Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Perang Palestina Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Palestina Israel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2023

AS Umumkan Israel Setujui Jeda Kemanusiaan Selam 4 Jam Setiap Hari Di Gaza

 

Pos62.Online, AS - Amerika Serikat mengumumkan Israel menyetujui jeda kemanusiaan selama empat jam setiap hari.


Kesepakatan ini untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza.


Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby mengatakan jeda akan dimulai hari Kamis (9/11/2023).


Sehingga, ini memungkinkan orang-orang melarikan diri dan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, menurut laporan Reuters.

Jeda tersebut terjadi setelah diskusi antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam beberapa hari terakhir, termasuk antara Joe Biden dan sekutunya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.


"Kami telah diberitahu oleh Israel bahwa tidak akan ada operasi militer di wilayah ini selama masa jeda, dan proses ini akan dimulai hari ini," kata John Kirby, Kamis (9/11/2023), dikutip dari The Guardian.


John Kirby mengatakan, Israel akan memulai jeda selama 4 jam di Jalur Gaza utara.


Kami memahami bahwa Israel akan mulai menerapkan jeda empat jam di wilayah utara Gaza dengan pengumuman yang akan disampaikan tiga jam sebelumnya," lanjutnya.


Dia menggambarkan berita tersebut sebagai langkah pertama yang signifikan dan AS ingin melihatnya berlanjut selama diperlukan.


John Kirby mengatakan tidak ada gencatan senjata dan hanya jeda sementara.


Menurutnya, gencatan senjata antara Israel dan Hamas adalah keputusan yang tidak tepat karena akan membantu Hamas dan melegitimasi apa yang mereka lakukan pada Sabtu (7/10/2023).


John Kirby memastikan AS tidak akan mendukung hal itu saat ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan menolak usulan gencatan senjata tanpa membebaskan orang-orang yang disandera oleh Hamas.

Pada Kamis (9/11/2023), Presiden AS Joe Biden telah mendorong jeda lebih dari tiga hari untuk mengeluarkan para sandera Hamas.


Joe Biden mengatakan masih optimis.


Reuters melaporkan, para pemimpin intelijen AS dan Israel bertemu dengan para pejabat di Qatar untuk membahas kesepakatan untuk membebaskan para sandera.


Para pemimpin Hamas memiliki kantor politik di Ibu Kota Qatar, Doha.


Anggota senior kelompok militan Hamas juga telah bertemu dengan pejabat Mesir di Kairo untuk membahas situasi di lapangan

Serangan besar-besaran Israel terjadi untuk menanggapi serangan terbaru Hamas di Israel pada Sabtu (7/10/2023) pagi dengan menerobos perbatasan Jalur Gaza.


Hamas mengatakan, serangan itu adalah tanggapan terhadap kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini, terutama kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa, seperti diberitakan Al Arabiya.


Hamas menculik kurang lebih 240 orang di Israel dan meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di wilayah Israel.

Benjamin Netanyahu menyatakan perang melawan Hamas pada Minggu (8/10/2023) dan mengerahkan pasukannya untuk memblokade Jalur Gaza.


Selain membombardir Jalur Gaza, Israel juga meluncurkan serangan udara, memutus aliran listrik, air, membatasi pengiriman bantuan dan memperluas serangan hingga ke Yerusalem dan Tepi Barat.


Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 10.812 warga Palestina sejak Sabtu (7/10/2023) hingga perhitungan korban pada Kamis (9/11/2023), dikutip dari Al Jazeera.


Diperkirakan, lebih dari 2.450 orang lainnya, termasuk 1.350 anak-anak, dilaporkan hilang dan mungkin terjebak atau mati di bawah reruntuhan, menunggu penyelamatan atau pemulihan.


Sumber:TribunNews.Com



Senin, 06 November 2023

Hamas Hancurkan 24 Kendaraan Militer, Tentara Israel Mundur Dari Gaza Utara

 

Pos62.Online, Gaza - Sejumlah tentara Israel tepatnya di Gaza Utara mundur usai menghadapi perlawanan sengit versus pejuang Palestina.


Perang sengit itu menyebabkan puluhan tentara Israel tewas atau terluka.


Sebelumnya pasukan Israel telah meningkatkan serangan ke Kota Gaza, termasuk Gaza utara.


Mereka menggunakan sejumlah pesawat tempur, artileri dan kapal perang.

Di sisi lain, pasukan Hamas, Brigade Al-Qassam, menyatakan telah berbalik menyerang tentara Israel.


Bahkan menghancurkan kendaraan militer dan tank dengan granat berpeluncur roket, mengutip Anadolu

Diketahui pasukan Israel mundur dari Gaza Utara pada Sabtu (4/10/2023).

Mereka awalnya ditempatkan di daerah Al-Maqqousi di utara Kota Gaza, dan di wilayah utara kamp pengungsi al-Shati, barat laut Kota Gaza.


Kini pasukan Israel kembali ke utara dan ditempatkan di daerah Al-Amrikiyah, barat laut Beit Lahia, yang berarti tentara mundur 2 kilometer (1,2 mil) ke posisi di daerah yang dicapai pada hari pertama operasi darat pada 27 Oktober 2023.

Menurut Anadolu, tempat mundurnya pasukan Israel adalah kawasan pertanian yang jauh dari pemukiman warga.


Tentara Israel juga menyebut mereka telah kehilangan 345 tentara sejak pecahnya pertempuran di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.


Juru bicara Daniel Hagari menyampaikan pada konferensi pers bahwa terbaru empat tentara tewas di Gaza.


Di bagian selatan Kota Gaza, tentara Israel terus menembaki daerah di lingkungan Al-Zaytoun dan Tal al-Hawa dengan pesawat tempur dan artileri.

Pasukan Israel tetap ditempatkan 500 meter (1.640 kaki) dari jalan pesisir Gaza, yang dikenal sebagai Jalan Al-Rasheed di barat daya Kota Gaza.


Sementara itu Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Obeida mengatakan dalam pesan yang direkam bahwa pejuang Hamas sedang melawan pasukan Israel di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.


Juga di barat laut Kota Gaza, dan di wilayah tenggara Kota Gaza di Al-Zaytoun dan Tal al- lingkungan Hawa.


“Mujahidin kami menghancurkan 24 kendaraan militer Israel dalam dua hari terakhir,” kata Abu Obeida.


Brigade Al-Qassam menyebut mereka juga menyerang tank Israel dengan peluru kendali anti-tank Konkurs.

Klaim 450 Posisi Hamas Telah Diserang


Tentara Israel mengeklaim mereka menyerang 450 posisi Hamas.


Sasarannya termasuk pesawat tempur, kompleks militer, pos pengamatan, pos peluncuran rudal antitank, dan terowongan

Secara terpisah, tentara mengklaim telah menemukan terowongan Hamas yang berdekatan dengan Rumah Sakit Sheikh Hamad di Gaza

Dalam jumpa pers, juru bicara militer Daniel Hagari juga memutar video yang katanya menunjukkan pejuang Hamas menembaki tentara Israel dari dalam rumah sakit.

Diketahui Israel telah menargetkan sekolah-sekolah dan rumah sakit atas dasar klaim mereka bahwa Hamas menggunakan fasilitas dan infrastruktur sipil tersebut sebagai tameng untuk operasi bawah tanahnya.


Hamas telah berulang kali membantah klaim tersebut, dan menuduh tentara Israel menyebarkan kebohongan dan menargetkan warga sipil.


Sejak 7 Oktober, serangan udara Israel telah berulang kali menargetkan rumah sakit, fasilitas yang dikelola PBB, kamp pengungsi, sekolah, masjid dan gereja, yang mengakibatkan terbunuhnya warga sipil, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sumber:TribunNews.Com

Sabtu, 04 November 2023

Israel Menolak Gencatan Senjata Dan Jeda Kemanusiaan Di Palestina

 

Pos62.Online, Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken untuk melakukan gencatan senjata sementara kecuali sandera yang ditahan oleh Hamas dibebaskan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Netanyahu melalui konferensi pers usai pertemuannya dengan Blinken di Tel Aviv.


Saya menjelaskan bahwa kami melanjutkan kekuatan penuh dan Israel menolak gencatan senjata sementara yang tidak mencakup pembebasan sandera kami,” ujar Netanyahu dikutip dari Reuters, Jumat (3/11/2023). Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus menggempur maju dengan seluruh kekuatannya.


Israel juga mengatakan bahwa mereka telah berjanji untuk memusnahkan Hamas yang menguasai Jalur Gaza Palestina setelah kelompok tersebut menyandera lebih dari 240 orang dalam serangan 7 Oktober di Israel selatan.


Dalam pertemuannya dengan Netanyahu, Blinken menyerukan adanya jeda kemanusiaan agar bantuan bisa masuk ke Gaza. Selain itu, gencatan senjata itu diharapkan dapat memfasilitasi upaya untuk mengamankan pembebasan sandera sekaligus memungkinkan Israel mencapai tujuannya mengalahkan Hamas.


Kami percaya semua upaya ini akan difasilitasi oleh jeda kemanusiaan dengan pengaturan di lapangan meningkatkan keamanan bagi warga sipil dan memungkinkan distribusi bantuan kemanusiaan yang lebih efektif dan berkelanjutan," katanya saat konferensi pers di Tel Aviv, dikutip dari Euro News, Jumat (3/11/2023). Kendati demikian, Blinken juga menyatakan AS tetap mendukung Israel dengan mengatakan bahwa Israel berhak mempertahankan diri dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan hal tersebut tidak terulang kembali. "Israel tidak akan pernah sendirian", dia menekankan


Sumber:Kompas.Com