Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 November 2023

Alasan Obat Tak Boleh Disimpan Dalam Mobil


 






Jakarta,Pos62.Online-


Apoteker Nurchasanah dari Instalasi Farmasi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menyarankan tidak menyimpan obat di dalam mobil. Salah satu alasannya karena suhu yang tak stabil.

"Baiknya tidak disimpan di mobil. Harusnya tidak digunakan lagi karena kita tidak tahu yang terjadi pada obat tersebut karena sudah meninggalkan lama, tidak dipantau juga," ujarnya dalam acara kesehatan, Selasa, 21 November 2023.

Kalaupun obat terlanjur disimpan di dalam mobil, ia mengingatkan untuk memeriksa dulu kondisi fisiknya berubah atau tidak atau ada perubahan bau.

"Kalau misalnya ditaruh di mobil dalam jangka waktu lama, mobil sendiri suhunya tidak stabil, rata-rata panas. Misal AC tidak dinyalakan walau disimpan di basement yang tidak ada matahari, sebaiknya tidak digunakan kalau ada perubahan bentuk atau bau," jelas Nurchasanah.

Cara buang obat kedaluwarsa

Mengenai masa penggunaan obat sebelum dibuka dari kemasan, sebaiknya sesuaikan dengan tanggal yang dicantumkan produsen. Apabila sudah melebihi masa penggunaan walaupun kemasan belum dibuka maka obat dibuang saja karena sudah tak lagi layak digunakan.

Kemudian, saat akan membuang obat yang sudah lewat kedaluwarsa maka sebaiknya hancurkan dulu. Obat berbentuk kapsul misalnya, dikeluarkan dulu dari cangkangnya, larutkan ke air dan cangkangnya digunting lalu dibuang.

"Kalau tablet dan pil dihancurkan dulu, dicampur dengan bahan seperti kopi dan tanah, lalu dilarutkan dalam wadah yang bisa ditutup, gunting kemasannya," pesan Nurchasanah.

Pendapatnya senada dengan Badan Pengawas Obat dan Pangan Amerika Serikat (FDA) yang merekomendasikan untuk memasukkan obat-obatan ke dalam kantong plastik yang berisi bahan yang tidak diinginkan, seperti kotoran kucing atau bubuk kopi, dan membuangnya ke tempat sampah. Lembaga itu melarang membuang obat-obatan yang tidak terpakai di wastafel atau toilet.


Sumber:Tempo

Senin, 30 Oktober 2023

Di Temukan Jasad Bapak-Anak di Rumahnya ,Tetangga: Sempat Sakit dan Carik Obat Diare


 






Jakarta,Pos62.Online-


Sebuah rumah di Koja, Jakarta Utara, di mana ditemukan jasad bapak-anak telah membusuk di dalamnya dikenal tertutup oleh tetangganya. Rumah milik Hamka Rusdi (50) tersebut kini sedang mengundang perhatian luas karena mengingatkan beberapa kasus kematian keluarga yang wajar dalam kondisi tidak wajar.

Di rumah itu, warga setempat menemukan Hamka dan seorang anaknya (2 tahun) telah mati dan membusuk pada Sabtu 28 Oktober 2023. Istri Hamka dan seorang anaknya yang lain, usia 4 tahun, dalam kondisi lemas.

Dila, tetangga tetap di samping rumah Hamka dan membuka warung kelontong, mengingat bertemu terakhir dengan Hamka dan istrinya lebih dari sepuluh hari lalu. Saat itu berturut-turut keduanya datang mencari obat. Diawali dari Hamka yang menanyakan obat diare dan sakit kepala, lalu istri Hamka yang mencari obat diare.

"Itu sudah lama, sebelum tanggal 18, semua pada sakit tapi memang stok obatnya lagi ga ada waktu itu di warung saya," kata Dila saat ditemui, Minggu 29 Oktober 2023.     

Lebih lanjut, Dila menerangkan bahwa Hamka sering beribadah di masjid dekat rumahnya. Namun, sepengetahuan dia, Hamka tak banyak berbaur dan berkomunikasi dengan para tetangganya, termasuk dengan suaminya. "Sering ke masjid tapi tak pernah mengobrol gitu," tuturnya. 

Menurut Dila, meski mereka saling bersebelahan, tak banyak yang diketahuinya tentang Hamka dan keluarganya. Dia menyebut Hamka dan keluarganya cenderung tertutup. "Pernah acara akikah anaknya pada bulan puasa yang lalu ya cuma buat keluarga, tetangga tidak diundang," katanya. 

Dalam keterangan sebelumnya, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Iverson Manossoh menerangkan temuan didahului warga tetangga HR yang mencium aroma tidak sedap. Mereka kemudian melapor ke Bintara Pembina Desa (Babinsa). 

Saat dicek, ditemukan mayat Hamka dan balitanya sudah membusuk. Belum diketahui sebab kematian dan lamanya mereka sudah menjadi mayat. Warga juga menemukan istri Hamka dan anaknya yang berusia 4 tahun dengan kondisi lemas.

Ketua RT setempat, Jumadi, juga telah mengungkap data yang dimilikinya kalau Hamka dan keluarganya tidak termasuk penerima bantuan sosial. Sebaliknya, “Berpendidikan dan punya usaha sejenis pemberangkatan perjalanan ibadah. Finansialnya bagus," kata Jumadi.


Sumber:Tempo