Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Tenggelam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenggelam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2025

Tragedi Laut Penajam: Kapal Feri KMP Muchlisa Tenggelam, 1 Korban Jiwa, 2 Hilang

 


Jakarta. Berita24.info-

Tim gabungan mengevakuasi satu orang meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya kapal feri Muchlisa di Perairan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).




Diketahui, kapal tersebut membawa 44 penumpang terdiri dari 21 kru kapal dan 23 penumpang. Dari jumlah itu, 42 berhasil diselamatkan, sedangkan dua kru kapal dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.



"Satu korban jenis kelamin laki-laki sudah ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, M. Sukadi Kuncoro saat dikonfirmasi, Selasa (6/5).



Disampaikan Sukadi, untuk satu orang lainnya hingga saat ini masih dalam upaya pencarian oleh tim gabungan di lokasi kejadian.



Kapal feri Muchlisa mengalami insiden nahas hingga akhirnya tenggelam di Perairan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pada Senin (5/5).



Insiden bermula saat kapal bertolak dari Pelabuhan Kariangau, Balikpapan menuju ke Penajam pada sekitar pukul 11.30 WITA.



"Setelah berjalan sekitar 30 menit, kapal mengalami kerusakan pada mesin penggerak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan," kata Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan dalam keterangannya, Selasa (6/5).

Saat itu, petugas kapal segera menginformasikan masalah yang terjadi kepada penumpang. Mereka langsung memindahkan penumpang ke kapal feri lain.



"Namun, tidak lama setelah itu, kapal KMP Muchlisa mulai miring dan akhirnya tenggelam. Kapal diperkirakan tenggelam di kedalaman sekitar 20 meter di dasar perairan," ucap Dian.


Sabtu, 18 November 2023

Saat Cari Kepiting Jasad 2 Bocah SD di Samarinda Ditemukan Berpegangan Tangan








Samarinda,Pos62.Online-


Jasad 2 siswa SD yang tewas tenggelam di Sungai Karang Asam Besar, Kota Samarinda berhasil ditemukan.                

Dua jasad murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 017 Revolusi tersebut yakni AH dan RHJ ditemukan dalam posisi saling berpegangan tangan.

Tubuh mereka tersangkut di antara balok kayu yang tertancap di bawah kaki jembatan.

Sebelumnya diberitakan, tak kunjung pulang selama seharian penuh, dua bocah berusia delapan tahun ditemukan meninggal dunia di Sungai Karang Asam Besar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (17/11/2023).

Keduanya dipastikan tenggelam saat sedang asyik bermain tepat di bawah jembatan Jalan Revolusi, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. 

Babinsa Kelurahan Lok Bahu, Sertu Sulistiyo menjelaskan bahwa mereka mendapat informasi hilangnya kedua bocah tersebut pada pukul 17.30 Wita.

Kala itu informasi yang beredar masih simpang siur.

Namun berdasarkan keterangan salah satu rekan para korban yang sempat bermain bersama, munculah dugaan keduanya terseret arus dan tenggelam di sungai selebar 10 meter dan kedalaman 4 meter.

"Apalagi tadi malam air pasang setinggi dua meter," sebut Sertu Sulistiyo. 

Karena dugaan tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, akhirnya mereka urung melakukan koordinasi dengan Basarnas ataupun BPBD Kota Samarinda.

Karena tidak ada saksi kunci. Cuma satu temannya bilang kalau terakhir mereka main di bawah jembatan.

"Rekaman CCTV juga memperlihatkan korban terakhir di sekitar sungai," jelasnya lagi.  

Oleh sebab itu, pihaknya bersama jajaran Polsek Sungai Kunjang, para relawan Samarinda dan masyarakat setempat akhirnya mencoba melakukan pencarian secara bersama-sama.

Meski tidak ada saksi kunci, dugaan kedua korban tenggelam diperkuat dengan ditemukannya gelas berisi sejumlah kepiting dan jejak terpeleset di sisi kiri jembatan.

"Akhirnya ada yang melakukan penyelaman manual, ada juga yang menyisir pakai perahu relawan," ingatnya.

Tanpa mempedulikan dinginnya udara malam seluruh tim SAR gabungan tersebut melakukan pencarian hingga dua jam lebih.

Upaya itu berhasil. Tepat Pukul 00.30 Wita tubuh kedua bocah malang itu ditemukan dalam posisi berpegangan tangan sejauh 3 meter dari posisi terakhir terjatuh.

"Dugaan kita salah satu terpeleset dan satunya mau menolong. Tapi karena tidak kuat keduanya jadi korban," lirihnya.

Usai dievakuasi jasad dua bocah tersebut langsung dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Sudah Wafat 9 Jam Lalu

Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal menjelaskan bagaimana awal kronologis sebelum AH (8) dan RHJ (8) ditemukan tak bernyawa.

Pada pukul 10.30 Wita, AH berpamitan kepada orangtuanya Setelah mendapat izin, Pukul 16.30 Wita AN pun menyusul rekan-rekannya ke bawah jembatan yang berada di Jalan Revolusi tersebut.

"Tapi dia (AN) tidak melihat dua temannya lagi. Cuma ada gelas plastik berisi beberapa kepiting," ungkap Kompol Zainal Arifin.untuk bermain bersama RHJ.

Tidak hanya berdua, pada Pukul 15.15 Wita mereka juga mengajak AN (9) untuk mencari kepiting di sungai yang bermuara ke Pasar Kedondong tersebut.

Namun karena takut dicari, AN memilih untuk pulang meminta izin lebih dulu dan berjanji akan menyusul AH dan RHJ ke Sungai Karang Asam Besar.

Setelah mendapat izin, Pukul 16.30 Wita AN pun menyusul rekan-rekannya ke bawah jembatan yang berada di Jalan Revolusi tersebut.

"Tapi dia (AN) tidak melihat dua temannya lagi. Cuma ada gelas plastik berisi beberapa kepiting," ungkap Kompol Zainal Arifin.

Karena AN telah pulang namun dua bocah tersebut tak kunjung pulang, akhirnya pihak keluarga mencoba menghubungi Babinsa dan Babinkamtibmas Lok Bahu.

Setelah dilakukan pencarian, kedua korban ditemukan meninggal dunia, tenggelam di bawah kaki jembatan.

Ia juga menambahkan, dari pemeriksaan awal, para korban diperkirakan telah meninggal dunia selama 9 jam sebelum ditemukan.

"Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menolak untuk autopsi. Jadi jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing," tandasnya. 

Imbauan Unit Siaga SAR Samarinda Soal Banyaknya Kasus Warga Tenggelam

Sepanjang 2023 ini, tercatat telah terjadi lebih dari 15 kondisi membahayakan manusia (KMM) yang ditangani oleh Unit Siaga SAR Samarinda.

Basarnas menyebut, untuk 2023 ini hampir seluruh peristiwa dengan korban jiwa itu terjadi di wilayah Kabupaten Kitai Kartanegara (Kukar).

"Dari 15 kejadian itu tercatat ada 17 korban meninggal dunia dengan berbagai faktor," sebut Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi saat dijumpai Tribunkaltim.co di kantor unit mereka, Jalan Juanda 3, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (16/7/2023).

Adapun penyebabnya antara lain;

Pertama karena faktor kerja. Seperti contoh kecelakaan kerja yang baru-baru saja terjadi di kawasan dermaga PT Segara, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda pada Senin (10/7) lalu.

Dimana kala itu pemilik klotok melakukan perbaikan kapal tanpa menggunakan alat pelampung yang memadai.

"Kami sudah cek, ternyata di klotok mereka ada pelampung. Cuma saja posisinya memang tidak strategis," bebernya.

Lalu kedua ada faktor aktivitas di perairan. Seperti contoh anak-anak berenang di sungai ataupun banjir.

Ia menjelaskan, kebanyakan dalam faktor ini tak ada pengawasan dan apalagi pelampung. 

"Akibatnya para korban terseret arus dan hilang. Beberapa ditemukan, beberapa juga tidak," bebernya lagi.

Lalu ketiga ada faktor ekonomi. Ia menyebutkan beberapa contoh yakni korban terjatuh saat tengah mengambil batu bara dari tongkang yang dipindahkan ke kapal klotok.

"Dari tiga faktor itu rata-rata korban tidak melengkapi diri dengan alat keselamatan diri yang memadai. Artinya kesadaran untuk menyediakan alat keselamatan diri masih kurang," ucapnya.

Ia juga menambahkan masih banyak kasus KMM yang tidak terdeteksi lantaran tak adanya laporan kepada pihak Basarnas.

"Meskipun ada yang tidak terdeteksi, dari 15 kejadian dengan 17 korban MD ini saja sudah terbilang kasus KMM di wilayah operasi kita meningkat," jelasnya.

Oleh sebab itu, Basarnas melaluinya kembali menegaskan agar setiap orang yang melakukan kegiatan di perairan selalu melengkapi diri dengan alat penyelamatan diri dalam hal ini pelampung.


Sumber:Tribun

Selasa, 14 November 2023

Purnama Riyadi Warga Pantai Labu Tenggelam Di Sungai Ular,Kondisi Sudah Tak Bernyawa










Deli Serdang,Pos62.Online


Di kabar kan hanyut dan tenggelam di sungai Ular pada kamis lalu, Purnama Riyadi (20) Warga Dusun II Desa Sarang Burung kecamatan Pantai Labu kabupaten Deli Serdang di temukan dalan keadaan mengapung tak bernyawa , sabtu 11/11/2023.

Berkat kerja tim sar yang berjibaku dalam pencarian korban tenggelam di sungai ular selama tiga hari akhirnya membuah kan hasil.

Kapolsek Pantai Labu Polresta Deli Serdang Iptu .Warman yang menyampaikan kepada awak media/wartawan , bahwa korban tenggelam di sungai ular sudah di temukan Tim Sar sekira pukul 0.8.30 WiB.

Saat ini gabungan Tim Sar dari Basarnas kelas A Medan,BPBD DeliSerdang,Polsek Pantai Labu, Bakamla, Koramil 23, Unit Markas Polairud Deli Serdang dan pemerintahan desa, sudah menyerahkan jenazah korban tenggelam pada keluarganya.

Kapolsek Pantai Labu menambahkan, bahwa keluarga korban tidak bersedia untuk di lakukan otopsi terhadap jasad tersebut dan hanya memperboleh kan visum luarnya saja.

(sopiyan) 

Kamis, 09 November 2023

Korban Tenggelam di Bendungan Sapon Kulon Progo


Kulon Progo,Pos62.Online-


Seorang remaja laki-laki berinisial NW (15) tenggelam di Bendungan Sapon , Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo pada Rabu (08/11/2023) petang.

Ia pun meninggal dunia akibat kejadian ini.

Kasi Humas Polres Kulon Progo , Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.15 WIB kemarin.

"Korban tenggelam saat sedang bermain air di Bendungan Sapon ," jelas Novi memberikan keterangannya pada Kamis (09/11/2023).

NW diketahui pergi ke Bendungan Sapon dengan 4 temannya dari Kapanewon Galur.

Mereka bermaksud untuk menikmati waktu matahari terbenam di saluran irigasi tersebut.

Tak lama setelah berada di lokasi, NW lalu mengajak keempat temannya untuk berenang di bendungan.

Mereka pun lalu menuruti kemauan korban.

"Awalnya mereka berenang di area dangkal, namun NW kemudian mengajak berenang ke area yang lebih dalam," ujar Novi.

Adapun area tersebut memiliki kedalaman sekitar 3 meter.

NW yang tidak begitu piawai berenang pun lalu tenggelam dan hanyut akibat arus air irigasi yang deras.

Menurut Novi, teman-teman NW sempat berupaya menolongnya, namun gagal.

Mereka pun lalu meminta pertolongan warga sekitar, yang langsung menghubungi aparat kepolisian.

"Aliran irigasi juga ditutup untuk memudahkan pencarian, dan sekitar 30 menit kemudian korban berhasil ditemukan," ungkapnya.

Saat ditemukan, NW sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Ia dipastikan meninggal dunia murni karena tenggelam berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

Novi mengatakan jasad NW kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Ia pun berharap kejadian ini jadi pembelajaran bagi para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya.

Sumber:Tribun

Selasa, 07 November 2023

Seorang Anak Usia 10 Tahun Tewas Tenggelam Disungai Kalijajar Demak

 

Pos62.Online, DEMAK - Bocah berinisial MRW (10), warga Krapyak Barat, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, Jawa Tengah tewas tenggelam di Sungai Kalijajar Demak, Senin (6/11/2023) sektar pukul 14.06 WIB.


Relawan 65 Demak, Zanari mengatakan bahwa mendapatkan informasi tersebut dari anggota Damkar Demak.


Dia menjelaskan bahwa awalnya MRW bersama 3 temannya bermain di belakang cucian mobil di daerah yang berlokasi di tepi Sungai Kalijajar.

Empat anak bermain dan berenang di sungai Kalijajar belakang cucian mobil dan sepeda motor," kata Zanari kepada tribunjateng.com, Selasa (7/11/2023).


Ketika asik bermain air kata Zanari, ketiga teman MRW tidak mengetahui bahwa temannya sudah tidak kelihatan di sungai.

Mendapati temannya tidak kelihatan lanjut kata dia, sontak teman MRW langsung meminta tolong warga setempat.

Ketika berenang yang terlihat cuman 3 anak yang muncul, satu anak tiba tiba tidak terlihat, dan teman nya berteriak minta tolong karena takut," ungkapnya.

Mendengar suara minta tolong, beberapa warga dan relawan sontak mencari keberadaan MRW.

Sekiranya Pukul 14.30 MRW berhasil ditemukan oleh warga dibantu oleh relawan 65 Demak.


Berhasil menemukan MRW kata dia, korban langsung dilarikan ke RSUD Sunan Kalijaga.


Pihak rumah sakit menginformasikan bahwa MRW dinyatakan meninggal dunia. (Ito)

Sumber:TribunNews.Com

Selasa, 24 Oktober 2023

Ditemukan Tak Bernyawa,Balita di Aceh Selatan Tenggelam Saat Mandi di Sungai


 






Aceh,Pos62.Online-


Alfayat Nadif Hasian (3,5) ditemukan meninggal dunia di sungai bawah Jembatan Gampong Pisang, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, melalui petugas Pusdalops M. Iqbal mengatakan, sekitar pukul 18.00 WIB personel Damkar PB 03 Labuhanhaji mendapat laporan bahwasannya ada anak kecil tenggelam saat mandi di sungai Gampong Pisang, Kecamatan Labuhanhaji.

Menindaklanjuti laporan tersebut, terang M. Iqbal, pihak BPBD Kabupaten Aceh Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menugaskan personel Damkar PB 03 Labuhanhaji menuju kelokasi untuk melakukan pencarian dan pendataan.

"Menurut keterangan petugas dilapangan sekira pukul 15.30 Wib korban sedang menonton TV di ruang tamu besama ayah nya, lalu ayah korban keluar rumah duduk di rumah tetangga sedangkan ibu korban sedang memasak di dapur," Kata M. Iqbal.

Sekitar kurang lebih 10 menit ayah korban masuk kembali kerumah dan melihat korban sudah tidak ada di rumah kemudian ayah korban mencari korban keliling kampung dan menyisir sungai.

"Saat menyisir sungai di bawah jembatan Gampong Pisang, ayah korban menemukan korban sudah dalam keadaan telungkup," jelasnya.

Usai dievakuasi, korban dilarikan ke praktik dr. Erick dan di pastikan korban sudah meninggal dunia.

"Namun untuk meyakinkan, pihak keluarga meminta agar korban di rujuk ke Rumah Sakit Teuku Pekan ( rumah sakit Korea) Blangpidie, Aceh Barat Daya, sesampai di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia," pungkasnya.


Sumber:TribunNews