Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Jurnalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnalis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2025

Ketua SPRI Bali Angkat Suara Terkait Kekerasan terhadap Jurnalis




Jakarta Barat. Berita24.info-

Ketua SPRI prov.Bali Netti Herawati S.E,M.B.A Mengutuk Keras kekerasan Terhadap Jurnalis.Makin Marak Hingga Hilang nyawa Apa Kerja Aparat Kepolisian.


Ketua SPRI Provinsi Bali Netti Herawati S.E,M.B.A .Kapolda Metro Jaya dan Mabes Polri Segera Mengungkap pelaku Kematian Jurnalis.


Ketua SPRI prov.Bali Netti Herawati S.E,M.B.A akan Mengawal Kematian Jurnalis.Mendesak Kapolda Metro Jaya dan Mabes Polri untuk mengungkap Kasus Kematian Jurnalis agar pelaku secepatnya ditangkap. 


Jurnalis muda bernama Situr Wijaya berasal dari palu ditemukan telah meninggal dunia di jakarta barat dengan kondisi luka lebam dan badannya penuh luka-luka. Saat ini sedang di autopsi di RS Polri.



Ketua Umum SPASI (Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia) Jelani Christo, S.H., M.H. meminta agar MABES POLRI ungkap secara terang menerang terkait dengan kematian wartawan bernama Situr Wijaya dan meminta rekan-rekan SPASI (Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia) untuk mengawal kasus ini.


Ini merupakan ancaman serius dan nyata akibat telah disahkannya UU TNI yang tidak ada urgensi nya bagi masyarakat sipil dan patut diduga ini dilakukan oleh aparat. maka dari ituh mari kita kawal kasus ini sampai tuntas dan terang menerang serta untuk terus menyuarakan agar UU TNI segera dicabut.


Tidak Ada Tempat Bagi Seorang Pembunuh di Negeri ini..

Sumber: Harian62



Senin, 06 November 2023

Tragis, Seorang jurnalis di Filipina Tewas Ditembak Saat Lakukan Siaran Radio di Studio Rumahnya


 






Filipina,Pos62.Online-


Tragis, seorang jurnalis di Filipina tewas ditembak saat melakukan siaran di radio di studio rumahnya di kota Calamba, Minggu (5/11/2023).

Korban diketahui bernama Juan Jumalon (57) juga terekam melalui siaran langsung di Facebook.

Belum diketahui siapa pelaku yang menembak Juan.

Persatuan Jurnalis Nasional Filipina (NUJP) mengatakan, Juan yang juga dikenal sebagai DJ Johnny Walker merupakan jurnalis ke-199 yang dibunuh sejak pemulihan demokrasi pada 1986.

Siaran langsung tersebut, yang dapat ditonton oleh sekitar 2.400 pengikutnya, menunjukkan pria berusia 57 tahun itu berhenti sejenak dan melihat ke atas pada sesuatu di luar kamera sebelum dua tembakan dilepaskan.

Juan Jumalon kemudian kembali duduk di kursinya sementara musik latar masih diputar.

Dia dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, seperti diberitakan Al Jazeera.

Penyerang tidak terlihat dalam video tersebut, namun polisi mengatakan mereka sedang memeriksa apakah kamera keamanan yang dipasang di rumah dan di tetangganya telah merekam sesuatu.

“Meski motifnya belum ditentukan, kami menganggap insiden ini 'terkait pekerjaan' untuk saat ini,” kata Paul Gutierrez, kepala Satuan Tugas Kepresidenan untuk Keamanan Media, dalam sebuah pernyataan, Minggu (5/11/2023).

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki motif pembunuhan tersebut dan tidak mengetahui adanya ancaman sebelumnya terhadap nyawa Juan Jumalon.

“Dia kebanyakan membahas peristiwa terkini dan tidak diketahui pernah mengkritik siapa pun dalam siarannya,” kata kepala polisi Calama Kapten Deore Ragonio kepada kantor berita AFP.

Polisi mengatakan pembunuh mendapat akses ke studio dengan berpura-pura menjadi pendengar.

Ia kemudian menembak Juan Jumalon dua kali, merampas kalung emasnya dan melarikan diri bersama komplotannya yang menunggu di luar dengan sepeda motor.

Menanggapi kematian jurnalis itu, Presiden Filipina Marcos Jr. memerintahkan polisi untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

“Serangan terhadap jurnalis tidak akan ditoleransi dalam demokrasi kita, dan mereka yang mengancam kebebasan pers akan menghadapi konsekuensi penuh atas tindakan mereka,” kata Presiden Filipina, Marcos Jr dalam sebuah pernyataan, Minggu (5/11/2023), dikutip dari BBC Internasional.

Filipina berada di peringkat kedelapan negara terburuk dalam hal mengadili pembunuh jurnalis, menurut Indeks Impunitas Global Komite Perlindungan Jurnalis 2023.


Sumber:Tribun