Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2025

Israel Gempur Gaza, Hamas Sebut Ada Pengkhianatan dan Krisis Kemanusiaan Makin Parah



Jakarta. Berita24.info-


Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan baru di Gaza akan menjadi operasi militer intensif yang ditujukan untuk mengalahkan Hamas. Namun, dia tidak merinci seberapa banyak wilayah kantong itu akan direbut.




"Penduduk akan dipindahkan, untuk perlindungan mereka sendiri," kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X, dilansir Al Arabiya, Selasa (6/5/2025). Ia mengatakan tentara Israel tidak akan masuk ke Gaza, melancarkan serangan, lalu mundur. "Tujuannya adalah sebaliknya," katanya.



Kabinet keamanan Israel telah menyetujui perluasan operasi militer di Gaza termasuk "penaklukan" wilayah Palestina, kata seorang pejabat Israel pada hari Senin (5/5). Ini disampaikan setelah militer Israel memanggil puluhan ribu tentara cadangan untuk serangan itu.



Pejabat Israel mengatakan operasi yang diperluas itu "akan mencakup, antara lain, penaklukan Jalur Gaza dan penguasaan wilayah itu, serta pemindahan penduduk Gaza ke selatan demi perlindungan mereka."



Seorang pejabat keamanan senior Israel lainnya mengatakan "komponen utama dari rencana itu adalah evakuasi besar-besaran seluruh penduduk Gaza dari zona pertempuran... ke wilayah-wilayah di Gaza selatan."



Rencana itu, yang disetujui oleh kabinet Israel pada Senin (5/5), muncul di tengah desakan Israel agar warga Palestina meninggalkan wilayah itu.



"Program pemindahan sukarela bagi penduduk Gaza... akan menjadi bagian dari tujuan operasi itu," ujar pejabat keamanan senior Israel itu menambahkan.



Uni Eropa telah menyuarakan kekhawatiran dan mendesak Israel menahan diri, dengan mengatakan rencana itu "akan mengakibatkan lebih banyak korban dan penderitaan bagi rakyat Palestina."



Israel telah melanjutkan operasi besar di Gaza pada 18 Maret di tengah kebuntuan mengenai cara melanjutkan gencatan senjata selama dua bulan, yang sebagian besar telah menghentikan perang dengan Hamas. Israel sejak itu telah melakukan serangan udara intensif dan memperluas operasi darat di seluruh wilayah Palestina.



Tim penyelamat Gaza pada hari Senin mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 19 orang.



Sebagian besar penduduk Gaza tinggal di wilayah utara dan hampir semuanya telah mengungsi setidaknya sekali selama perang. Kabinet Israel yang meliputi Netanyahu dan beberapa menteri, "dengan suara bulat menyetujui" rencana yang bertujuan untuk mengalahkan Hamas dan mengamankan kembalinya para sandera yang ditawan di wilayah tersebut.



Sumber resmi mengatakan rencana tersebut mencakup "serangan dahsyat terhadap Hamas," tanpa menyebutkan rinciannya.

Sumber: Lenteranews.info

Selasa, 14 November 2023

Joe Biden Mengatakan:Israel Diharapkan Tak Ganggu Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza


 






Pos62.Online-


Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan, Rumah Sakit Al-Shifa harus dilindungi ketika tank-tank Israel mengepung rumah sakit tersebut.

Pada Senin (13/11/2023), Biden berharap Israel tidak mengambil tindakan yang terlalu mengganggu Rumah Sakit Al-Shifa.

Pasalnya, staf medis RS Al-Shifa mengatakan rumah sakit telah menjadi sasaran berulang kali oleh militer Israel (IDF).

“Harapan dan ekspektasi saya adalah tindakan yang tidak terlalu mengganggu akan berkurang terhadap rumah sakit," kata Biden kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dikutip dari Al Jazeera

Meskipun meminta untuk melindungi RS Al-Shifa, Biden tetap mengakui akan berada di pihak Israel.

"Dan kami tetap berhubungan dengan Israel," jelasnya.

Biden juga menambahkan, saat ini sedang dilakukan upaya pengambilan jeda dan pembebasan tahanan.

“Juga, ada upaya untuk mengambil jeda dalam menangani pembebasan tahanan dan hal ini juga sedang dinegosiasikan dengan pihak Qatar yang terlibat."

“Jadi saya tetap berharap tetapi rumah sakit harus dilindungi,” jelas Biden.

Pernyataan tersebut merupakan jawaban dari Biden ketika petugas medis memperingatkan meningkatnya jumlah korban di antara pasien, termasuk bayi baru lahir.

Sebagai informasi, RS Al-Shifa dikepung oleh IDF sejak hari Sabtu (14/11/2023).

Menurut para saksi, tank dan kendaraan lapis baja berada hanya beberapa meter dari gerbang RS.

Selain itu, listrik yang padam dan berkurangnya pasokan medis membuat 32 pasien meninggal di RS Al-Shifa.

Adapun 32 pasien yang meninggal di antaranya enam bayi prematur.

Badan Bantuan PBB di wilayah pendudukan Palestina mengatakan 3 perawat juga tewas di RS tersebut pada Minggu (12/11/2023).

Selain itu, RS Al-Quds juga sudah tidak beroperasi sejak hari Minggu.

Israel telah meminta warga sipil untuk meninggalkan Al-Shifa dan petugas medis untuk mengirim pasien ke tempat lain.

Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Khan Younis, mengatakan IDF menyerukan pasien untuk keluar dari rumah sakit dengan tangan di atas kepala.

“Tetapi sebagian dari mereka membutuhkan kursi roda, sementara sebagian lainnya merupakan penyandang disabilitas sehingga tidak dapat berjalan,” katanya.

“Sulit untuk memahami bahwa ini adalah tuntutan militer Israel, sementara pada saat yang sama mereka bersikap baik kepada media, mengatakan kepada wartawan kami menawarkan koridor yang aman," jelasnya.

Pengepungan tank Israel di RS Al-Shifa dikarenakan mereka menuduh Hamas mengoperasikan pusat komando di bawah rumah sakit tersebut.


Sumber:Tribun

Jumat, 10 November 2023

Di Tengah Berlanjutnya Pertempuran Antara Israel dan Kelompok Militer Palestina Hamas








Israel,Pos62.Online-


Seorang komandan tinggi militer Hamas yang memimpin 400 militan di Gaza Palestina, angkat bicara mengenai kondisi mereka.

Dari ucapannya, situasi mereka saat ini sangat sulit seiring gempuran Israel yang begitu intens dan masif.

Mereka kehilangan arah. Tidak tahu apa yang mesti dilakukan.

"Kami tidak tahu jalan mana harus diambil,” kata komandan militer Hamas menggunakan nama samaran Abu Mohammed, dalam wawancara eksklusif dengan The Daily lewat aplikasi Telegram terenkripsi seperti dikutip Daily Mail.

Ia tak menyangka Israel menggempur Gaza tanpa henti sebagai upaya balas dendam atas serangan mereka pada 7 Oktober.

Sebagai akibat serangan Israel, lebih dari 10 ribu jiwa meregang nyawa. Anak-anak dan perempuan paling banyak jumlahnya.

Baginya itu adalah kenyataan pahit yang begitu pedih dan menyakitkan.

"Kami tidak menyangka akan jadi seperti ini. Gaza kami tercinta dibombardir," lanjut dia.

Ia mulai mempertanyakan kepemimpinan Hamas Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh.

Dia mengklaim sebagai salah satu perencana serangan 7 Oktober lalu.

Menurut dia, serangan itu awalnya direncanakan hanya untuk membunuh tentara Israel dan menyanderanya sebagian untuk ditukar dengan militan Hamas yang ditahan.

Namun, ia menuduh pemimpin Hamas Yahya Sinwar bertindak seperti 'pejuang jalanan'.

Di menit-menit terakhir sebelum serangan, para militan muda diperintah untuk melakukan apa saja yang mereka suka.

"Pemimpin kami berbicara kepada generasi muda kami dengan mengatakan pergi, lakukan apapun yang kalian suka, ambil apa pun yang kalian suka."

"Anda lihat dan saksikan kami telah membunuh warga sipil dan menyandera 250 orang, itu tak direncankan sebelumnya," ucapnya.

Mestinya, serangan 7 Oktober lalu tidak menargetkan warga sipil Israel.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini mereka menghadapi pembalasan Israel yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

“Alasan kami untuk berbicara adalah karena kami ingin menyuarakan pendapat kami kepada dunia. Masalahnya adalah karena kepemimpinan kami.”

Dia mengklaim bahwa komandan militer Hamas di Gaza telah terputus dari kepemimpinan politik. Sekarang hanya bergantung pada pembawa pesan seperti di zaman dulu.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengkritik pemimpin Hamas yang berada luar Gaza, tepatnya di Qatar dan Turkiye. Mereka masih hidup dengan tenang dan nyaman.

Sementara ia dan pasukannya harus menghadapi gempuran tentara Israel dan bertahan dengan hanya makan kurma dan minyak zaitun.

"Mereka menghancurkan kami," tandasnya.

Israel mengklaim sudah menghancurkan 130 terowongan sejak mereka membombardir Gaza pascaserangan Hamas 7 Oktober lalu.

Tak hanya terowongan, Israel membombardir tempat penyimpanan air dan oksigen yang selama ini digunakan oleh Hamas selama bertahan menghadapi serangan.

Situasinya kian memburuk di Gaza. Korban dari kalangan sipil terus berjatuhan meski mereka diberi kesempatan untuk keluar dari Gaza menghindari pertempuran.

Unjuk rasa di berbagai belahan dunia menuntut segera dilakukan gencatan senjata.


Sumber:Tribun

Senin, 06 November 2023

Menteri Israel Minta Warga Palestina Pindah ke Gurun Pasir








Tel Aviv,Pos62.Online-


Seorang menteri dari partai ekstremis Otzma Yehudit mengatakan salah satu pilihan Israel saat perang sekarang ini adalah menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Kol Berama apakah bom atom nuklir harus dijatuhkan di daerah kantong tersebut, Menteri Warisan Budaya, Amichai Eliyahu mengatakan dijatuhkannya bom nuklir di jalur Gaza merupakan

kemungkinan terbesarnya demi perdamaian kedua belah pihak.

Eliyahu adalah seorang menteri dari partai sayap kanan Itamar Ben Gvir.

Ia bukan bagian dari kabinet keamanan yang terlibat dalam pengambilan keputusan di masa perang, juga tidak memegang kendali atas kabinet perang yang mengarahkan perang melawan kelompok teror Hamas.

Eliyahu juga menyuarakan keberatannya atas izin masuk bantuan kemanusiaan apa pun ke Gaza.

Menurutnya semua yang berada di jalur Gaza adalah bagian dari Nazi.

“Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi," ujar Eliyahu dikutip dari Times of Israel, Minggu (5/11).

Dia juga mendukung perebutan kembali wilayah Jalur Gaza dan memulihkan pemukiman di sana.

Ditanya tentang nasib penduduk Palestina, Eliyahu menyebut seharusnya mereka bisa pergi ke Irlandia atau ke gurun pasir.

"Monster di Gaza harus menemukan solusinya sendiri,” kata Eliyahu.

Dia mengatakan bahwa siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas tidak boleh terus hidup di muka bumi ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru tidak setuju atas saran dari Eliyahu tersebut.

Menurutnya Israel dan IDF dalam bertindak selama masa perang tetap berpegang teguh kepada hukum internasional guna menghindari korban-korban sipil non-kombatan atau mereka yang tidak tergabung dalam Hamas.

Akibat pernyatannya tersebut Eliyahu juga diskors dari pertemuan pemerintah Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bahkan, Pemimpin Oposisi, Yair Lapid, menyerukan pemecatan terhadap menteri Eliyahu.

“Kehadiran kaum radikal di pemerintahan membahayakan kita dan tujuan perang – mengalahkan Hamas dan mengembalikan semua sandera. Netanyahu harus memecatnya pagi ini," ujar dia.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai Otzma Yehudit milik Eliyahu, mengatakan dia sudah berbicara kepada menteri Eliyahu yang kemudian mengklarifikasi bahwa dia berbicara secara metaforis.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga menanggapi dengan menyebut pernyataan Eliyahu tidak berdasar dan menambah penderitaan di Palestina.

"Mereka ini bukan orang-orang yang bertanggung jawab atas keamanan Israel," kata Gallant.

Serupa, Pendahulu Gallant, Menteri Benny Gantz, mengatakan pernyataan Eliyahu merugikan Israel dan menambah penderitaan keluarga para sandera.

MK Mansour Abbas, pemimpin partai Daftar Arab Bersatu, juga bereaksi terhadap Eliyahu, dengan mengatakan bahwa setelah perang berkecamuk pasti bakal ada perdamaian nantinya.

"Di lubuk hati saya yang terdalam, saya yakin akan ada perdamaian antara kedua negara," ujarnya.

Ahed Abo Al Atta Direktur YPSP Palestina juga mengaku sudah mendengar kabar mengenai rencana Israel akan menjatuhkan bom nuklir di Israel.

Ahed Abo menyebut seluruh rakyat Palestina sudah mendengar pernyataan dari Eliyahu.

"Yang beredar di Gaza bahwa ada menteri Israel menyebut agar ada perdamaian harus dijatuhkan dulu bom nuklir di Gaza," kata dia. (Times of Israel/wly)


Sumber:Tribun


Sabtu, 04 November 2023

Presiden Joko Widodo Meninjau Barang bantuan kemanusiaan yang akan Dikirim ke Palestina


 






Pos62.Online-


Penyaluran bantuan tahap pertama ke Gaza seberat 51,5 ton berisikan makanan, alat medis, hingga tenda.

Penyaluran bantuan ini langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/11/2023) pagi ini.

Nantinya, bantuan ini akan melewati Jeddah, yang kemudian ke Bandara Internasional El Arish, sebelum disalurkan ke Gaza.

Bantuan pertama dari Indonesia untuk Gaza ini diterbangkan menggunakan tiga pesawat.

"Bantuan tahap pertama ini dibawa menggunakan tiga pesawat dan berisi 51,5 ton bantuan berupa makanan, alat medis, selimut, hingga tenda."

"Ada juga barang-barang logistik lainnya, yang pasti bantuan ini juga disesuaikan kebutuhan yang diperlukan di Gaza," kata Jokowi, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Jokowi juga menambahkan, bahwa bantuan ini tidak hanya dari pemerintah saja melainkan dari masyarakat yang disalurkan melalui lembaga-lembaga kemauniasaan.

"Dari Baznas, dari IHA, dari PMI, dari Kitabisa, dan dari pemerintah TNI-Polri. Diharapkan bantuan semakin banyak dari masyarakat dan dunia usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, bantuan yang diberikan ke Gaza ini sebagai bwujud solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina.

Jokowi mengatakan konflik Hamas-Israel adalah tragedi kemanusiaan.

“Saya ingin menekankan kembali Indonesia akan terus bersama dengan perjuangan bangsa Palestina,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga sudah menegaskan agar konflik Palestina-Israel segera dihentikan.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kemlu, Muhammad Iqbal.

"Kalau tekanan sudah diberikan for the first kita sudah sampaikan, bahkan Bu Menlu selama berada di New York terus berkomunikasi langsung atau melalui telepon dengan mitra-mitranya untuk menekan agar segera dihentikan konflik," kata Iqbal, Jumat (3/11/2023).

Ia melanjutkan hal itu untuk memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. 


Sumber:Tribun

Senin, 30 Oktober 2023

Israel Perintahkan Evakuasi Ratusan Pasien RS Al-Quds, Bom Jatuh 50 Meter dari Rumah Sakit


 






Berita,Pos62.Online


Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PCRS) menerima ancaman serius dari pasukan Israel untuk segera mengevakuasi RS Al-Quds, Minggu (29/10/2023).

PCRS mengatakan militer Israel berulang kali melakukan pengeboman di sekitar rumah sakit yang terletak di di daerah Tal al-Hawa, Kota Gaza.

Melalui platform X, RS AL-Quds mengatakan ada bom yang dijatuhkan 50 meter dari rumah sakit sejak pagi.

“Tentara Israel sengaja terus meluncurkan roket langsung di dekat Rumah Sakit al-Quds dengan tujuan memaksa staf medis, pengungsi, dan pasien untuk mengevakuasi rumah sakit,” kata organisasi medis itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya.

Meskipun berjarak 50 meter dari rumah sakit, bom tersebut telah menyebabkan kerusakan dan membahayakan warga sipil.

“Hal ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada departemen rumah sakit dan membuat penghuni serta pasien mengalami sesak napas,” tambah pernyataan itu.

Oganisasi tersebut juga menerima panggilan telepon dari pasukan Israel yang memerintahkan mereka untuk mengevakuasi rumah sakit sebelum serangan terjadi.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada AFP, seruan ini adalah bagian dari seruan militer secara keseluruhan yang meminta masyarakat untuk menuju ke selatan Jalur Gaza.

PRCS melaporkan rumah sakit tersebut saat ini memberikan perawatan kepada ratusan pasien yang terluka, termasuk mereka yang berada di unit perawatan intensif dan bayi baru lahir yang berada di inkubator.

Sekitar 12.000 pengungsi sipil yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan, juga mencari perlindungan di gedung rumah sakit.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, laporan ancaman untuk mengevakuasi RS Al-Quds 'sangat memprihatinkan'.

Menurutnya, sangat tidak mungkin untuk mengevakuasi rumah sakit dengan banyak pasien dan pengungsi.

“Kami tegaskan kembali tidak mungkin mengevakuasi rumah sakit yang penuh dengan pasien tanpa membahayakan nyawa mereka,” tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus di X, sebelumnya Twitter.

Mengutip dari AlJazeera, ancaman ini muncul ketika Israel telah mengebom beberapa rumah sakit di wilayah kantong Jalur Gaza yang terkepung.

Beberapa rumah sakit ini menjadi sasaran serangan intensif selama tiga minggu terakhir yang telah menewaskan lebih dari 8.000 orang.

Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Warga Palestina juga menyalahkan Israel atas ledakan di Rumah Sakit Arab al-Ahli pada 17 Oktober yang menewaskan hampir 500 orang.

Banyak dari mereka adalah warga Palestina yang mengungsi.

Namun Israel membantah terlibat dalam ledakan tersebut.


Sumber:Tribunnews

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Menghadiri Pertemuan dengan Presiden AS








Jakarta,Pos62.Online-


Pengusaha top Israel, Amnon Shashua, mendesak agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera digulingkan karena pemerintahannya bersalah atas “kegagalan, disonansi dan ketidakmampuan” yang menyebabkan sejak orang-orang bersenjata Hamas menyeberang dari Gaza dalam serangan mematikan di kota-kota Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

"Kita harus mengurangi kerugian kita dan melakukannya dengan cepat. Satu-satunya solusi terhadap situasi saat ini di Israel adalah mengganti pemerintah, dan hal ini perlu segera dilakukan," tulis Shashua, yang juga CEO perusahaan teknologi mobil self-driving Mobileye dalam sebuah opini di harian keuangan Calcalist, Minggu, 29 Oktober 2023.

Netanyahu menimbulkan keributan pada hari Minggu ketika menyerang kepala intelijennya, dengan mengatakan bahwa mereka tidak pernah memperingatkannya bahwa Hamas sedang merencanakan serangan, namun kemudian menarik kembali komentarnya dan mengeluarkan permintaan maaf.

Kantor Netanyahu, menolak mengomentari pernyataan Shashua.

Pemerintah, kata Shashua, yang tampaknya lebih mementingkan kelangsungan politiknya daripada “kebaikan negara,” sehingga dapat diganti tanpa mengadakan pemilu baru untuk meminimalkan gejolak politik, dengan pembentukan koalisi baru di dalam parlemen saat ini.

Netanyahu belum mengambil tanggung jawab atas kegagalan intelijen dan operasional, hanya mengatakan bahwa akan ada waktu untuk mengajukan pertanyaan sulit, termasuk tentang dirinya sendiri, setelah perang.

Para pejabat Israel mengatakan kejadian-kejadian menjelang dan termasuk penanganan serangan Hamas akan diselidiki, namun fokus saat ini adalah pada konflik tersebut.

Shashua ikut mendirikan perusahaan Mobileye pada 1999. Perusahaan itu dibeli oleh Intel pada tahun 2017 seharga $15,3 miliar dan tahun lalu kembali go public. Ia juga mendirikan bank digital One Zero dan perusahaan AI AI21 Labs.


Sumber:Tempo



Jumat, 20 Oktober 2023

Usai Serangan Hamas,Warga Israel Kesal ke Pemerintah Netanyahu



Jakarta, Pos62.online-
Sejumlah warga Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza mengaku kecewa kepada pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Warga menilai pemerintah Netanyahu lambat melindungi dan mengevakuasi warganya dari serangan milisi Hamas.


Tentara yang ditempatkan di Sderot Israel selatan, Gil mengatakan bahwa penyerangan ini dilakukan oleh Iblis. Serangan ke Israel selatan yang terus terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir membuat penduduk terbiasa akan suara sirine peringatan bom atau tanda bahaya.

Dikutip dari AFP, pasukan bersenjata Hamas menyerbu Sderot dan daerah perbatasan lainnya yang menewaskan 1.400 orang dan menyandera 200 warga.


Kami hanya ingin keluar
Penduduk Kota Sderot pada Minggu (15/10) terlihat mulai meninggalkan kota menggunakan bus menuju ke daerah lain untuk menghindari serangan roket di Jalur Gaza, dilansir dari Associated Press.

Sderot sendiri merupakan kota yang dihuni lebih dari 34.000 penduduk dan terletak satu mil jauhnya dari Jalur Gaza, sehingga sering menjadi sasaran target bom.

Pemerintah Israel telah menawarkan bus ke hotel-hotel kota lain untuk menampung 30.000 penduduk Sderot, sedangkan 4.000 penduduk lainnya dilaporkan masih berdiam diri di kota tersebut.

Dilansir dari The Times of Israel, total terdapat 60.000 pengungsi yang ditargetkan pemerintah untuk meninggalkan rumah mereka, terutama penduduk Israel Utara dan wilayah yang berbatasan antara 4-7 kilometer dari Gaza.

Namun, masyarakat menilai tindakan pemerintah sangat lamban dalam menyelamatkan warganya.

Seorang warga Sderot, Shamilov, mengatakan bahwa warga tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Perjalanan ke kota lain membutuhkan waktu lebih dari tiga jam menggunakan jalur darat.

Jurnalis yang ikut mengantarkan warga ke hotel di daerah Eliaf, Ravit Naor, mempertanyakan kinerja pemerintah yang tidak berbuat banyak untuk warganya.

"Relawan seperti sayalah yang membantu orang-orang pergi dengan mobil pribadi kami. Kita tidak perlu membayar untuk bensin, parkir," kata Naor.

Bantuan yang dikirimkan ke masyarakat Israel selatan juga jauh dari cukup.Warga bawa senjata api
Seorang pensiunan 70 tahun, Peter, datang dari Tel Aviv berkeliling membawa senapan dengan maksud untuk memantau, membantu, dan melindungi warga semampunya.
Pejabat Partai Likud sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Boaz Bismuth, sebelumnya pernah datang ke Sderot untuk melihat kondisi pasca serbuan Hamas.

"Kami akan mencarikan anggaran untuk segala sesuatu yang diperlukan untuk keamanan," kata Bismuth.Mempersenjatai masyarakat
Pasukan militer Israel tampaknya tidak mampu menyediakan perlindungan kepada seluruh masyarakat. Peran masyarakat sipil juga diperlukan untuk bisa saling melindungi dan menyerang balik lawan.

Ayelet Shmuel, direktur Pusat Ketahanan Internasional, mengatakan bahwa organisasinya siap menyalurkan bantuan kepada warga sipil Israel.

Sebelumnya, kepolisian Israel mengedarkan surat pemberitahuan akan mempersenjatai warga sipil mulai Senin (16/10).

Namun, hal yang dibutuhkan warga sebenarnya adalah tempat berlindung yang aman bagi keluarga mereka.

Salah satu kota di Israel, Ashkelon, memiliki jumlah kamp perlindungan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Sderot.

"Kami tidak bisa terus seperti ini, (tapi) kami siap berbulan-bulan atau lebih. Mari kita akhiri ini dengan Hamas," ungkap salah satu penduduk Ashkelon.



sumber:CNN