriak-teriak meminta tolong kepada orang-orang yang sedang kerja," kata Sunarto.

Penjelasan polisi

Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, pihaknya saat ini masih memeriksa kelayakan jembatan kaca yang pecah itu.

Pemeriksaan itu akan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng dan ahli.

"Kami sudah menghubungi labfor, dari Semarang sedang menuju ke sini. Kami juga akan menggandeng ahli, apakah (jembatan kaca tersebut) layak atau tidak," kata Edy di lokasi kejadian, Rabu (25/10/2023).

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Selain itu, polisi telah berkoordinasi dengan pengelola untuk menutup sementara wahana wisata jembatan kaca The Geong itu.

Informasi yang dihimpun dari polisi, jembatan kaca tersebut memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Layout jembatan kaca ini berbentuk letter T dengan panjang setiap sisi sekitar 15 meter.

Adapun ketebalan kacanya sekitar 12 milimeter. Kaca ini berjenis tempered glass.T

idak ada kejanggalan

Berdasarkan keterangan salah satu karyawan, Angga (30), tidak ada sesuatu yang janggal pada jembatan kaca yang baru dibuka sejak lebaran lalu.

"Enggak ada keretakan sama sekali, karena setiap hari kami sapu dan pel kacanya, sekalian dicek," ujar Angga.

Angga mengatakan rutin membersihkan sekaligus memeriksa kondisi jembatan setiap pagi.

"Sebelumnya sempat dicek karena setiap hari sebelum buka disapu dan dipel," tambahnya.

Berdasarkan keterangan salah satu karyawan, Angga (30), tidak ada sesuatu yang janggal pada jembatan kaca yang baru dibuka sejak lebaran lalu.

"Enggak ada keretakan sama sekali, karena setiap hari kami sapu dan pel kacanya, sekalian dicek," ujar Angga.

Angga mengatakan rutin membersihkan sekaligus memeriksa kondisi jembatan setiap pagi.

"Sebelumnya sempat dicek karena setiap hari sebelum buka disapu dan dipel," tambahnya.

Meski demikian, kata Angga, pemilik akan bertanggungjawab atas insiden yang menewaskan satu orang wisatawan tersebut.

Korban sempat bergelantungan

empat orang menjadi korban insiden pecahnya jembatan kaca pecah The Geong di kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023).

Dua korban jatuh dan salah satunya tewas.

Kemudian dua lainnya sempat bergelantungan di rangka jembatan sebelum akhirnya dapat diselamatkan.

"Dua korban enggak sampai jatuh, (hanya) menggelantung di besi (rangka jembatan)," tutur Ketua Koperasi Hutan Pinus Limpakuwus, Eko Purnomo yang turut mengevakuasi korban ke rumah sakit kepada wartawan, Rabu (25/10/2023) sore.

Namun demikian, kedua korban yang bergelantungan itu sempat mengalami syok. Keduanya juga sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Sempat syok, masuk IGD, cuma rawat jalan, ada luka sedikit," ujar Eko.

Sedangkan korban selamat satunya yang jatuh ke bawah, kata Eko, sampai sore tadi masih dirawat di rumah sakit.

Eko mengatakan, usai insiden itu mengevakuasi para korban secara bergantian.


Sumber:Tribun Jabar