Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Konflik Palestina vs Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Palestina vs Israel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2023

Joe Biden Mengatakan:Israel Diharapkan Tak Ganggu Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza


 






Pos62.Online-


Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan, Rumah Sakit Al-Shifa harus dilindungi ketika tank-tank Israel mengepung rumah sakit tersebut.

Pada Senin (13/11/2023), Biden berharap Israel tidak mengambil tindakan yang terlalu mengganggu Rumah Sakit Al-Shifa.

Pasalnya, staf medis RS Al-Shifa mengatakan rumah sakit telah menjadi sasaran berulang kali oleh militer Israel (IDF).

“Harapan dan ekspektasi saya adalah tindakan yang tidak terlalu mengganggu akan berkurang terhadap rumah sakit," kata Biden kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dikutip dari Al Jazeera

Meskipun meminta untuk melindungi RS Al-Shifa, Biden tetap mengakui akan berada di pihak Israel.

"Dan kami tetap berhubungan dengan Israel," jelasnya.

Biden juga menambahkan, saat ini sedang dilakukan upaya pengambilan jeda dan pembebasan tahanan.

“Juga, ada upaya untuk mengambil jeda dalam menangani pembebasan tahanan dan hal ini juga sedang dinegosiasikan dengan pihak Qatar yang terlibat."

“Jadi saya tetap berharap tetapi rumah sakit harus dilindungi,” jelas Biden.

Pernyataan tersebut merupakan jawaban dari Biden ketika petugas medis memperingatkan meningkatnya jumlah korban di antara pasien, termasuk bayi baru lahir.

Sebagai informasi, RS Al-Shifa dikepung oleh IDF sejak hari Sabtu (14/11/2023).

Menurut para saksi, tank dan kendaraan lapis baja berada hanya beberapa meter dari gerbang RS.

Selain itu, listrik yang padam dan berkurangnya pasokan medis membuat 32 pasien meninggal di RS Al-Shifa.

Adapun 32 pasien yang meninggal di antaranya enam bayi prematur.

Badan Bantuan PBB di wilayah pendudukan Palestina mengatakan 3 perawat juga tewas di RS tersebut pada Minggu (12/11/2023).

Selain itu, RS Al-Quds juga sudah tidak beroperasi sejak hari Minggu.

Israel telah meminta warga sipil untuk meninggalkan Al-Shifa dan petugas medis untuk mengirim pasien ke tempat lain.

Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Khan Younis, mengatakan IDF menyerukan pasien untuk keluar dari rumah sakit dengan tangan di atas kepala.

“Tetapi sebagian dari mereka membutuhkan kursi roda, sementara sebagian lainnya merupakan penyandang disabilitas sehingga tidak dapat berjalan,” katanya.

“Sulit untuk memahami bahwa ini adalah tuntutan militer Israel, sementara pada saat yang sama mereka bersikap baik kepada media, mengatakan kepada wartawan kami menawarkan koridor yang aman," jelasnya.

Pengepungan tank Israel di RS Al-Shifa dikarenakan mereka menuduh Hamas mengoperasikan pusat komando di bawah rumah sakit tersebut.


Sumber:Tribun

Jumat, 10 November 2023

AS Umumkan Israel Setujui Jeda Kemanusiaan Selam 4 Jam Setiap Hari Di Gaza

 

Pos62.Online, AS - Amerika Serikat mengumumkan Israel menyetujui jeda kemanusiaan selama empat jam setiap hari.


Kesepakatan ini untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza.


Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby mengatakan jeda akan dimulai hari Kamis (9/11/2023).


Sehingga, ini memungkinkan orang-orang melarikan diri dan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, menurut laporan Reuters.

Jeda tersebut terjadi setelah diskusi antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam beberapa hari terakhir, termasuk antara Joe Biden dan sekutunya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.


"Kami telah diberitahu oleh Israel bahwa tidak akan ada operasi militer di wilayah ini selama masa jeda, dan proses ini akan dimulai hari ini," kata John Kirby, Kamis (9/11/2023), dikutip dari The Guardian.


John Kirby mengatakan, Israel akan memulai jeda selama 4 jam di Jalur Gaza utara.


Kami memahami bahwa Israel akan mulai menerapkan jeda empat jam di wilayah utara Gaza dengan pengumuman yang akan disampaikan tiga jam sebelumnya," lanjutnya.


Dia menggambarkan berita tersebut sebagai langkah pertama yang signifikan dan AS ingin melihatnya berlanjut selama diperlukan.


John Kirby mengatakan tidak ada gencatan senjata dan hanya jeda sementara.


Menurutnya, gencatan senjata antara Israel dan Hamas adalah keputusan yang tidak tepat karena akan membantu Hamas dan melegitimasi apa yang mereka lakukan pada Sabtu (7/10/2023).


John Kirby memastikan AS tidak akan mendukung hal itu saat ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan menolak usulan gencatan senjata tanpa membebaskan orang-orang yang disandera oleh Hamas.

Pada Kamis (9/11/2023), Presiden AS Joe Biden telah mendorong jeda lebih dari tiga hari untuk mengeluarkan para sandera Hamas.


Joe Biden mengatakan masih optimis.


Reuters melaporkan, para pemimpin intelijen AS dan Israel bertemu dengan para pejabat di Qatar untuk membahas kesepakatan untuk membebaskan para sandera.


Para pemimpin Hamas memiliki kantor politik di Ibu Kota Qatar, Doha.


Anggota senior kelompok militan Hamas juga telah bertemu dengan pejabat Mesir di Kairo untuk membahas situasi di lapangan

Serangan besar-besaran Israel terjadi untuk menanggapi serangan terbaru Hamas di Israel pada Sabtu (7/10/2023) pagi dengan menerobos perbatasan Jalur Gaza.


Hamas mengatakan, serangan itu adalah tanggapan terhadap kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini, terutama kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa, seperti diberitakan Al Arabiya.


Hamas menculik kurang lebih 240 orang di Israel dan meluncurkan ratusan roket, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di wilayah Israel.

Benjamin Netanyahu menyatakan perang melawan Hamas pada Minggu (8/10/2023) dan mengerahkan pasukannya untuk memblokade Jalur Gaza.


Selain membombardir Jalur Gaza, Israel juga meluncurkan serangan udara, memutus aliran listrik, air, membatasi pengiriman bantuan dan memperluas serangan hingga ke Yerusalem dan Tepi Barat.


Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 10.812 warga Palestina sejak Sabtu (7/10/2023) hingga perhitungan korban pada Kamis (9/11/2023), dikutip dari Al Jazeera.


Diperkirakan, lebih dari 2.450 orang lainnya, termasuk 1.350 anak-anak, dilaporkan hilang dan mungkin terjebak atau mati di bawah reruntuhan, menunggu penyelamatan atau pemulihan.


Sumber:TribunNews.Com



Sabtu, 04 November 2023

Israel Menolak Gencatan Senjata Dan Jeda Kemanusiaan Di Palestina

 

Pos62.Online, Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken untuk melakukan gencatan senjata sementara kecuali sandera yang ditahan oleh Hamas dibebaskan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Netanyahu melalui konferensi pers usai pertemuannya dengan Blinken di Tel Aviv.


Saya menjelaskan bahwa kami melanjutkan kekuatan penuh dan Israel menolak gencatan senjata sementara yang tidak mencakup pembebasan sandera kami,” ujar Netanyahu dikutip dari Reuters, Jumat (3/11/2023). Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus menggempur maju dengan seluruh kekuatannya.


Israel juga mengatakan bahwa mereka telah berjanji untuk memusnahkan Hamas yang menguasai Jalur Gaza Palestina setelah kelompok tersebut menyandera lebih dari 240 orang dalam serangan 7 Oktober di Israel selatan.


Dalam pertemuannya dengan Netanyahu, Blinken menyerukan adanya jeda kemanusiaan agar bantuan bisa masuk ke Gaza. Selain itu, gencatan senjata itu diharapkan dapat memfasilitasi upaya untuk mengamankan pembebasan sandera sekaligus memungkinkan Israel mencapai tujuannya mengalahkan Hamas.


Kami percaya semua upaya ini akan difasilitasi oleh jeda kemanusiaan dengan pengaturan di lapangan meningkatkan keamanan bagi warga sipil dan memungkinkan distribusi bantuan kemanusiaan yang lebih efektif dan berkelanjutan," katanya saat konferensi pers di Tel Aviv, dikutip dari Euro News, Jumat (3/11/2023). Kendati demikian, Blinken juga menyatakan AS tetap mendukung Israel dengan mengatakan bahwa Israel berhak mempertahankan diri dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan hal tersebut tidak terulang kembali. "Israel tidak akan pernah sendirian", dia menekankan


Sumber:Kompas.Com

Jumat, 03 November 2023

Lebih Dari 9000 Warga Gaza Tewas Sejak Di Serang Israel

 

Pos62.Online, GAZA- Sejak diserang Israel pada 7 Oktober 2023, setidaknya 9.061 warga Palestina di Gaza dinyatakan tewas.


Sementara korban tewas di pihak Israel berjumlah lebih dari 1.400 orang.


Dilansir dari Al Jazeera, pertempuran sengit antara pasukan Israel dan pejuang Palestina dilaporkan terus terjadi di Gaza utara dan Kota Gaza seiring dengan meningkatnya pemboman terhadap daerah kantong yang terkepung.

Para pejabat Gaza mengatakan 195 orang tewas, 120 hilang dalam pemboman Israel di kamp pengungsi Jabalia, yang menurut PBB mungkin merupakan serangan tidak proporsional yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang

Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya fasilitas medis di Gaza yang melayani pasien kanker, terpaksa ditutup karena kehabisan bahan bakar.


Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia menggunakan generator cadangan.

Israel Bersedia Timbulkan Korban Sipil Dalam Jumlah Besar Demi Kalahkan Hamas di Gaza

Pemerintah Israel disebut bersedia menimbulkan korban warga sipil dalam jumlah besar demi mengalahkan Hamas di Gaza.

Dikutip Russia Today dari New York Times, Pemerintah Israel disebut telah membicarakannya dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Joe Biden disebut terus mendukung Israel namun menjadi semakin kritis terkait sikap PM Israel Benjamin Netahyahu terkait krisis kemanusiaan di Gaza.


Menurut The New York Times, hal tersebut bisa menjelaskan banyaknya warga sipil dan anak-anak yang tewas di Gaza.

Terlebih lagi, militer Israel menjatuhkan bom di kamp pengungsian padat penduduk di Jabalia, Gaza dan terlihat menargetkan warga sipil.


195 Orang Tewas dan 120 Orang Hilang di Gaza

Kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza kembali diserang Israel hingga menewaskan 195 orang, Kamis (2/10/2023).

Dikutip dari Aljazeera, serangan bombardir Israel yang intens di Jalur Gaza terjadi sebelum Kamis subuh.


Pada video yang diunggah media tersebut, menunjukkan bola api dan suara ledakan keras di Lingkungan Karama dekat Beit Hanoun di utara Jalur Gaza

Pengeboman juga terjadi di dekat menara Fayrouz, barat laut Kota Gaza.


Dilaporkan juga bahwa pelayanan kesehatan tidak bisa menjangkau wilayah tersebut karena ancaman serangan misil yang terus menerus.


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku 'terkejut' terkait serangan Israel di Jabalia yang terjadi dua kali dalam dua hari.


Dilaporkan setidaknya 8.805 warga Palestina tewas akibat serangan di Gaza sejak 7 Oktober. Sementara korban tewas di Israel lebih dari 1.400. (Aljazeera/Russia Today

Sumber: TribunNews.Com

Senin, 30 Oktober 2023

Israel Perintahkan Evakuasi Ratusan Pasien RS Al-Quds, Bom Jatuh 50 Meter dari Rumah Sakit


 






Berita,Pos62.Online


Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PCRS) menerima ancaman serius dari pasukan Israel untuk segera mengevakuasi RS Al-Quds, Minggu (29/10/2023).

PCRS mengatakan militer Israel berulang kali melakukan pengeboman di sekitar rumah sakit yang terletak di di daerah Tal al-Hawa, Kota Gaza.

Melalui platform X, RS AL-Quds mengatakan ada bom yang dijatuhkan 50 meter dari rumah sakit sejak pagi.

“Tentara Israel sengaja terus meluncurkan roket langsung di dekat Rumah Sakit al-Quds dengan tujuan memaksa staf medis, pengungsi, dan pasien untuk mengevakuasi rumah sakit,” kata organisasi medis itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya.

Meskipun berjarak 50 meter dari rumah sakit, bom tersebut telah menyebabkan kerusakan dan membahayakan warga sipil.

“Hal ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada departemen rumah sakit dan membuat penghuni serta pasien mengalami sesak napas,” tambah pernyataan itu.

Oganisasi tersebut juga menerima panggilan telepon dari pasukan Israel yang memerintahkan mereka untuk mengevakuasi rumah sakit sebelum serangan terjadi.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada AFP, seruan ini adalah bagian dari seruan militer secara keseluruhan yang meminta masyarakat untuk menuju ke selatan Jalur Gaza.

PRCS melaporkan rumah sakit tersebut saat ini memberikan perawatan kepada ratusan pasien yang terluka, termasuk mereka yang berada di unit perawatan intensif dan bayi baru lahir yang berada di inkubator.

Sekitar 12.000 pengungsi sipil yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan, juga mencari perlindungan di gedung rumah sakit.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, laporan ancaman untuk mengevakuasi RS Al-Quds 'sangat memprihatinkan'.

Menurutnya, sangat tidak mungkin untuk mengevakuasi rumah sakit dengan banyak pasien dan pengungsi.

“Kami tegaskan kembali tidak mungkin mengevakuasi rumah sakit yang penuh dengan pasien tanpa membahayakan nyawa mereka,” tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus di X, sebelumnya Twitter.

Mengutip dari AlJazeera, ancaman ini muncul ketika Israel telah mengebom beberapa rumah sakit di wilayah kantong Jalur Gaza yang terkepung.

Beberapa rumah sakit ini menjadi sasaran serangan intensif selama tiga minggu terakhir yang telah menewaskan lebih dari 8.000 orang.

Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Warga Palestina juga menyalahkan Israel atas ledakan di Rumah Sakit Arab al-Ahli pada 17 Oktober yang menewaskan hampir 500 orang.

Banyak dari mereka adalah warga Palestina yang mengungsi.

Namun Israel membantah terlibat dalam ledakan tersebut.


Sumber:Tribunnews