Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 November 2023

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara 1 Balita Meninggal Dunia


 






Aceh Tanggerang,Pos62.Online-


menerjang Desa Pasir Panjang, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Senin, 13 November 2023. Akibat peristiwa ini, satu balita berinisial MA, 2 tahun, meninggal terseret arus banjir. Dua orang warga lainnya mengalami luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Tenggara melaporkan, hujan mulai turun di daerah itu sejak pukul 19:00 WIB. Hujan lebat itu mengakibatkan debit air Sungai Lawe Kinga, Sungai Pasar Puntung, Sungai Lawe Alas, Sungai Lawe Bulan dan Sungai Gunung Malas Bukit Baru meluap ke pemukiman warga sekitar pukul 22.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, banjir menyebabkan 3 unit rumah warga rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, dan 1 unit lainnya rusak ringan. Banjir juga membuat tiga jembatan tersumbat di Kecamatan Bambel, Kecamatan Semadam, dan Kecamatan Ketambe.

Tak cukup sampai di situ, oprit Jembatan Desa Mbarung di Kecamatan Babussalam dilaporkan jebol dan ambruk, jembatan titi gantung di Desa Mendabe mengalami rusak berat, tanggul Lawe Kisam di Desa Biak Muli baru jebol, dan saluran irigasi Lawe Ski di Desa Peseluk Pesimbe Kecamatan Deleng Pokhkison rusak berat.

Tim reaksi cepat BPBD setempat mengerahkan dua alat berat untuk menyingkirkan material lumpur di sepanjang Sungai. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Aceh Tenggara pada Selasa, 14 November 2023, jalan nasional Kutacane-Medan di Desa Kuning sudah bisa dilalui.

Sementara itu, jalan nasional di Desa Pasir Puntung, Kecamatan Semadam dan Desa Bukit Baru, Kecamatan Ketambe masih terendam lumpur dan belum bisa dilalui.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, prakiraan cuaca dua hari ke depan, wilayah Aceh Tenggara masih berpotensi hujan ringan.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada," kata Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 November 2023.

Perihal bentuk-bentuk bencana yang masih berpotensi melanda wilayah Aceh Tenggara, Muhari mengatakan bencana hidrometeorologi basah masih berpotensi terjadi. "Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang," kata Muhari.

Untuk meminimalisasi dampak banjir, Muhari mengatakan masyarakat bisa mengupayakan berbagai langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran air dan memangkas ranting-ranting pohon. 

"Namun langkah ini harus dilakukan dengan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan, atau harus dilakukan oleh petugas yang berwenang," kata Muhari.


Sumber:Tempo

Rabu, 08 November 2023

Ayah Kandung di Karo, Aniaya Anak Usia 4 Tahun

 







Kabanjahe,Pos62.Online-


Seorang pria berinisial J (42), tersangka kasus penganiayaan terhadap anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun, akhirnya ditangkap Polres Tanah Karo.

J melakukan penyiksaan dengan cara memukul wajah anak balitanya. Parahnya, tersangka sempat merekam aksinya dengan menggunakan telepon seluler miliknya hingga tersebar di media sosial.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Wahyudi Rahman mengatakan, penangkapan ini berawal dari personelnya yang tengah melakukan patroli cyber dan juga adanya laporan dari keluarga.

"Dari patroli cyber yang dilaksanakan oleh personel kita, kita mendapati adanya sorang pria yang melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya. Dari laporan yang kita dapat, kita langsung melakukan pengembangan," ujar Wahyudi, Selasa (7/11/2023).

Dijelaskan Wahyudi, aksi penganiayaan yang dilakukan J terhadap anaknya itu terjadi pada Senin (30/10/2023) kemarin.

Dalam video tersebut, terdengar pelaku juga sempat menyebutkan beberapa kata yang tidak pantas, meskipun anak tersebut sudah menangis kesakitan, pelaku masih saja emosi.

"Langkah awal yang kita lakukan, dengan memberikan pertolongan pertama kepada korban dan mengumpulkan saksi. Dari informasi yang kita dapat, pelaku ini merupakan ayah kandung dari korban," ucapnya.

Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tahu keberadaan pelaku.

Hingga pada Senin (6/11/2023) kemarin, J diamankan di kawasan Kecamatan Tigapanah.

Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di RTP Polres Tanah Karo.

"Pelaku sempat kabur ke wilayah Kota Medan, tapi akhirnya kita berhasil mengamankan pelaku di kawasan Tigapanah," katanya.

Atas aksi bejatnya tega menganiaya anak kandungnya sendiri, tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku terbukti telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga berupa kekerasan fisik, dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara," pungkasnya.

Emosi Diganggu usai Pulang Keja

"Pelaku sempat kabur ke wilayah Kota Medan, tapi akhirnya kita berhasil mengamankan pelaku di kawasan Tigapanah," katanya.

Atas aksi bejatnya tega menganiaya anak kandungnya sendiri, tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku terbukti telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga berupa kekerasan fisik, dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara," pungkasnya.

Emosi Diganggu usai Pulang Keja

J hanya bisa tertunduk lesu saat digiring di Polres Tanah Karo.

Di hadapan Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, pelaku mengaku tega memukuli anak kandungnya yang masih terhitung usia Balita itu arena anaknya menggangunya saat ia baru pulang kerja.

"Dia ganggu saya pak, saya baru pulang kerja. Karena masih capek, saya bilang jangan ganggu bapak dulu, terus saya pukul," ujar pelaku.

Saat menginterogasi pelaku, Wahyudi sempat menanyakan pelaku memukul korban menggunakan apa. Pelaku mengungkapkan, jika dirinya memukul pelaku menggunakan tangan kosong.

"Kamu pukul pakai apa, sampe berdarah?" tanya Wahyudi.

"Pakai tangan saya pak," ucap pelaku.

Ketika ditanya lebih lanjut modus pelaku sampai begitu emosi, Wahyudi menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku saat diperiksa ia memiliki masalah keluarga dengan istrinya.

Namun, sampai sekarang pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebab permasalahan keduanya hingga anaknya bisa menjadi korban.

"Diduga pelaku ada masalah keluarga, tapi kita masih menelusuri permasalahan yang ada, nanti akan kita periksa kembali untuk mencari tau kenapa pelaku sampai tega melakukan kekerasan terhadap anaknya ini," ungkapnya.


Sumber:Tribun