Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Puan Maharani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puan Maharani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2023

Jokowi Enggan Jadi Ketum PDIP Setelah Diusulkan Oleh Putra Sulung Presiden RI 1

 

Jakarta,Pos 62.Online-Muncul usulan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum (Ketum) PDIP melanjutkan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Namun, Jokowi enggan menjadi Ketum PDIP karena ingin mengisi hari-hari setelah menjadi presiden di Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Usulan itu disampaikan putra sulung Presiden RI ke-1 Sukarno, sekaligus kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra. Dalam opininya di salah satu surat kabar nasional, Sabtu (30/9), Guntur menilai Jokowi perlu melanjutkan karier politiknya setelah purnatugas sebagai presiden.

Guntur menyebut Jokowi sebagai anak ideologis Bung Karno. Guntur terutama mencermati sejumlah kebijakan hilirisasi Jokowi dalam geopolitik global yang dinilai telah melaksanakan prinsip-prinsip Bung Karno.

Jokowi, menurut Guntur, berani melakukan hilirisasi biji nikel. Kebijakan itu menuai kecaman dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, hingga Korea Selatan. Dengan usulan agar Jokowi menjadi Ketum PDIP, Guntur menilai Megawati bisa menjadi Ketua Dewan Pembina.

Jokowi kemudian merespons usulan agar dirinya menjadi Ketum PDIP menggantikan Megawati. Jokowi memilih pulang ke Solo setelah dirinya tak lagi menjabat Presiden Indonesia.

"Saya mau pensiun, pulang ke Solo," kata Jokowi seusai upacara HUT ke-78 TNI di Monas, Jakarta, Kamis (5/10).

Jokowi mengatakan banyak tokoh muda yang layak menjadi Ketum PDIP. Dia menyebut nama Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.

"Banyak yang muda-muda," ujar Jokowi.

"Mbak Puan, Mas Prananda," sambung dia.

Respons Puan Maharani

Ketua DPP PDIP Puan Maharani merespons Jokowi soal usulan menjadi Ketum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri. Puan mengatakan jika dirinya taat pada aturan PDIP.

"Tanya Pak Guntur (Soekarnoputra), karena PDI Perjuangan punya mekanisme dalam menentukan hal tersebut," ujar Puan usai bertemu Ketum PSI Kaesang Pangarep, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).

"Jadi saya taat pada aturan dan mekanisme yang ada di PDIP," sambung dia.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai namanya yang disebut Jokowi sebagai Ketum PDIP, Puan hanya mengamini. Dia pun lantas meminta doa.

"Amin, doain ya. Doain aja," ujarnya.

Bambang Pacul Anggap Demam Pacul

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul turut bicara soal usulan agar Jokowi menjadi Ketum PDIP. Bambang Pacul berbicara tentang Megawati menjadi Ketum PDIP karena proses sejarah.

"Harus di-underline, saya bukan sebagai Ketua DPD, omongan saya tidak mewakili siapa pun kecuali diri saya. Saya mengira ini kan semacam ada demam ketua umum. Orang jadi ketua umum gampang gitu loh, karena ada partai yang membuat ketua umumnya gampang sekali. Mungkin demam itu sehingga orang bicara soal ketua umum," kata Bambang Pacul di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Rabu (4/10).

Ketua Bappilu PDIP ini menyebut pergulatan Megawati di PDIP merupakan hal yang luar biasa. Bambang Pacul memaparkan perolehan suara yang didapat PDIP sejak dipimpin oleh Megawati. Megawati dinilai tercatat sejarah bisa mempengaruhi suara PDIP.

"Dulu pergulatan terus, bergulat panjang, 1993 ketika bum seperti itu, PDI terjadilah kongres luar biasa di Sukolilo. Itu masih di era Orde Baru yang represif, lampu mati, dan sebagainya karena Bu Mega akan menang. Kemudian Bu Mega statement, 'Saya Megawati Soekarnoputri adalah Ketua Umum de facto PDI', bergulat 1995, kemudian 1997 pemilu, Ibu Ketua Umum berpidato, 'Saya tidak menggunakan hak saya sebagai warga republik', wah pasukannya ikut semua, rontok itu 1997," paparnya.

Karena itu, menurutnya, peran PDIP merupakan peran Megawati. Dia menilai tak gampang mengganti trah Sukarno di partai berlambang banteng itu.

"Jadi mengganti trah Sukarno di PDI Perjuangan, mohon izin, itu nggak gampang. Karena apa, karena komunitas pemilih PDI itu utamanya Bung Karno," lanjutnya.

Sumber:detiknews

Ucapan Minta Maaf Kaesang Ke Puan Maharani Bila Dulu PSI Mencela PDIP

 

Jakarta,Pos 62.Online-Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Kaesang Pangarep, bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Dalam pertemuan itu, Kaesang sempat meminta maaf kepada Puan lantaran dulu PSI sempat mencela PDIP.

Pertemuan keduanya berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) kemarin. Usai bertemu, Kaesang sempat membeberkan hasil pertemuan keduanya.

"Biasalah kan tadi ada beberapa obrolan serius, tapi balik lagi karena kami keluarga lebih ke santai-santai," ujar Kaesang usai pertemuan.

Kaesang Minta Maaf ke Puan

Kaesang menyebut dirinya juga sempat meminta maaf ke Puan. Perihal, kata dia, PSI yang dulu kerap mencela PDIP.

"Saya juga sempat minta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya bisa dibilang mencela atau merendahkan PDIP," kata Kaesang.

"Saya dari PSI meminta maaf kepada Mbak Puan secara langsung dan teman-teman PDIP lainnya. Balik lagi ini pesta demokrasi harus dilakukan gembira dan santun," sambungnya.

Respons Puan

Puan lantas menyampaikan terima kasih atas niat baik Kaesang meminta maaf. Puan mengatakan baik PDIP maupun PSI sepakat untuk membangun politik yang beretika.

"Ya saya sangat berterima kasih dengan semangat yang tadi disampaikan Mas Kaesang, bahwa kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun," ujar Puan.

Puan menilai dalam politik harus saling menghargai dan menghormati, meski berbeda pilihan. Sebab, kata dia, dalam politik semuanya memiliki tujuan yang sama.

"Kemudian saling menghargai, menghormati, boleh beda kepentingan, boleh beda kebijakan, namun kebijakan yang tidak kemudian mempunyai satu kesamaan cita-cita, itulah yang harus kita sama-sama perbaiki," paparnya.

"Bukan bicara personal, bukan bicara satu hal yang kemudian tidak menghargai dan menghormati," sambung dia.

Kaesang Akan Disiplinkan Kader PSI yang Masih Cela Partai Lain

Tak berhenti sampai di situ, Kaesang juga berkomitmen akan mendisiplinkan kader-kader PSI yang masih mencela partai lain, termasuk PDIP. Dia tak mempersoalkan jika yang disampaikan kadernya adalah kritik.

"Pasti (bakal didisiplinkan)," kata Kaesang usai bertemu Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya di kawasan Menteng.

"Balik lagi kan di dalam kami sudah bilang beberapa kali kalau mengkritik itu silakan, kalau mencela itu kan beda hal," ujarnya.

Kaesang juga memperingatkan jangan sampai kritik memasuki ranah pribadi. Dia mempersilakan kadernya mengkritik kebijakan.

"Apalagi masuknya ke ranah pribadi itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan, kalau masalah kebijakan ya nggak masalah, biasa lah," imbuh dia.

Sumber:detiknews

Kaesang Pangarep Akan Mendisiplinkan Kader Partai Yang Mencela Partai Lain

 

Jakarta,Pos 62.Online-Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku akan mendisipinkan kadernya yang berani mencela partai lain.

Hal itu dia ungkapkan usai minta maaf kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani, karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP. Permintaan maaf itu disampaikan langsung ke Puan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang.

Malamnya, Kaesang menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya untuk meminta nasihat car berpolitik yang santun.

"Pasti [kader yang mencela partai lain akan didisiplinkan]," kata Kaesang.

Kaesang mengklaim tak melarang kadernya untuk mengkritik partai lain. Dia juga mengaku tak melarang kader untuk mengkritik kebijakan yang ada.

Namun, menurutnya, kader PSI harus bisa membedakan antara kritik dan mencela. Sebab, mencela itu tidak diperbolehkan.

"Mami sudah bilang beberapa kali kalau mengkritik itu silakan, kalau mencela itu kan beda hal apalagi masuknya ke ranah pribadi itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan. Kalau masalah kebijakan ya enggak masalah, biasa lah," jelasnya.

Sebelumnya, Kaesang menemui Puan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang. Dalam kesempatan itu, Kaesang putra Presiden Joko Widodo itu minta maaf ke Puan karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP.


Ia menyampaikan itu dalam pertemuan selama kurang lebih dua jam dengan Puan di Ombe Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang.


"Dan saya juga tadi sempat meminta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya, bisa dibilang mencela atau pun merendahkan PDIP. Saya dari PSI meminta maaf kepada Mba Puan secara langsung dan teman-teman PDIP yang lainnya," ucap Kaesang.

Kaesang mengatakan Pemilu 2024 harus dijalankan dengan santun tanpa menyerang pihak serta dengan suasana gembira.

Pada saat yang sama, Puan menyambut baik pernyataan Kaesang itu. Ia menekankan politik di Indonesia harus dibangun berdasarkan etika. Menurutnya, di dalam politik perbedaan kepentingan dan kebijakan merupakan hal yang lumrah.

"Kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun kemudian beretika yang kemudian saling menghargai," kata Puan.

Sumber: CNN Indonesia

Senin, 02 Oktober 2023

Klarifikasi Isu Puan Maharani Akan Temui Kaesang Pangarep dan PSI Kirim Surat Ke Mengawati

Giring menjelaskan, PSI di bawa kepemimpinan Kaesang Pangarep terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Puan Maharani dan PDIP. (Foto: Dok. Instagram @giring)

Jakarta,Pos 62.Online-

Liputan6.com, Jakarta Beredar isu Puan Maharani ingin bertemu Kaesang Pangarep beberapa hari setelah putra bungsu Presiden Jokowi naik takhta menjadi Ketua Umum PSI. Kabar lain, PSI siap bersurat kepada Megawati Soekarnoputri jelang Pemilu 2024.

Berbagai pihak menduga, ini siasat Kaesang Pangarep untuk menentukan arah politik karena Pemilu 2024 tinggal hitungan bulan. Anggota Dewan Pembina DPP PSI, Giring Ganesha membenarkan Puan Maharani ingin bertemu Kaesang Pangarep.

Mantan vokalis Nidji juga membenarkan saat dikonfirmasi rencana PSI bersurat ke Megawati. “Ya, dong,” jawab Giring ringkas. Ia menampik tudingan PSI galau setelah dikunjungi Prabowo.


Sejak awal PSI terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja. Setelahnya, Giring menyebut kehadiran Kaesang Pangarep sebagai pucuk pimpinan membuat gaya komunikasi lintas partai ala PSI lebih cepat.

Kolaborasi Untuk Masa Depan

Ketua DPR itu pun membeberkan sejumlah nama yang masuk untuk dipertimbangkan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Balik lagi, semenjak waktu itu Mas Prabowo datang ke DPP, kita di DPP PSI memang terbuka untuk siapapun untuk kita bisa berdiskusi, berkolaborasi untuk masa depan,” ujar Giring.


Melansir dari video wawancara di kanal YouTube Berita Surakarta, Minggu (1/10/2023), pelantun “Sang Mantan” memastikan komunikasi PSI dengan berbagai parpol jelang pemilu baik-bak saja.

Bergerak Lebih Cepat

Ketua Umum PSI Giring Ganesha menerima nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2024. 17 partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu 2024 pun telah mendapatkan nomor urutnya masing-masing. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Senang sekali sekarang, semenjak Mas Ketum Kaesang ini semuanya jadi bergerak lebih cepat. Komunikasi dengan segala macam pihak lintas partai juga berjalan dengan baik,” ia menyambung.


Sejak naik takhta, Kaesang Pangarep punya program baru Sowan Kebangsaan. Giring tak menjelaskan detail visi misi program ini. Namun, dalam waktu dekat akan ada gebrakan dari Kaesang.

 Kaesang dan Sowan Kebangsaan

Ketua Umum PSI Giring Ganesha menerima nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2024. 17 partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu 2024 pun telah mendapatkan nomor urutnya masing-masing. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Jadi Mas Ketum Kaesang memang punya program untuk Sowan Kebangsaan. Sekarang kita lagi sowan ke relawan-relawan Pak Jokowi, habis itu sowan ke tokoh-tokoh masyarakat. Insyaallah sebentar lagi kita akan sowan ke lintas partai,” Giring membocorkan.


Dalam kesempatan itu, ia memastikan PSI masih tegak lurus dengan pemerintahan Jokowi. Kaesang Pangarep tengah sowan sembari melancarkan lobi politik ke sejumlah pihak jelang pesta demokrasi 2024.

Sumber:  LIPUTAN 6