Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 November 2023

Sempat Pamit ke Adik sebelum Ditemukan Meninggal,Kasus Tewasnya Mahasiswi Unair Masih Diselidiki


 






Surabaya,Pos62.Online-


Polresta Sidoarjo masih menyelidiki penyebab tewasnya mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur berinisial CA (21).

CA ditemukan tewas dengan kondisi kepala terbungkus plastik di dalam mobil yang terparkir di halaman Apartemen Royal Bisnis, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (5/11/2023).

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan dua lembar surat yang diduga merupakan surat wasiat CA.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, sudah ada 8 saksi yang dimintai keterangan terkait kematian CA.

Para saksi yang diperiksa mulai satpam apartemen yang menemukan jasad CA hingga pihak keluarga.

“Kami juga sudah mendatangi apartemen tempat tinggal korban. Selama ini korban tinggal di apartemen tersebut bersama adiknya,” ujarnya, Senin (6/11/2023), dikutip dari Surya.co.id.

Kompol Tiksnarto Andaru menjelaskan, di apartemen tersebut ditemukan sejumlah buku catatan milik CA.

Penyidik mencoba mencocokkan surat wasiat dengan tulisan tangan CA dan hasilnya ditemukan kesamaan.

Berdasarkan keterangan adik CA, korban sempat berpamitan kepadanya sebelum pergi.

“Petugas juga sempat berbincang dengan adik korban. Diceritakan bahwa korban keluar dari apartemen pada Sabtu sore."

"Dia pamit ke adiknya, dan ketika itu sempat memeluk erat adiknya tersebut. Sejak itu sang adik tidak bertemu lagi dengan korban, sampai kemudian ada kabar tentang kematian korban, Minggu pagi,” jelasnya.

Kompol Tiksnarto Andaru mengaku tidak ingin tergesa-gesa dalam menyimpulkan penyebab CA tewas.

Ia belum dapat menyatakan CA bunuh diri atau dibunuh karena masih dalam proses penyelidikan.

Sampel tubuh korban akan ditest menggunakan alat uji toksikologi untuk mengetahui adanya racun dalam tubuh.

Isi Surat Wasiat

Ditemukan dua lembar surat tulisan tangan di dalam mobil yang berwarna hitam tersebut.

Pihak keluarga memastikan surat yang ditulis menggunakan bahasa Inggris merupakan tulisan tangan CA.

Ayah tiri CA, Gunawan (74) menyatakan, tulisan di surat tersebut sudah dicek keluarga dan kepolisian.

Gunawan mengatakan, CA tewas mengakhiri hidup dan tidak menjadi korban pembunuhan.

"Perlu saya jernihkan berita yang mengatakan seolah-olah anak saya itu meninggalnya karena pembunuhan. Itu enggak betul," ungkapnya, Senin (6/11/2023).

Menurut Gunawan, CA merupakan sosok yang tertutup dan jarang menceritakan masalah ke orang tuanya.

Surat wasiat yang dituliskan CA berisi permohonan maaf ke orang tua.

Selain itu, CA juga menyatakan bahwa setelah membuka mata untuk melihat dunia, ternyata dunia juga tidak bersih.

"Mungkin sudah tidak kuat lagi menahan derita di dunia. Namun derita apa kami juga tidak tahu," tuturnya, dikutip dari Surya.co.id

Ia menambahkan tidak tertulis alasan CA mengakhiri hidup di dalam surat tersebut.

"Saya tadi juga mendatangkan penerjemah bahwa tidak ada soal asmara. Makanya kami juga bingung," bebernya.

CA merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Di mata keluarga, CA merupakan anak pendiam dan penurut.

"Ini anak yang paling saya sayangi. Paling nurut dan bukan jiwa pemberontak. Kalau diajak bicara menerima dengan baik dan dijalankan," tuturnya.

Sebelumnya, Gunawan mengaku kaget ketika mendapat kabar CA ditemukan tewas di dalam mobil.

"Saya dikabari pagi jam 9. Saya tidak ada firasat apa-apa, tapi saya kemarin gelisah baru tidur jam 7 pagi," bebernya.

Ia mengaku terakhir bertemu CA pada Rabu (1/11/2023) pagi saat CA pulang ke Kediri untuk melayat orang tua temannya sesama mahasiswa Unair.

Gunawan mengaku tidak mengetahui dari mana CA mendapat gas helium yang digunakan untuk mengakhiri hidup.

"Saya sampai sekarang belum tahu, gas helium itu didapatkan dari mana. Ada dugaan gas helium dibeli lewat online," tandasnya.

Kepala CA Terbungkus Plastik

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, mahasiswi asal Kediri tersebut ditemukan tewas oleh satpam apartemen dalam posisi duduk di kursi belakang kemudi dan kepala terbungkus plastik.

Tabung gas helium juga ditemukan di dalam mobil dalam kondisi selang dimasukkan ke plastik di kepala korban.

Ia menambahkan kondisi pintu dan kaca mobil berwarna hitam tertutup rapat.

“Ditemukan pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas sekuriti yang sedang patrol. Dari temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi,” ujarnya, Minggu, dikutip dari TribunJatim.com.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ada barang di mobil yang hilang dan tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) itu.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Kita tunggu hasil autopsinya terlebih dulu untuk memastikan penyebab kematiannya,” bebernya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair (FKH Unair) Surabaya, Prof Dr Murni Lamid membenarkan CA merupakan mahasiswinya yang sedang menjalani program pendidikan dokter hewan yaitu program coasistensi.

"Ini (kabar kematian CA) berita yang mendadak. Kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali," ungkapnya, Senin (6/11/2023).

CA merupakan mahasiswi angkatan 2019 dan merangkap sebagai asisten dosen mata kuliah patologi.

Menurutnya, CA merupakan mahasiswi yang dikenal baik oleh dosen FKH Unair.

"Sementara ini korban sangat baik, banyak teman, banyak sahabat." 

"Sekarang (korban) sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH), yaitu program koasistensi, di laboratorium parasitologi lantai dua kampus," bebernya.

Prof Dr Murni Lamid menambahkan jasad korban telah dibawa ke Kediri setelah proses autopsi selesai.

"Almarhumah berasal dari Kediri sehingga langsung dibawa pulang ke Kediri, setelah proses autopsi oleh dokter forensik selesai," pungkasnya.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,


Sumber:Tribun


Sabtu, 21 Oktober 2023

Geruduk Istana Mahasiswa yang Ditangkap Mengaku Dipukul dan Dicekik Aparat

 

 










JAKARTA,Pos62, Online 

Polisi telah membebaskan 12 mahasiswa yang ditangkap saat menggelar demonstrasi sembilan tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat, 20 Oktober 2023. Para mahasiswa dibebaskan pada Jumat malam pukul 19.02

Salah seorang mahasiswa yang baru saja dibebaskan mengaku bahwa dia menerima kekerasan saat ditangkap di Stasiun Gondangdia pada Kamis siang sekitar pukul 11.00. 

"Saya ditangkap siang sekitar jam 11 hingga dibawa sampai ke sini. Waktu saya ditangkap, saya dipukul," kata salah satu mahasiswa itu di atas mobil komando. 

Tak hanya dipukul, mahasiswa berkemeja hitam itu mengaku bahwa dirinya diseret aparat sambil dicekik. Dia juga mengaku mendapatkan ancaman dari kepolisian. 

"Saya ditarik. Batang leher saya dicekik. Saya diancam," ujarnya disambut teriakan massa. 

Atas pengakuannya itu, massa menerobos kembali barikade yang sebelumnya telah roboh. Massa tidak terima rekannya mendapatkan kekerasan dari aparat. 

Mahasiswa menuntut polisi membebaskan rekannya 

Hingga pukul 19.18 keadaan masih memanas. Demonstran mulai melempari aparat dengan berbagai macam benda aparat yang memerintahkan agar massa membubarkan diri. 

Terlihat pula beberapa pimpinan BEM muncul ke depan dan bernegosiasi dengan polisi agar tidak menembakkan water canon. Polisi dengan sigap menahan diri untuk tidak berbenturan dengan demonstran. 

Saat itu, massa mahasiswa masih bertahan di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jumat, 20 Oktober 2023. Mereka menunggu rekan-rekannya yang ditangkap di Stasiun Gondangdia dibebaskan polisi. 

Jumat, 20 Oktober 2023, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi bertajuk Geruduk Istana dalam rangka mengkritik sembilan tahun kepemimpinan Presiden Jokowi. 

Tenaga ahli Kantor Staf Presiden menemui demonstran

Aksi unjuk rasa diwarnai bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Polisi menangkapi mahasiswa-mahasiswa yang diduga berbuat anarki. Mahasiswa menyebut sepuluh rekannya ditangkap di Stasiun Gondangdia dan tiga lainnya di sekitar lokasi aksi.

Pukul 18.37 WIB, polisi membebaskan tiga mahasiswa. Sementara sepuluh yang ditangkap di Stasiun Gondangdia masih ditahan.

Belakangan, Istana melalui Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Joanes Joko, mencoba menjembatani tuntutan mahasiswa kepada polisi yang meminta rekan-rekannya dibebaskan. Joanes mengoreksi total mahasiswa yang ditangkap di Stasiun Gondangdia mencapai 12 orang, bukan 10 orang seperti yang diklaim demonstran. 

"Kami akan bebaskan. Tidak cuma 10, jumlahnya ada 12," kata Joanes. 

Di hadapan demonstran, Joanes memastikan bahwa jumlah mahasiswa yang ditangkap 12 orang. Dia menghitung satu per satu mahasiswa yang ditangkap itu sambil mengembalikannya ke barisan massa aksi. 

Dengan demikian total mahasiswa yang ditangkap dalam unjuk rasa ini berjumlah 15 orang. Tak lama setelah itu, Joanes kembali mundur ke belakang penjagaan polisi. 

SUMBER:Tempo