Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 November 2023

Pasca Gempa Di Laut Banda Maluku,BMKG Catat 78 Gempa Susulan

 

AMBON, Pos62.Online - Rentetan gempa susulan masih terus terjadi di Laut Banda, Maluku Tengah, Maluku, Kamis (9/11/2023). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon mencatat, hingga kini sudah sebanyak 78 kali gempa susulan terjadi pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 yang terjadi pada Rabu (8/11/2023).


Djati mengatakan, dari 78 kali gempa susulan yang terjadi itu gempa susulan paling besar tercatat berkekuatan magnitudo 6,8. Sedangkan gempa susulan terkecil berkekuatan magnitudo 3,2.


Gempa susulan paling besar itu M 6,8 dan paling kecil M 3,2," ujarnya


Adapun dari 78 kali gempa susulan yang terjadi hanya dua kali gempa yang dirasakan getarannya. "Dua gempa susulan dirasakan getarannya," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, gempa susulan terakhir hingga pukul 14.26 WIT berkekuatan 4,0 magnitudo. Sebelumnya diberitakan, gempa bermagnitudo 7,2 mengguncang Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya pada Rabu (8/11/2023) pukul 13.53 WIT. Gempa jenis dangkal itu berpusat di Laut Banda pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Tidak ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut, namun BMKG mencatat gempa tersebut sempat memicu terjadinya tsunami minor di Damar dan perairan laut Banda.


Sumber:Kompas.Com


Kamis, 26 Oktober 2023

Gempa Bumi 5,9 yang Terjadi di Wilayah Laut Banda Maluku Barat Daya


 






Jakarta,Pos62.Online-


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Laut Banda Maluku Barat Daya, Maluku, Kamis (26/10/2023) pukul 12.44 WIB dengan magnitudo 5,9 tidak berpotensi tsunami.

Gempa bumi ini berdasarkan analisis BMKG terletak pada kedalaman 159 kilometer.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Kamis.

Daryono menerangkan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Adapun BMKG menyatakan jenis dan mekanisme gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan Naik atau Thrust fault.

BMKG pun mengimbau masyarakat setempat untuk tidak terpengaruh isu yang tak dipertanggung jawabkan kebenarannya, serta menghindaei bangunan yang retak atau rusak.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Daryono.


Sumber:Tribunnews




Jumat, 06 Oktober 2023

Titik Panas Masih Terpantau di Pulau Sumatra 1.441

 

Pekanbaru,Pos 62.Online-Sebanyak 1.441 titik panas masih terpantau di Wilayah Sumatera berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau yang jumlahnya tidak mengalami perubahan bila dibandingkan satu hari sebelumnya.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R menyampaikan data tersebut diperbarui pada pukul 07.00 WIB, Jumat. Titik panas terbanyak terpantau di Sumatera Selatan sebanyak 998, diikuti Lampung 189, dan Bangka Belitung 105, Jambi 74, Sumatera Barat 48, Bengkulu lima, dan Sumatera Utara dua.

"Untuk Provinsi Riau terpantau ada 20 titik panas tersebar di lima kabupaten. Di Kabupaten Indragiri Hulu tujuh, Bengkalis lima, Pelalawan tiga, Inderagiri Hilir tiga, dan Kuantan Singingi dua," katanya.

Sementara itu cuaca di Provinsi Riau pada Jumat dini hari, yakni udara kabut hingga cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru.

Sementara itu untuk kualitas udara di Pekanbaru berdasarkan pemantauan PM25 masih berada pada kategori tidak sehat. Terpantau pada Pukul 08.00 WIB, Jumat pagi (06/10) pada angka 63.

 Sebelumnya pada Kamis, (05/10) dan Jumat pagi (06/10) terpantau hujan turun di sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru dengan intensitas ringan. Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edy Afrizal itu merupakan hujan alami.

Dirinya memastikan hal itu karena pesawat teknologi modifikasi cuaca.Dia berharap turunnya hujan membantu menghilangkan kabut asap di Pekanbaru dan sekitarnya.

"Pesawat TMC baru Jumat sampai di Pekanbaru. Alhamdulillah hujan yang turun sangat membantu mengurangi kabut asap," ujarnya.

Pada siang hingga sore ini, BMKG juga memperkirakan akan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Itu terjadi pada sebagian besar wilayah di Provinsi Riau.

 Sumber:ANTARASUMUT

Ilustrasi Hujan BMKG Prediksi Kota-Kota Ini Diguyur Hujan 6 Oktober

 

Jakarta,Pos 62.Online-Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur sebagian kota besar di Indonesia pada hari ini, 6 Oktober 2023. Apakah Jakarta termasuk?

Dilansir Antara, Jumat (6/10/2023), kota-kota yang berpotensi diguyur hujan adalah Tanjung Pinang di Kepulauan Riau, Pekanbaru di Riau, Padang di Sumater Barat, dan Bandar Lampung.

Di Pulau Kalimantan, hujan ringan diperkirakan turun di Samarinda dan Banjarmasin. Cuaca berawan ada di Pontianak dan Tanjung Selor, serta asap di Palangkaraya.

Sedangkan, wilayah Pangkal Pinang dan Bengkulu diperkirakan berawan, serta Palembang dan Jambi berasap.

Surabaya, Jakarta, dan Serang diprediksi bercuaca cerah berawan, begitu pula Semarang dan Yogyakarta.

Sementara itu, Kepulauan Sunda Kecil diperkirakan berawan untuk wilayah Denpasar dan Mataram, sedangkan cerah berawan ada di Kupang.

Kecepatan angin diprakirakan akan mencapai 15 sampai 55 km/jam yang mengarah ke timur-tenggara.


"Suhu udara di kota-kota besar Indonesia berkisar antara 20 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 40 sampai 100 persen," kata Prakirawan BMKG Marlin Denata dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Sumber:detiknews