Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label penemuan mayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penemuan mayat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 November 2023

Ditemukan Mayat Yg Terikat Lakban Dalam Mobil Yg Terparkir Di Minimarket

 


Sukabumi, Pos62.Online - Mayat terikat lakban ditemukan dalam mobil yang terpakir lama di halaman minimarket di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), Selasa (7/11/2023) malam. Identitas jenazah itu diketahui bernama Suparno (55), sopir taksi online asal Depok, Jabar.

Jenazah Suparno telah selesai diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin, Kota Sukabumi. Dokter spesialis forensik, Nurul Aida Fathya, mengatakan, korban diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam.

Berdasarkan hasil otopsi, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Kalau dari korban sendiri, luka-luka yang signifikan seperti luka terbuka atau luka lecet tidak ditemukan," ujarnya, Rabu (8/11/2023). Namun, petugas forensik mendapati temuan bahwa korban kekurangan oksigen. Ia menuturkan, penyebab kekurangan oksigen di antaranya karena jalan napas tertutup.

Jadi usaha napas berlebih itu ada pada korban. Itu yang paling jelas," ucapnya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo menjelaskan, saat ditemukan, beberapa bagian tubuh korban dalam kondisi terlakban.

Kasus ini diketahui saat warga mencurigai sebuah mobil yang terparkir cukup lama di halaman minimarket. Usai memperoleh informasi tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cireunghas dan Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota langsung ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi, untuk diotopsi. "Perkara ini sekarang masih proses penyelidikan," ungkapnya, Rabu.

Sumber:Kompas.Com

Rabu, 08 November 2023

Istri Di Koja Saksikan Jasad Suami Dan Anaknya Membusuk ,Ini Alasannya

 

Jakarta, Pos62.Online- Polisi masih menyelidiki kasus seorang ayah berinisial HR (50) dan anak balitanya AQ (2) yang ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah rumah di wilayah Koja, Jakarta Utara. Ternyata istri korban berada di lokasi selama berhari-hari saat suami dan anaknya sudah dalam kondisi tewas.

"Bisa bayangkan, dia berhari-hari ada di TKP. Kamu bukan medis, tapi kamu bisa bayangkan tekanan psikologis seorang ibu, seorang istri, ada di TKP," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iver Son Manossoh kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).


Sebelumnya, polisi mengungkap ayah dan balita memiliki waktu kematian berbeda sebelum akhirnya membusuk di rumah tersebut. Usia kematian korban bapak sekitar 10 hari, sementara anak kematian tiga hari.


Saat kedua korban ditemukan, si istri juga ditemukan di lokasi dengan kondisi lemas. Iver Son menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pemeriksaan kepada si istri, termasuk melakukan tes gangguan kejiwaan.


Kira-kira dia alami keguncangan jiwa trauma atau apa ya, gangguan secara jiwa, apalagi medis, ini kan identifikasi medis. Jadi langkah-langkah kita ini medis yang lakukan, jadi untuk menganalisa apakah ada gangguan jiwa atau tidak," ujarnya.


Kondisi Bapak-Anak Saat Ditemukan

Polisi mengungkap hasil pemeriksaan jenazah bapak berinisial HR (50) dan balita AQ (2) yang ditemukan tewas membusuk di rumah di Koja, Jakarta Utara. Dari hasil pemeriksaan, terdapat luka di anak, sementara di sekitar tubuh bapak ditemukan darah.


"Pada anak, jejak kematian 3 hari itu kita akan terus lakukan uji jaringan untuk melihat penyebab kematian yang signifikan. Ada luka," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan kepada wartawan, Senin (30/10).


Gidion mengungkapkan luka pada anak ditemukan pada bagian wajah dan kening. Namun apakah luka tersebut berkaitan dengan kematian korban, hal ini masih didalami lebih lanjut.


"Apakah luka signifikan dengan kematian itu? Perlu dilakukan uji jaringan karena usia kematian tiga hari. Tidak tampak luka kasatmata. Ada luka di bagian wajah dan kening," ujar Gidion.


Sementara itu, pada tubuh HR tidak ditemukan luka terbuka. Namun polisi mengungkap terdapat darah di sekitar jasad korban HR.


"Penyebab kematian, secara kasatmata, pada tubuh H tidak ditemukan luka terbuka. Pun ada darah di sekitar jasad tubuh, tapi tidak ditemukan luka terbuka," jelasnya.


Sumber:DetikNews.com

Sabtu, 09 September 2023

Beberapa Fakta Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Cinere, ditemukan Secarik Kertas

 







Pos62.online -Akhir-akhir ini, warga Cinere, Depok, Jawa Barat, dihebohkan dengan penemuan kerangka mayat yang diduga ibu GA (64) dan anaknya DA (38) di sebuah rumah dua lantai. Adapun penemuan mayat ibu dan anak tersebut diketahui pada hari Kamis, 7 September 2023 setelah warga memeriksa rumah dengan didampingi RT setempat. Simak beberapa fakta penemuan kerangka ibu dan anak di Cinere di bawah ini.

Kepala Urusan Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi menyebutkan penemuan mayat ibu dan anak di sebuah rumah di Cinere, Depok berawal saat warga memasuki pagar rumah dan ke area garasi.

Warga sempat mencium bau busuk. Setelah ditelusuri, ternyata bau busuk tersebut berasal dari dalam kamar mandi. Setelah itu, satpam perumahan pun selanjutnya menghubungi Polsek Cinere. Ketika pengecekan dilakukan di lokasi, polisi mendapati kerangka manusia dengan jenis kelamin perempuan dalam kondisi masih berpakaian.

Korban ditemukan di kamar mandi yang tidak terkunci dan dalam kondisi yang sudah tidak bisa diidentifikasi karena hanya menyisakan kerangka tubuh.

Polisi berkumpul di titik lokasi. (Foto: Istimewa)

"Kedua korban (GA dan DA) ditemukan di ruang kamar mandi yang tidak terkunci dalam keadaan sudah tidak bisa diindetifikasi (tinggal kerangka)," jelas Made.

Adapun sejumlah fakta penemuan ibu dan anak di Cinere adalah sebagai berikut:

Ditemukan dalam Posisi Telentang di Kamar Mandi

Seorang satpam setempat, Jafar menjelaskan ibu dan anak itu ditemukan berjejer di kamar mandi rumahnya. Keduanya ditemukan dalam posisi telentang.

"Posisinya (korban) di kamar mandi telentang, menyender gitu. Yang satu menyender agak sebelah kanan, yang ibunya kiri dekat pintu," ungkap Jafar.

"di kamar mandi belakang kamar mandi pembantu," lanjutnya.

Korban Meninggal Sudah Lama

Made mengatakan bahwa jasad dua korban diperkirakan sudah lama meninggal.

Meskipun demikian, sampai kini belum ditemukan penyebab kematian korban.

Selain itu, saat ditemukan, jasad korban masih dalam kondisi berpakaian dan sudah tidak dapat diidentifikasi karena sudah menjadi tengkorak atau menyisakan kerangka.

Korban Terakhir Kali Terlihat Naik Taksi Bulan Juli 2023

Jafar mengaku terakhir kali melihat aktivitas di rumah korban pada bulan Juli 2023. Korban keluar rumah dengan transportasi taksi.

"Sudah lama tidak pernah keluar, biasanya setiap hari Kamis keluar pakai taksi, diperkirakan belanja aja. Satu bulan setengah, hampir dua bulan tidak kelihatan," jelasnya.

Secarik Kertas Ditemukan di Meja Dapur

Selanjutnya, Made menjelaskan pihaknya juga menemukan secarik kertas yang tergeletak di meja dapur. Di atas kertas tersebut, tertera dua nama dengan inisial S dan K.

Selain itu, tertera juga nomor telepon dan kalimat harapan

"Di meja dapur ditemukan kertas bertuliskan nama inisial S dan Ibu K, harapan, serta nomor telepon," ungkapnya.

Selama Sebulan Korban Tak Keluar Rumah

Dalam keterangannya, Made menjelaskan bahwa penemuan mayat ibu dan anak tersebut berawal dari laporan warga kepada satpam kompleks yang curiga. Kecurigaan tersebut muncul setelah keduanya tidak pernah keluar rumah selama satu bulan.

"Petugas security (satpam) mengubungi Polsek Cinere dan setelah dilakukan cek TKP ternyata ditemukan 2 orang mayat laki-laki dan perempuan diduga penghuni rumah Nomor 39 Perum BCI," papar Made.

Kondisi Rumah dalam Keadaan Tak Terawat

Made menuturkan, berdasarkan keterangan awal dari warga yang berada di sekitar lokasi, korban memang hanya tinggal berdua. Kondisi rumah korban juga dianggap sudah tidak terawat dan sebagiannya sudah ambruk.

Korban Diketahui Tak Pernah Bersosialisasi

Made juga mengungkapkan bahwa kedua korban dinilai tidak pernah menjalin komunikasi atau sosialisasi dengan warga sekitar.

"Menurut keterangan warga di sekitar rumah, korban (GA dan DA) hanya tinggal berdua dan tidak pernah bersosialisasi," papar Made.

Demikianlah ulasan tentang fakta-fakta penemuan kerangka ibu dan anak di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Sumber:era.id