Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2025

Pantai Tirang Semarang, Tujuan Wisata Terbaru di Kota Semarang

Semarang, berita24.info -

Libur lebaran memasuki hari hari akhir untuk bersama keluarga, pantai tirang pantai sisi Semarang barat menjadi jujukan wisata warga kota semarang untuk merayakan akhir akhir liburan bersama keluarga besar setelah merayakan hari kemenangan umat Islam.


Pantai yang terletak sebelah Barat kota Semarang menjadi titik bercengkrama bersama keluarga tercinta sebelum melakukan perjalan kembali ke kota lain untuk melaksanakan giat atau bekerja.


Pantai tirang menjadi destinasi wisata masyarakat kota semarang, jika ingin ke pantai semarang tepatnya berpantai ria disini tempatnya, pantai yang masih nampak alami ini terletak di belakang kawasan perumahan graha padma Semarang. 


Disamping area parkir luas ada gazebo,persewaan ban,pakaian renang,warung makanan. fasilitas yang belum komplit ini rencana akan dilengkapi oleh pemerintah kota semarang dan akan dipercantik nantinya,terang salah satu pengelola di pantai tirang. 


Nantinya fasilitas disini akan lengkap dan mumpuni,biar masyarakat betah di pantai ini,

pantai yang dikelola oleh Dinas Pariwisata kota Semarang ini tergolong wajib di rehap jalan utama menuju ke pantai tirang,keluhan demi keluhan dari pengunjung menjadi PR bagi Dinas yang mengelola tempat ini. Nurul,rombongan asal kota Demak mengunjungi pantai Tirang berkat cerita kerabat yang tinggal di Semarang, mengatakan bahwa tempat ini berpotensi jadi indah dan bersih tapi sangat disayangkan pemerintah lalai terhadap jalan utama arah menuju ke pantai,jalanya jeblok dan agak bergelombang, serta fasilitasnya kurang memadahi, supaya jadi perhatian saja untuk kedepanya bisa di benahi.pasti akan terlihat jadi pusat jujukan wisata nantinya,ini pantai hanya butuh polesan saja dan fasilitas penunjang lainya. 


Sumber : penamedan.info


Rabu, 08 November 2023

Inilah Cerita Indahnya Sungai Pusur Klaten Jawa Tengah yang Menjelma Menjadi Wisata Tubing


 






Klaten,Pos62.Online-


Lewat gerakan bersih-bersih sampah, kini Sungai Pusur yang terletak di Klaten, Jawa Tengah menjelma menjadi destinasi wisata tubing.

Di mana sebelumnya, kawasan sungai itu tampak kumuh dan tak terawat.

Dilaporkan masyarakat sekitar yang peduli wisata, melakukan gerakan bersih sungai secara mandiri dan berkala.

Mulai dari membersihkannya dan membuka akses jalan ke area sungai untuk akses tubing. 

Kini setiap akhir pekan, sering dijumpai rombongan kecil yang menaiki ban dan mengikuti aliran sungainya, riuh teriakan mereka menghidupkan suasana sepanjang Pusur.

Adalah anak-anak muda desa bermain di sungai yang secara sukarela melakukan penyisiran membersihkan sampah-sampah plastik di sepanjang aliran sungai.

Selanjutnya mereka menjadi relawan Sampah yang diinisiasi AQUA Klaten.

Tidak hanya itu, masyarakat desa diedukasi untuk tidak membuang sampah di sungai serta menyediakan tempat pembuangan sampah, menurut rilis yang dikirimkan pada Tribunnews.

Kemudian terbentuklah Pusur Institute, sebuah wadah kolaborasi pihak-pihak yang memiliki kesamaan visi terhadap kelestarian Kawasan Sub DAS Pusur dan sekitarnya.

Sekjen Pusur Institute Muslim, mengatakan sungai Pusur ini sebenarnya salah satu Sub DAS yang berada di kawasan operasional kerja DAS Bengawan Solo.

Meski panjangnya yang hanya 36 kilometer, sungai ini melewati dua administrasi kabupaten, yaitu Kabupaten Boyolali dan Klaten.  

Daerah hulu berada di Boyolali yang menjadi kawasan konservasi dan tangkapan air. Sedang kawasan hilirnya berada di Klaten yang saat ini dijadikan sebagai wisata tubing yang dikelola masyarakat setempat.  

Dia menuturkan area tubing di Sungai Pusur ini awalnya diinisiasi masyarakat Desa Jragan yang merindukan masa anak-anak ketika bermain di sungai.

Oleh karena itu, mereka menjadikan sungai menjadi layak untuk digunakan bermain.

“Dan karena unsur ketidaksengajaan inilah muncul inisiatif untuk membentuk area tubing di Sungai Pusur atau disebut dengan RTPA atau River Tubing Pusur Adventure,” katanya.

Masyarakat kemudian mulai membersihkan sungai yang kala itu belum terjamah dan penuh dengan sampah, membuka jalan yang akan digunakan untuk akses tubing.

Aktifitas yang kemudian mendorong pergerakan ekonomi pada masyarakat sekitar sungai ini justru memudahkan relawan untuk mengedukasi masyarakat desa supaya tidak membuang sampah di sungai serta menyediakan kotakan sampah sebagai tempat pembuangan sampah. Proses ini memakan waktu sekitar satu tahun

Untuk pendanaan berawal dari tiap anggota RTPA yang wajib mempunyai ban sendiri. Seiring berjalannya waktu, RTPA baru kedatangan pengunjung atau wisatawan.

Kemudian, hasil dari pengunjung digunakan untuk membeli perlengkapan safety serta peralatan yang diperlukan.  

Sampai saat ini belum adanya bantuan dari pihak luar terkait pendanaan. Artinya, pendanaaan murni dari anggota komunitas.

Sedangkan untuk administrasi, hasil dari tubing tersebut semuanya masuk ke kas dan digunakan untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan.

Namun, akhir-akhir ini dibagi Rp 10 ribu untuk pemandu dan Rp 40 ribu untuk kas.

Melihat kesuksesan RTPA yang merupakan penggagas pertama area tubing di sepanjang aliran Sungai Pusur, kemudian masyarakat di sekitar lintas tubing pun menginginkan untuk membuat hal serupa.

”Karena ada wisata itu, saya kira gotong royong untuk membersihkan sungai itu juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat, bukan karena event.

Karena, kalau seumpama arusnya tidak tertata otomatis wisatawan akan tidak nyaman untuk tubing di situ.

Oleh karena itu, ketika ada sampah, jalur yang terbawa arus itu harus ditata lagi. Bersih-bersih sungai itu biasanya dilakukan warga setiap hari Jumat,” ujar Muslim.

Ada beberapa operator yang mengelola wisata river tubing di Sungai Pusur di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.

Salah satu operator adalah New Rivermoon, sebuah resto bernuansa alam yang berlokasi di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang menawarkan river tubing, outbound dan resto dengan berbagai menu yang harganya terjangkau.

Paket makan per orang antara Rp30.000 sampai Rp50.000 tergantung pilihan menunya.

Awalnya, New Rivermoon Kali Pusur hanya menyediakan fasilitas wisata river tubing jarak pendek, 300 meter dan outbound.

Kemudian, river tubing diperpanjang hingga dua kilometer. Semenjak itu, pengunjung River Moon Kali Pusur bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 wisatawan per pekan yang berasal dari Solo, Klaten, Semarang, Jogja hingga mancanegara.

Berdiri di lahan seluas tiga hektar, Prasetyo, pemilik New Rivermoon, juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengembangkan wisata Klaten ini, mulai dari jasa catering hingga instruktur river tubing.

Biasanya wisatawan datang dalam rombongan besar, namun ada pula yang satu keluarga saja. Masuk ke area itu tidak dipungut biaya. Mereka hanya membayar bila makan di resto dan menikmati river tubing.

Wisatawan akan diajak berbasah-basah menyusuri Sungai Pusur yang bersih dan berbatu-batu di atas sebuah ban berukuran besar.

Setiap rombongan wisatawan akan didampingi operator yang memahami jalur dan safety yang diperlukan sehingga dipastikan mereka mengarungi sungai dengan nyaman. Semua peserta juga harus menggunakan perangkat keselamatan seperti pelampung dan helm.

“River tubing ada dua pilihan, jarak pendek 400 meter finish di Desa Karanglo, cukup Rp 20.000 per orang. Yang jarak panjang 1,5 km cukup membayar Rp 50.000 finish di Desa Wangen, pulangnya dijemput pick up. Kalau yang jarak pendek tidak dijemput,’’ ujar Sukoyo, salah satu pengelola Rivermoon.


Sumber:Tribun

Sabtu, 28 Oktober 2023

Sebuah Telaga di Bengkulu Viral,Kini Jadi Tempat Wisat Baru


 






Bengkulu Tengah,Pos62.Online

 

Telaga ini berlokasi di tengah kebun sawit, di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Imam Desa Talang Boseng, Supirman mengatakan bahwa awalnya kondisi telaga itu ditemukan oleh seorang pemanen sawit. Ia pun langsung menyampaikan penemuannya kepada warga desa lain.

"Telaga ini sebelumnya memiliki air yang jernih. Namun beberapa hari ini berubah airnya menjadi biru," kata Supirman kepada detikSumbagsel, Jumat (27/10/2023).

Supirman menambahkan, telaga ini semakin viral karena ada warga yang mengunggahnya ke media sosial. Semakin banyak orang berdatangan untuk melihat keanehan telaga ini.

Menurut Supirman, sebelum airnya berubah warna, telaga sedalam tiga meter itu biasa digunakan anak-anak di desa itu untuk mandi dan berenang. Namun sejak warna air berubah, anak-anak pun diminta untuk tidak berenang dulu di sana.

Meskipun air di dalam telaga biru, tetapi air yang mengalir dari hulu ke telaga masih jernih. Hanya saja warnanya menjadi biru saat sudah sampai di telaga. Walau demikian, air tersebut tidak mengeluarkan bau yang mencurigakan.

"Kita tidak mengetahui kenapa airnya berubah menjadi biru. Uniknya, air yang mengalir ke telaga tetap jernih, tapi saat masuk ke telaga justru menjadi biru. Agar tidak membahayakan anak-anak, di sekitar danau kita pagar," jelasnya.

Kondisi telaga itu juga dibenarkan seorang warga Kota Bengkulu bernama Yusuf. Ia jauh-jauh datang dari Kota Bengkulu karena penasaran dengan perubahan warna air di telaga itu. Ia menilai ini sebagai fenomena alam yang belum diketahui penyebabnya secara ilmiah.

"Aneh betul airnya dan nyata adanya. Airnya dingin dan tidak berbau. Tadi saya cuci muka di Telaga Biru," ucap Yusuf.

Karena keajaibannya, telaga ini menjadi tempat wisata dadakan. Demi keamanan, warga setempat memagari pinggiran telaga dengan bambu.


Sumber:detiktravel