Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Maling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 November 2023

Kisah Tragis Seorang Maling Tabung Gas Elpiji Meninggal Karena Diamuk Massa


 






Jember,Pos62.Online-


Kisah tragis dialami seorang maling tabung gas elpiji inisial HS.

Pelaku menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSD) Balung Jember, Jumat (10/11/2023).

Pria asal Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Jember itu menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, sejak 30 Oktober 2023 hingga 10 November 2023.

Humas RSD Balung Jember, Rangga A Ekananta mengemukakan pasien tersebut dirawat inap selama sepuluh hari.

Kondisinya sempat membaik, tetapi dua hari kesehatannya memburuk.

"Kondisinya memburuk, sampai akhirnya meninggal dunia dan baru keluar dari Rumah Sakit Balung pukul 15.30 WIB," ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon whatsapp.

Menurutnya, pasien ini mengalami cidera berat di bagian kepala.

Kata dia, akibat pukul massa saat maling ini ketahuan mencuri tabung Elpiji.

"Meninggal dunianya karena cidera berat di kepalanya," kata Rangga.

Rangga mengungkapkan jenazah pasien dibawa pulang oleh aparat kepolisian.

Karena kabarnya, sempat terjadi penolakan dari warga ketika, maling ini keluar dari rumah sakit.

"Dan juga koordinasi dengan lintas sektor, termasuk pihak Pemerintah Desa ketika jenazah pasien mau dipulangkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Rambipuji IPTU Eko Yulianto belum bisa dimintai keterangan soal kasus ini.

Sebab saat dihubungi lewat sambungan telepon tidak diangkat.

Sementara pesan singkat melalui sambungan Whatsapp belum juga dibalas. Hingga berita ini terbit.

Sebatas informasi, Pra asal Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Jember tersebut ketahuan tetangganya, seusai mencuri dua tabung gas Elpiji Melon pada 30 Oktober 2023 sekira pukul 22.00 WIB.

Saat maling ini diinterogasi oleh warga, ternyata kabar pencurian tersebut cepat menyebar di seluruh desa.

Akhirnya, masyarakat pun mendatangi pencuri hingga sebagian dari mereka langsung meluncurkan pukulan bertubi-tubi.


Sumber:Tribun

Senin, 06 November 2023

Komplotan Maling di Cilandak Membawa Uang Sebesar Rp 400 Juta


 






Cilandak,Pos62.Online-


Sebuah rumah produksi di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Cilandak, Jakarta Selatan, dibobol komplotan maling.

Peristiwa pencurian yang terekam CCTV itu terjadi pada Minggu (5/11/2023) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Dalam rekaman CCTV, dua pelaku masuk ke rumah tersebut dengan membobol kunci gembok yang terpasang di pagar.

jins, celana panjang berwarna hitam lengkap dengan topi dan masker.

Pelaku lainnya terlihat mengenakan kemeja batik lengan panjang. Mereka tampak santai ketika memasuki rumah produksi itu.

Di salah satu ruangan, para pelaku menggasak sejumlah barang elektronik dan memasukkannya ke dalam tas.

Saat keluar meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP), komplotan maling itu membawa tiga tas besar yang berisi barang-barang hasil curian.

Korban bernama Anggun Adi mengatakan, para pelaku menggasak sejumlah kamera digital dan puluhan lensa.

"Barang-barang sudah ludes, total ada enam kamera, 21 lensa hilang semua. Bahkan converter lensa pun diambil sama perampoknya," kata Adi kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Ia menduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang. Sebab, terdapat mobil yang menjemput kedua pelaku setelah meninggalkan TKP.

"Kalau yang pelaku masuk sini ada dua orang, kemudian kita lihat di CCTV tetangga itu ada satu orang lagi yang bawa motor, nggak ikut masuk tapi dia mondar-mandir, terus kayak komunikasi sama orang yang masuk ke sini," ujar dia.

"Terus kemudian waktu mereka keluar depan gang, itu langsung ada mobil Suzuki Ertiga yang membawa kedua pelaku ini. Jadi ya, kalau nggak salah ada empat (pelaku) ya," imbuhnya.

Akibat pencurian ini, Adi menyebut total kerugian yang dideritanya mencapai ratusan juta Rupiah.

"Kalau kerugian masih kita hitung-hitung ya, cuma tadi secara kasarnya sekitar Rp 400 juta," ungkap Adi.


Sumber:Tribun