Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Konflik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 November 2023

Warga Palestina Menyambut Gembira Para Tahanan yang Dibebaskan Israel Dalam Kesepakatan Pembebasan Sandera








YERUSALEM,Pos62.Online-


Kelegaan dan kesedihan dirasakan oleh warga Palestina setelah Israel membebaskan para tahanan dalam kesepakatan pembebasan sandera yang disepakati dengan pejuang Hamas .

Massa dalam jumlah besar, sebagian besar adalah pria muda, menyambut tahanan yang dibebaskan di Beitunia, sebuah kota dekat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Mereka bersorak, membunyikan klakson, dan turun ke jalan sambil membawa bendera Palestina.

Beberapa di antara massa juga membawa bendera kelompok militan Hamas yang memblokade Gaza dan meneriakkan dukungan kepada Abu Ubaida, juru bicara sayap bersenjata kelompok tersebut.

Sebanyak 39 perempuan Palestina dan anak di bawah umur yang ditahan atas berbagai tuduhan dibebaskan berdasarkan perjanjian yang ditengahi oleh Qatar yang juga mencakup pembebasan 13 sandera Israel yang ditangkap oleh kelompok bersenjata Hamas selama serangan mereka terhadap Israel bulan lalu.

"Saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya. Syukurlah," kata Laith Othman (17), yang ditahan awal tahun ini karena dicurigai melempar alat pembakar dan dibebaskan pada hari Jumat.

“Situasi di dalam (penjara) sangat sulit,” imbuhnya sambil digendong di bahu seseorang sepanjang jalan seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (25/11/2023).

Ismail Shaheen, berbicara dari kamp pengungsi Dheisheh di Bethlehem, mengatakan dia sedang menunggu untuk melihat putrinya Fatima, yang ditangkap awal tahun ini, dituduh melakukan percobaan penikaman.

Ilmuwan komputer berusia 32 tahun, yang memiliki seorang putri berusia 5 tahun, ditembak saat penangkapannya. Shaheen mengatakan dia terkejut melihat putrinya menggunakan kursi roda ketika dia pertama kali diizinkan mengunjunginya di penjara, beberapa bulan setelah putrinya ditahan.

"Alhamdulillah dia dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran ini," katanya.

“Kami senang dia akan dibebaskan, namun hanya sedikit saja yang bisa dibebaskan, karena kami tidak bisa mengabaikan kondisi buruk saudara-saudara kami di Gaza, di mana ribuan orang telah terbunuh,” imbuhnya.

Lebih dari 100 tahanan Palestina lainnya akan dibebaskan dalam empat hari mendatang dan lebih banyak lagi yang mungkin akan dibebaskan jika gencatan senjata diperpanjang.

Bagi keluarga tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel memberikan kelegaan yang diwarnai dengan kesedihan atas pertempuran yang akan terus berlanjut di Gaza setelah berakhirnya gencatan senjata selama empat hari.

“Tidak ada kegembiraan yang nyata, bahkan kegembiraan kecil ini kami rasakan saat kami menunggu,” kata Sawsan Bkeer, ibu dari tahanan Palestina berusia 24 tahun, Marah Bkeer, yang dipenjara selama delapan tahun atas tuduhan penikaman dan penyerangan pada tahun 2015. Polisi Israel terlihat menggerebek rumahnya di Yerusalem sebelum putrinya dibebaskan.

“Kami masih takut untuk merasa bahagia dan pada saat yang sama, kami tidak memiliki rasa bahagia atas apa yang terjadi di Gaza,” katanya.

Para komandan Israel telah berjanji untuk membebaskan semua sandera saat mereka bersiap untuk melakukan kampanye di Gaza yang diluncurkan setelah serangan Hamas, yang menewaskan 1.200 warga Israel dan orang asing, menurut penghitungan Israel.

Sekitar 14.000 warga Palestina telah tewas dalam pemboman Israel di Gaza dan operasi darat yang diluncurkan bulan lalu dan militer mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan tahap operasi berikutnya setelah gencatan senjata berakhir.


Sumber:Sindonews.com

Jumat, 17 November 2023

Pasukan Israel Menemukan Pusat Komando Operasional dan Aset Milik Militan Hamas Palestina


 






Jakarta,Pos62.Online-


Pasukan Israel menemukan pusat komando operasional dan aset milik militan Hamas Palestina di rumah sakit (RS) Al Shifa, terbesar di Gaza pada Rabu (15/11/2023), saat kekhawatiran global muncul atas nasib warga sipil di dalam rumah sakit itu.

Rumah sakit Al Shifa di Kota Gaza telah menjadi sasaran utama serangan pasukan Israel dan menyebut RS Al Shifa sebagai “jantung” operasi pejuang Hamas, karena markas kelompok militant itu berada di terowongan di bawah rumah sakit. Namun, hal ini dibantah oleh Hamas.

Melansir CNA, Kamis (16/11/2023), Juru Bicara Militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan tentara, yang memasuki rumah sakit pada Rabu 5/11/2023) pagi, setelah mengepungnya selama berhari-hari, menemukan senjata, peralatan tempur dan peralatan teknologi di sana.

Militer Israel juga merilis sebuah video yang menurut mereka menunjukkan beberapa bahan yang ditemukan dari sebuah bangunan yang dirahasiakan di kompleks rumah sakit, termasuk senjata otomatis, granat, amunisi dan jaket antipeluru.

Israel secara konsisten menyatakan bahwa rumah sakit tersebut terletak di atas markas Hamas, sebuah pernyataan yang menurut Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/11/2023) didukung oleh intelijen mereka sendiri.

Merespons masuknya pasukannya ke rumah sakit, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Tidak ada tempat di Gaza yang tidak dapat kami jangkau. Tidak ada tempat persembunyian. Tidak ada tempat berlindung bagi para pembunuh Hamas.

Kami akan mencapai dan melenyapkan Hamas dan kami akan mengembalikan sandera kami. Ini adalah dua misi suci, katanya.

Bunuh Militan Hamas

Israel mengatakan pasukannya memasuki kompleks rumah sakit pada hari Rabu (15/11/2023), setelah membunuh militan dalam bentrokan di luar. Setibanya di dalam, mereka mengatakan tidak ada pertempuran dan tidak ada perselisihan dengan warga sipil, pasien, atau staf.

Para saksi mata yang berbicara kepada Reuters dari dalam kompleks menggambarkan situasi yang tampaknya tenang, namun tegang, ketika pasukan Israel bergerak di antara gedung-gedung untuk melakukan penggeledahan. Penembakan sporadis terdengar, namun tidak ada laporan mengenai siapa pun yang terluka di dalam lapangan.

Militer Israel merilis foto seorang tentara berdiri di samping kotak kardus bertanda "perbekalan medis" dan "makanan bayi", di lokasi yang diverifikasi Reuters berada di dalam Al Shifa. Foto lain menunjukkan pasukan Israel dalam formasi taktis berjalan melewati tenda dan kasur darurat.

Nasib Ratusan Pasien

Perhatian internasional terfokus pada nasib ratusan pasien yang terjebak di dalam tanpa aliran listrik untuk mengoperasikan peralatan medis dasar dan ribuan warga sipil yang mengungsi yang mencari perlindungan. Para pejabat Gaza mengatakan bahwa banyak pasien termasuk tiga bayi baru lahir meninggal dalam beberapa hari terakhir akibat pengepungan rumah sakit oleh Israel.

“Sebelum memasuki rumah sakit, pasukan kami dihadang oleh alat peledak dan pasukan teroris, pertempuran pun terjadi yang menewaskan teroris,” kata militer Israel.

Kami dapat memastikan bahwa inkubator, makanan bayi, dan pasokan medis yang dibawa oleh tank IDF dari Israel telah berhasil mencapai rumah sakit Shifa. Tim medis kami dan tentara berbahasa Arab berada di lapangan untuk memastikan bahwa pasokan tersebut sampai ke mereka yang membutuhkan, ujarnya.

Israel melancarkan kampanyenya untuk memusnahkan Hamas, kelompok militan yang menguasai Gaza, setelah militan mengamuk di Israel selatan pada 7 Oktober. Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan sekitar 240 tawanan di hari paling mematikan dalam 75 tahun sejarah Hamas.

Sejak itu, Israel telah mengepung seluruh penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa, dan menyerang jalur padat tersebut dengan serangan udara. Pejabat kesehatan Gaza, yang dianggap dapat dipercaya oleh PBB, mengatakan sekitar 11.500 warga Palestina kini dipastikan tewas, sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak, dan lebih banyak lagi yang terkubur di bawah reruntuhan.

Israel telah memerintahkan seluruh bagian utara Gaza untuk dievakuasi, dan sekitar dua pertiga penduduknya kini kehilangan tempat tinggal.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (15/11/2023), menyerukan jeda kemanusiaan diperpanjang dalam pertempuran antara Israel dan militan Hamas selama “jumlah hari yang cukup” untuk memungkinkan akses bantuan kemanusiaan. 

Mereka juga menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat untuk semua sandera yang ditahan oleh Hamas. Dewan beranggotakan 15 orang mengatasi kebuntuan dalam empat upaya untuk mengambil tindakan bulan lalu.

Israel sejauh ini menolak seruan gencatan senjata, yang menurut mereka akan menguntungkan Hamas, sebuah posisi yang didukung oleh Washington. Namun jeda dalam pertempuran telah dibahas dalam negosiasi yang dimediasi oleh Qatar untuk membebaskan beberapa sandera yang ditahan oleh Hamas.

Seorang pejabat yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan bahwa mediator Qatar sedang mengupayakan kesepakatan yang mencakup gencatan senjata selama tiga hari, dengan Hamas membebaskan 50 tawanannya dan Israel membebaskan beberapa perempuan dan anak di bawah umur dari antara tahanan keamanannya.

Pejabat itu mengatakan Hamas telah menyetujui garis besar kesepakatan tersebut, namun Israel belum menyetujuinya dan masih melakukan negosiasi mengenai persyaratannya. 

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan Israel ke Rumah Sakit Al Shifa “sama sekali tidak dapat diterima”.

“Rumah sakit bukanlah medan pertempuran,” katanya di Jenewa. 

Apa yang terjadi di Gaza adalah kejahatan perang yang sangat jelas dilakukan Israel terhadap mereka yang dirawat di rumah sakit, tegas Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, yang bertugas di Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Israel. 

Israel secara konsisten menyatakan bahwa rumah sakit tersebut terletak di atas markas Hamas, sebuah pernyataan yang menurut AS pada hari Selasa (14/11/2023) didukung oleh intelijen mereka sendiri.

Kepala bantuan PBB Martin Griffiths, yang juga berbicara di Jenewa, memohon kepada Israel pada hari Rabu (15/11/2023) untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom di Israel.

Bantuan saat ini diizinkan masuk ke Gaza melalui penyeberangan Rafah dari Mesir, namun bantuan tersebut dirancang untuk pejalan kaki, bukan truk.

Seorang pejabat senior militer Israel mengatakan tentara "telah menemukan senjata dan infrastruktur teror lainnya" di dalam lokasi Al Shifa. Hal ini menajdi bukti, tambahnya, bahwa Hamas telah menggunakan rumah sakit tersebut sebagai "markas teror". 

Adapun, Hamas menyebut pernyataan bahwa senjata ditemukan sebagai "kelanjutan dari kebohongan dan propaganda murahan" yang dikatakan Israel untuk membenarkan "kejahatannya yang bertujuan menghancurkan sektor kesehatan di Gaza".

Dr Ahmed El Mohallalati, seorang ahli bedah, mengatakan kepada Reuters melalui telepon pada Rabu (15/11/2023) pagi bahwa staf telah bersembunyi ketika pertempuran terjadi di sekitar rumah sakit semalaman. Saat dia berbicara, suara yang dia gambarkan sebagai "penembakan terus menerus dari tank" terdengar di latar belakang.

"Salah satu tank besar masuk ke dalam rumah sakit dari gerbang utama timur, dan... mereka parkir di depan unit gawat darurat rumah sakit," katanya. 

Pihak Israel telah memberitahu administrasi rumah sakit sebelumnya bahwa mereka berencana untuk masuk, katanya.

Tapi, hingga pertengahan pagi, dia dan staf lainnya belum menerima instruksi dari pasukan, meskipun tentara berada “beberapa meter” dari mereka.

Setelah lima hari rumah sakit tersebut berulang kali diserang oleh Israel, sungguh melegakan setidaknya telah mencapai “titik akhir”, dengan pasukan sekarang berada di dalam halaman dan bukannya di luar yang menembak ke dalam, kata Mohallalati.


Sumber:Kabar24

Sabtu, 11 November 2023

Bentrok Antar Mahasiswa di UINSU,2 Mahasiswa Dikabarkan Luka-luka


 






Medan,Pos62.Online-


Bentrokan antar mahasiswa di kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) pada Jumat (10/11/2023) sore di Jalan Willem Iskandar mengakibatkan dua mahasiswa luka-luka.

Pihak UINSU, yang diduga menjadi korban penyerangan sekelompok mahasiswa pun mengecam kejadian ini.

Dari video singkat yang beredar, puluhan mahasiswa baku hantam dan membuat arus lalu lintas macet.

Sekelompok mahasiswa juga terlihat menerobos ke dalam area universitas.

Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati, MAg menjelaskan, peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda bermotor menerobos pengamanan dan masuk ke kampus II UINSU Jalan Willem Iskandar, Medan.

Lalu mereka memukul dan menyerang beberapa mahasiswa yang diduga orang yang mereka cari.

Namun demikian belum diketahui pasti apa motif penyerangan ini. 

"Dari data yang diperoleh di lapangan, kelompok yang menerobos ini ingin mencari seorang siswa yang sebelumnya diduga bermasalah dengan kelompok itu,"kata Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati, MAg dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/11/2023).

Dari informasi yang didapat pihak Universitas, sebelumnya, memang ada perselisihan di luar kampus.

Hal inilah yang diduga merembet hingga terjadi penyerangan ke area Universitas.

Begitu tiba ke lokasi, sejumlah orang yang diduga berasal dari Universitas lain langsung membabi buta dan merusak fasilitas.

Bahkan, kata Rektor UINSU, penyerang ini mengaku berasal dari Universitas HKBP Nomensen.

"Seperti pelemparan jendela-jendela dan lampu-lampu fasilitas kampus. Sebagian besar pelaku penyerangan memang secara jelas mengaku berasal dari kampus Universitas HKBP Nomensen."

Tak lama berselang pihak Universitas UINSU langsung menghubungi Kepolisian guna membendung kerusuhan.

Selain itu, UINSU juga berkomunikasi dengan Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan terkait peristiwa ini.

Dalam pertemuan seluruh pihak sepakat agar kepolisian mengusut penyerangan di dalam lingkungan Universitas yang mengakibatkan dua mahasiswa luka-luka.

"Meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki secara terukur terkait dengan oknum-oknum yang mengatasnamakan institusi dan melakukan kekerasan di kampus lain. Hal itu harus juga mendapatkan hukuman yang setimpal,"tutupnya.


Sumber:Tribun

Jumat, 10 November 2023

Kini Jalur Gaza Lumpu Totol Akibat Pengeboman Israel


 






Jakarta,Pos62.Online-


Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan mayoritas rumah sakit di Jalur Gaza kini lumpuh total akibat gempuran Israel yang kian membabi buta sejak 7 Oktober lalu.

Kemenkes Palestina menuturkan sekitar 18 dari total 35 rumah sakit di Jalur Gaza telah berhenti berfungsi.

Selain itu, 71 persen fasilitas layanan kesehatan primer juga lumpuh total karena kerusakan imbas gempuran Israel atau kekurangan bahan bakar.

Kemenkes Palestina juga memaparkan beberapa rumah sakit yang masih beroperasi tidak dapat berfungsi 100 persen.

Beberapa layanan krusial di rumah sakit juga terpaksa ditutup lantaran kelangkaan bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis hingga secara bertahap menutup bangsalnya.

"Kompleks Rumah Sakit Medis Al Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, menutup enam ruang operasi karena kekurangan pasokan, termasuk bahan bakar," bunyi pernyataan Kemenkes Palestina pada Kamis (9/11). 

Pada Selasa pekan ini, seorang perawat asal Amerika Serikat yang tergabung dalam Doctors Without Borders, Emily Callahan, mengatakan kepada CNN bahwa di Khan Younis Gaza, kota tempat dia bekerja, ada sekitar 35.000 pengungsi internal yang berada dalam perawatan timnya.

"Ada anak-anak yang mengalami luka bakar parah di wajah, leher, dan seluruh anggota tubuh mereka," kata Callahan.

Callahan mengatakan di satu kamp pengungsi terdapat 50.000 orang hanya dengan empat toilet. Penghuni kamp pun hanya diberikan akses air bersih selama empat jam dalam sehari.

"Para orang tua membawa anak-anak mereka kepada kami dan berkata, 'tolong bisakah kamu membantu, tolong bisakah kamu membantu,' sedangkan kami tidak punya persediaan," katanya.

Ahli bedah di Rumah Sakit Al ShifaGaza Ahmed Mokhallalati membeberkan gambaran fasilitas medis di tempat itu.

Dia mengatakan RS Al Shifa mengalami krisis obat bius di tengah pasien yang membludak dan serangan Israel tanpa henti ke Gaza.

Mokhallalati menceritakan dirinya harus mengganti balutan pada anak-anak yang tak diberi anestesi atau obat bius.

Terlepas dari jumlah korban tewas yang sangat banyak, militer Israel terus melancarkan gempurannya ke kota-kota di Gaza, termasuk permukiman warga, kamp pengungsian, hingga rumah sakit.

Sejumlah rumah sakit seperti RS Al Quds hingga RS Indonesia juga menjadi sasaran gempuran Israel. Padahal, kedua rumah sakit ini menjadi dua dari sedikit RS di Gaza yang masih bisa beroperasi merawat korban bombardir Israel.

Per Kamis (9/11), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 10.790 warga Palestina tewas imbas serangan Israel di Gaza, dengan 4.412 di antaranya merupakan anak-anak dan 2.918 lainnya perempuan.

Sementara itu, sebanyak 26.475 orang lainnya terluka akibat gempuran Israel di Gaza sejak 7 Oktober lalu. Masih ada 2.550 orang, termasuk 1.350 anak-anak, hilang di Gaza.

Korban tewas akibat agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina, selama satu bulan terakhir ini pun telah melebihi jumlah korban meninggal dunia dalam perang Rusia vs Ukraina yang berlangsung sejak 2022 lalu.


Sumber:CNN



Berita Viral di China:Istri Sudah 2 Hari Tak Pulang Gara-gara Main Judi

 







China,Pos62.Online-


Viral di media sosial seorang suami menjambak rambut dan menyeret istrinya di jalanan. 

Rupanya diketahui bahwa si istri sudah 2 hari tak pulang gara-gara main judi.

Setiap hari terbiasa bekerja jauh, seorang suami menantikan akhir pekan di rumah.

Ia ingin segera pulang dan kumpul bersama istri dan anak-anaknya.

Namun kali ini ketika dia pulang, istrinya tidak ditemukan, dan anak-anaknya sedang makan sisa makanan dingin.

Dia pun sangat marah ketika mengetahui apa yang dilakukan istrinya.

Apa yang terjadi?

Pernikahan adalah pasangan yang berusaha bersama dan berbagi bersama.

Jika dalam hubungan itu, yang satu selalu berusaha untuk maju dan yang lain mandek, bahkan mundur, maka hidup tidak akan berjalan jauh.

Usaha satu orang saja tidak cukup untuk menyatukan dua hati.

Dan betapapun besarnya kesediaan orang tersebut untuk memikul beban dan melangkah maju, betapa pun besarnya hati yang pernah dicintai, akan tiba saatnya ia harus belajar melepaskan sikap dingin dan ketidakpedulian.

Baru-baru ini, di sebuah jalan di kota Samzhou, provinsi Hunan, China, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan minta tolong seorang wanit.

Teriakan itu pun menarik perhatian banyak orang yang lewat

Melihat ke arah teriakan itu, semua orang tidak mengerti apa yang terjadi.

Dan betapapun besarnya kesediaan orang tersebut untuk memikul beban dan melangkah maju, betapa pun besarnya hati yang pernah dicintai, akan tiba saatnya ia harus belajar melepaskan sikap dingin dan ketidakpedulian.

Baru-baru ini, di sebuah jalan di kota Samzhou, provinsi Hunan, China, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan minta tolong seorang wanit.

Teriakan itu pun menarik perhatian banyak orang yang lewat

Melihat ke arah teriakan itu, semua orang tidak mengerti apa yang terjadi.

 Seorang pria menjambak rambut seorang wanita dan menyeretnya pergi.

Tangisan wanita dan kemarahan pria sangat kontras.

Wanita itu mencoba melarikan diri dan menjelaskan.

“Saya hanya bermain mahjong! Biarkan aku pergi! Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, pulanglah dan katakan di rumah. Saya sebenarnya hanya bermain mahjong (judi).” ujar si wanita.

Pria tersebut mengungkapkan keraguannya atas perkataan wanita tersebut.

"Apakah kamu benar-benar hanya bermain mahjong?" tanya si suami.

Wanita itu dengan cepat menjawab: “Ya, benar. Saya benar-benar hanya bermain mahjong! Jangan lakukan hal lain.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, pria itu mencela.

"Kamu keluar setiap hari dengan rapi dan mengabaikan rumah yang berantakan." tegasnya.

Keduanya adalah pasangan, suami bekerja di luar untuk mencari uang guna menghidupi keluarga dan perempuan tinggal di rumah untuk mengasuh anak.

Wanita itu dengan cepat menjawab: “Ya, benar. Saya benar-benar hanya bermain mahjong! Jangan lakukan hal lain.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, pria itu mencela.

"Kamu keluar setiap hari dengan rapi dan mengabaikan rumah yang berantakan." tegasnya.

Keduanya adalah pasangan, suami bekerja di luar untuk mencari uang guna menghidupi keluarga dan perempuan tinggal di rumah untuk mengasuh anak.

Seperti biasa, suami hanya pulang pada akhir pekan dan sangat ingin menikmati momen bahagia bersama istri dan anak-anaknya.

Tak disangka, sesampainya di rumah, yang menyambutnya bukanlah wajah istri dan anak yang tersenyum, bukan nampan nasi panas, melainkan piring sisa yang dingin.

Dia bahkan tidak bisa melihat keberadaan istrinya.

Melihat anaknya harus makan makanan lama dan dingin, sang suami menjadi sangat marah.

Dia bertanya kepada putranya ke mana ibunya pergi.

Anak itu dengan jujur mengatakan bahwa ibunya keluar kemarin dan masih belum kembali.

Jawaban ini sungguh membuatnya gerah, ia segera berdiri dan keluar mencari istrinya.

Setelah diselidiki, tidak sulit bagi pria tersebut untuk menemukan istrinya sedang asyik bermain judi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia menjambak rambut istrinya dan menariknya keluar.

Wanita itu melihat suaminya dan langsung merasa bersalah dan tidak berani protes.

Jawaban ini sungguh membuatnya gerah, ia segera berdiri dan keluar mencari istrinya.

Setelah diselidiki, tidak sulit bagi pria tersebut untuk menemukan istrinya sedang asyik bermain judi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia menjambak rambut istrinya dan menariknya keluar.

Wanita itu melihat suaminya dan langsung merasa bersalah dan tidak berani protes.

Namun, karena suaminya yang marah agak kasar, dia tidak bisa menahan rasa sakit karena diseret, memohon belas kasihan dan menjelaskan.

"Jika ada yang ingin kamu katakan, kita bisa pulang. Saya sebenarnya hanya bermain mahjong.” ujar si wanita.

Ternyata wanita ini lupa waktu saat bermain mahjong.

Ia bermain mahjong siang malam, meninggalkan rumahnya, meninggalkan anak-anaknya, bahkan lupa bahwa suaminya akan kembali hari itu.

Orang-orang yang lewat saat itu membujuk pria tersebut untuk tetap tenang dan jika ada masalah.

Ia harus menyelesaikannya perlahan-lahan tanpa menggunakan tangan atau kakinya.

Namun, ketika mengetahui sumber kemarahannya, mau tidak mau mereka merasa tidak puas dengan kegabutan istrinya.

Komunitas online pun mengungkapkan ketidakpuasannya setelah cerita tersebut dibagikan.

“Saya tidak mengerti bagaimana seorang ibu bisa meninggalkan anaknya dan pergi keluar seperti itu.”

“Jika suaminya tidak pulang hari ini, berapa lama anaknya akan tinggal di rumah sendirian? Tentunya dia sudah sering keluar seperti itu sebelumnya. Itu sangat menyedihkan.”


Sumber:Tribun

Di Tengah Berlanjutnya Pertempuran Antara Israel dan Kelompok Militer Palestina Hamas








Israel,Pos62.Online-


Seorang komandan tinggi militer Hamas yang memimpin 400 militan di Gaza Palestina, angkat bicara mengenai kondisi mereka.

Dari ucapannya, situasi mereka saat ini sangat sulit seiring gempuran Israel yang begitu intens dan masif.

Mereka kehilangan arah. Tidak tahu apa yang mesti dilakukan.

"Kami tidak tahu jalan mana harus diambil,” kata komandan militer Hamas menggunakan nama samaran Abu Mohammed, dalam wawancara eksklusif dengan The Daily lewat aplikasi Telegram terenkripsi seperti dikutip Daily Mail.

Ia tak menyangka Israel menggempur Gaza tanpa henti sebagai upaya balas dendam atas serangan mereka pada 7 Oktober.

Sebagai akibat serangan Israel, lebih dari 10 ribu jiwa meregang nyawa. Anak-anak dan perempuan paling banyak jumlahnya.

Baginya itu adalah kenyataan pahit yang begitu pedih dan menyakitkan.

"Kami tidak menyangka akan jadi seperti ini. Gaza kami tercinta dibombardir," lanjut dia.

Ia mulai mempertanyakan kepemimpinan Hamas Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh.

Dia mengklaim sebagai salah satu perencana serangan 7 Oktober lalu.

Menurut dia, serangan itu awalnya direncanakan hanya untuk membunuh tentara Israel dan menyanderanya sebagian untuk ditukar dengan militan Hamas yang ditahan.

Namun, ia menuduh pemimpin Hamas Yahya Sinwar bertindak seperti 'pejuang jalanan'.

Di menit-menit terakhir sebelum serangan, para militan muda diperintah untuk melakukan apa saja yang mereka suka.

"Pemimpin kami berbicara kepada generasi muda kami dengan mengatakan pergi, lakukan apapun yang kalian suka, ambil apa pun yang kalian suka."

"Anda lihat dan saksikan kami telah membunuh warga sipil dan menyandera 250 orang, itu tak direncankan sebelumnya," ucapnya.

Mestinya, serangan 7 Oktober lalu tidak menargetkan warga sipil Israel.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini mereka menghadapi pembalasan Israel yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

“Alasan kami untuk berbicara adalah karena kami ingin menyuarakan pendapat kami kepada dunia. Masalahnya adalah karena kepemimpinan kami.”

Dia mengklaim bahwa komandan militer Hamas di Gaza telah terputus dari kepemimpinan politik. Sekarang hanya bergantung pada pembawa pesan seperti di zaman dulu.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengkritik pemimpin Hamas yang berada luar Gaza, tepatnya di Qatar dan Turkiye. Mereka masih hidup dengan tenang dan nyaman.

Sementara ia dan pasukannya harus menghadapi gempuran tentara Israel dan bertahan dengan hanya makan kurma dan minyak zaitun.

"Mereka menghancurkan kami," tandasnya.

Israel mengklaim sudah menghancurkan 130 terowongan sejak mereka membombardir Gaza pascaserangan Hamas 7 Oktober lalu.

Tak hanya terowongan, Israel membombardir tempat penyimpanan air dan oksigen yang selama ini digunakan oleh Hamas selama bertahan menghadapi serangan.

Situasinya kian memburuk di Gaza. Korban dari kalangan sipil terus berjatuhan meski mereka diberi kesempatan untuk keluar dari Gaza menghindari pertempuran.

Unjuk rasa di berbagai belahan dunia menuntut segera dilakukan gencatan senjata.


Sumber:Tribun

Kamis, 09 November 2023

Warga Palestina Membawa Korban Pemboman Israel di Khan Yunis di Jalur Gaza


Madrid,Pos62.Online-


Spanyol telah meminta meminta komunitas internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel, yang dituduhnya melakukan genosida terencana terhadap warga Palestina di Gaza.

Menteri hak-hak sosial Spanyol Ione Belarra mengecam para pemimpin dunia karena standar ganda yang mereka berlakukan di saat konflik Israel-Hamas terus berkecamuk.

“Israel harus mengakhiri tindakan genosida terhadap rakyat Palestina,” kata Belarra.

“Mengapa kita bisa memberikan pelajaran tentang hak asasi manusia dalam konflik lain dan tidak di sini ketika dunia menyaksikannya dengan ketakutan? Kematian ribuan anak, para ibu-ibu berteriak putus asa karena menyaksikan pembunuhan anak-anaknya,” sambungnya.

Belarra juga mendesak negara-negara lain untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai protes terhadap serangan mereka terhadap Gaza.

“Kekerasan terhadap warga sipil di Gaza tidak bisa terus berlanjut. Saya ingin negara-negara lain mencabut relasi dengan Israel,” katanya.

Sikap Spanyol ini tentu sangat berbeda dengan negara tetangganya, Prancis, yang melarang demonstrasi pro-Palestina. Jerman dan Inggris juga menindak aktivisme pro-Palestina.

Belarra mengecam pemerintah-pemerintah Eropa, tanpa menyebut nama mereka, karena “mengkriminalisasi” gerakan pro-Palestina.

“Pemerintah Spanyol mempertahankan posisi yang lebih bermartabat dibandingkan negara-negara lain di komunitas Eropa, yang mengkriminalisasi gerakan pro-Palestina dan melarang demonstrasi,” ujar Belarra.

“Yang saya inginkan adalah Spanyol berbuat lebih banyak, Spanyol melakukan semua yang mereka bisa,” imbuhnya

Bellara juga berjanji akan menggandakan bantuan kemanusiaan untuk penduduk sipil di Gaza menjadi 43 juta dolar AS.


Sumber:Tribun



Pemilik Lahan Segel Dua Sekolah di Tanah Datar, Bupati : Setahu Saya Itu Termasuk Aset Pemerintah


Batu Sangkar,Pos62.Online-


Dua sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, disegel oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Dua sekolah tersebut yakni SMPN 2 Batusangkar dan SDN 20 yang disegel sejak Senin (6/11/2023) lalu.

Berdasarkan keterangan Purnama, pria yang mengaku sebagai pemilik lahan, mengatakan tanahnya itu selama ini statusnya dipinjamkan.

Padahal, sekolah tersebut telah didirikan sejak 1951.

Ia pun mengaku hingga tahun 2022 lalu, masih tak mempermasalahkan lahannya dipinjamkan.

Namun, permasalahan muncul saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar beberapa waktu lalu justru memproses penerbitan sertifikat atas lahan yang diakui Purnama sebagai miliknya.

"Sekolah ini didirikan tahun 1951, ada alas hak kami tahun 1953, sekolah ini dipinjamkan untuk pendidikan anak-anak di Tanah Datar."

"Sebetulnya sampai 2022 kami tak mempermasalahkan, tapi kami mendapati berkas bahwa Pemkab Tanah Datar berusaha mensertifikatkan lahan kami."

Atas permasalahan ini, Purnama mengaku telah mengirim surat kepada Pemkab Tanah Datar pada awal November 2023, untuk meminta klarifikasi terkait sertifikat tanah tersebut.

Namun, dikatakan Purnama, bupati justru tak menunjukan itikad baiknya.

Terkait kasus tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, meminta pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan agar bisa menunjukkan bukti kepemilikannya.

Sebab, Eka Putra mengatakan sekolah tersebut sudah ada sejak ia menjadi bupati.

Menurutnya, lahan tersebut adalah aset daerah yang diserahterimakan oleh bupati sebelumnya.

"Jadi nanti saya cek dulu sejauh mana, setahu saya itu termasuk aset pemerintah."

"Jadi saya serah terima dengan bupati sebelumnya itu adalah aset pemerintah kabupaten Tanah Datar," kata Eka Putra di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa.

Jika lahan tersebut terbukti milik perseorangan, ia tentu akan menyerahkannya.

"Kalau memang iya, buktikan, kalau memang iya milik mereka ada sertifikatnya, nggak mungkin kami tahan, tentu kami serahkan."

"Ini dari bupati-bupati sebelumnya ini, sudah lama ini," tambah Eka.

Akibat penyegelan tersebut, SMPN 2 Batusangkar menerapkan belajar secara online atau daring terhadap siswanya pasca gedung sekolah disegel.

Proses pembelajaran pun berpindah ke gedung perpustakaan.

Namun, pada Selasa,siswa nekat datang ke sekolah.

Upaya siswa yang nekat masuk ke sekolah itu dihalangi oleh pihak penggugat hingga terjadi bentrok.

Akibat bentrokan tersebut, sebanyak empat siswa mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Sekolah SMPN 2 Batusangkar, Defison, mengatakan beberapa siswa tersebut mengalami sesak napas, luka gores, hingga trauma.

Ada yang sesak napas, ada yang trauma, ada yang (mengalami luka) gores. Tapi, sepertinya hari ini sudah pulang semua,"

Meski begitu ia belum dapat memastikan apakah empat siswa tersebut mengalami tindak kekerasan atau tidak.

Untuk itu, kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau tindak kekerasan atau tidaknya belum bisa dipastikan, saat ini masih di selidiki."

"Kalau pernyataan dari kita mungkin karena dorong-dorongan," jelasnya.


Sumber:Tribun

Selasa, 07 November 2023

Warga Ricuh Dengan Petugas Saat Eksekusi Lahan Sengketa Di Ciputat

 

TANGERANG SELATAN, Pos62.Online - Eksekusi lahan sengketa di RT 002 RW 014, Kampung Gunung, Jombang, Ciputat, diwarnai kericuhan pada Selasa (7/11/2023). Sejumlah warga yang diduga sebagai tergugat menolak mengosongkan rumahnya sehingga aksi saling dorong dengan aparat tak terelakkan.


Warga sebagai tergugat pun masih bertahan di rumahnya lantaran tim juru sita hendak merangsek masuk untuk mengeluarkan barang-barang di dalamnya.


Kuasa hukum tergugat bernama Sugiyanto menilai, eksekusi lahan atas amar putusan nomor 311/Pdt.G/2012/PN.TNG itu cacat prosedur


Pasalnya, eksekusi lahan itu tak sesuai lokasi amar putusan. "Kami keberatan atas eksekusi yang dilakukan karena ini beda lokasi. Locus amar putusannya ada di RT 001, tapi yang dieksekusi di RT 002. Ini kan adalah pelanggaran hukum yang sangat nyata," kata Sugiyanto saat ditemui lokasi, Selasa. "Harusnya gugatan ini sebenarnya enggak bisa diterima tapi oleh pengadilan malah dikabulkan dan hari ini dilakukan eksekusi," tambah dia. Atas keberatan putusan itu, Sugiyanto mengatakan kliennya bakal menempuh beberapa langkah hukum untuk mengatasi persoalan tersebut.


"Kami akan lakukan langkah hukum, kami akan laporkan ke kepolisian, apa yang dilalukan PN Tangerang beserta juru sita lainnya, akan kami laporkan ke Ombudsman, Komnas HAM dan Mahkamah Agung," imbuh dia. Sementara itu, juru sita Pengadilan Negeri Tangerang Burhanuddin menganggap penolakan dari pihak tergugat merupakan hal biasa.


Namun, ia menegaskan, lahan seluas 6.070 m persegi yang eksekusi itu sudah sesuai amar putusan meski lahan tersebut berada di RT yang berbeda. Sebab, saat ini, lahan tersebut telah terjadi pemekaran sehingga terpecah di dua RT. "Sekarang kan ada pemekaran, waktu eksekusi lahan yang pertama benar (alamatnya). Ada pemekaran pasti sih, ya gitu. Ini kan ada pemekaran wilayah RT," ucap dia.


Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, aparat gabungan meliputi Satpol PP Tangerang Selatan, Polres Tangerang Selatan dan TNI masih berjaga di tengah proses eksekusi tersebut. Sebab, masih ada beberapa lahan yang belum dieksekusi.


Sementara itu, sejumlah warga sudah mulai mengosongkan rumahnya.


Sumber:Kompas.Com

10.000 Orang Tewas Gaza Jadi Kuburan Bagi Anak-anak


 






New York,Pos62.Online-


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengingatkan bahwa Jalur Gaza yang terus dibombardir oleh Israel, telah menjadi 'kuburan bagi anak-anak'. Jumlah anak-anak yang tewas mencapai nyaris separuh dari total kematian di daerah kantong Palestina tersebut.

Guterres kembali menyerukan gencatan senjata dalam perang yang terus berlangsung antara Israel dan Hamas. Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (7/11/2023), Guterres juga menegaskan bahwa perlindungan warga sipil 'harus menjadi yang terpenting' dalam perang antara Israel dan Hamas.

"Kita harus bertindak sekarang untuk menemukan jalan keluar dari kehancuran yang brutal, mengerikan, dan menyakitkan ini," cetus Guterres.

"Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap harinya," ucapnya.

Perang berkecamuk di Jalur Gaza setelah Hamas melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu. Para pejabat Tel Aviv melaporkan lebih 1.400 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Hamas tersebut.

Laporan terbaru otoritas kesehatan Jalur Gaza, sedikitnya 10.222 orang tewas akibat serangan Israel selama sebulan terakhir. Jumlah korban tewas di Jalur Gaza itu mencakup lebih dari 4.000 anak-anak.

"Bencana yang sedang terjadi membuat perlunya gencatan senjata kemanusiaan menjadi semakin mendesak seiring berjalannya waktu," sebut Guterres saat berbicara kepada wartawan di markas besar PBB, seperti dilansir AFP.

"Pihak-pihak yang berkonflik -- dan tentu saja, masyarakat internasional -- menghadapi tanggung jawab segera dan mendasar: menghentikan penderitaan kolektif yang tidak manusiawi ini dan secara dramatis memperluas bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.

"Mimpi buruk di Gaza lebih dari sekadar krisis kemanusiaan. Ini adalah krisis umat manusia," cetus Guterres dalam pernyataannya.

Guterres secara resmi telah meluncurkan permohonan kemanusiaan PBB senilai US$ 1,2 miliar (Rp 18,6 triliun) baru-baru ini untuk membantu 2,7 juta warga Palestina di seluruh wilayah Jalur Gaza, sebagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza dari wilayah Mesir melalui perlintasan perbatasan Rafah. Namun demikian, jumlah truk bantuan itu masih di bawah level sebelum pecah meletus, dan Israel mengatakan perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan keamanan.

Israel juga tidak mengizinkan truk-truk itu membawa pasokan bahan bakar ke dalam Jalur Gaza.

"Tanpa bahan bakar, bayi yang baru lahir di inkubator dan para pasien yang menggunakan alat penyokong kehidupan akan meninggal," sebut Guterres.

"Jalan ke depan sudah jelas. Gencatan senjata kemanusiaan -- sekarang. Semua pihak menghormati semua kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional," cetusnya.

Lebih lanjut, Guterres kembali menyuarakan kekhawatiran soal apa yang disebutnya 'pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional yang kita saksikan'. "Biar saya perjelas: Tidak ada pihak dalam konflik bersenjata yang berada di atas hukum kemanusiaan internasional," tegasnya.

Guterres tidak menyebut langsung lama Israel. Dia sebelumnya membuat marah Israel saat menuduh adanya pelanggaran hukum kemanusiaan dan menyebut serangan Hamas 'tidak terjadi saat vakum kekuasaan' dalam rapat Dewan Keamanan PBB pada 24 Oktober lalu.

Para pejabat Israel menuding Guterres membenarkan tindak kekerasan. Guterres membantah tuduhan itu, dan menegaskan kecaman atas 'aksi teror menjijikkan yang dilakukan oleh Hamas' dan menyerukan Hamas membebaskan para sandera.


Sumber:detik





Bernasib Pilu Diusir dari Rumahnya oleh Anak Angkat Karena Nasehati soal Pernikahan


 






Bayuasin,Pos62.Online-


Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kabar seorang ibu diusir dari rumah oleh anak angkatnya.

Dalam unggahan di akun Instagram @banyuasinterkini, Minggu (5/11/2023), memperlihatkan seorang ibu yang usianya sudah renta berada di tengah-tengah kerumunan warga sekitar.

Rupanya, kerumunan tersebut merupakan pertemuan yang juga dihadiri pihak kepolisian.

Diduga, pertemuan itu digelar untuk memediasi si ibu dengan anak angkatnya yang disebut-sebut menguasai harta.

“Permasalahan perebutan harta warisan antara nenek dengan anak angkatannya berinisial AY ingin menjual harta milik ibu angkatnya (Siti Marbiah) berlanjut pada tahap mediasi, Jumat (3/11/2023),” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Terungkap, sosok lansia tersebut adalah Siti Marbiah (73), warga Banyuasin, Sumatra Selatan.

Siti diketahui tak memiliki anak kandung hingga mengangkat AY yang dirawatnya bagai anak sendiri.

Menurut Kuasa Hukum Siti, Jallas Boang Manalu, kliennya mengangkat AY sebagai anak saat berumur 2 tahun.

Seiring berjalannya waktu, Siti yang memiliki rumah dan warisan bersama keluarga besar, menjual asetnya tanpa sepengetahuan saudaranya.

Aksi tersebut dilakukan Siti karena telah dihasut AY.

Dari penjualan rumah dan tanah itu, Siti memberikan uang senilai Rp 200 juta kepada AY.

Sisa dari penjualan tersebut kemudian dibelikan rumah dan tanah yang saat ini diperebutkan Siti dan AY.

Saat membeli rumah tersebut, AY meminta kepada Siti agar sertifikat dibuat atas nama dirinya, bukan sang ibu.

"Saat membeli dan membuat sertifikat, si anak angkat ini membujuk agar klien kami ini membuat sertifikat atas nama si anak angkat ini."

"Nanti, akan dibuatkan surat hibah untuk klien kami ini agar bisa menempati rumah tersebut," kata Jallas, Minggu (5/11/2023), dikutip dari TribunSumsel.

Hal tersebut kemudian memicu keributan antara Siti dan AY hingga keduanya melakukan mediasai pada Jumat (3/11/2023) lalu, namun tak menemukan titik terang.

Untuk itu, Jallas tak menampik nantinya akan menempuh jalur hukum terkait kasus yang menimpa kliennya itu.

"Bila nanti tetap tidak menemui titik terang atas masalah yang klien kami hadapi, kami berinisiatif untuk menempuh jalur hukum baik itu pidana maupun perdata," pungkasnya. 

Perseteruan antara Siti Marbiah dan AY bermula dari Siti yang menasihat sang anak agar tidak terburu-buru menikah kembali.

Diketahui, AY akan kembali menikah untuk yang keempat kalinya.

Namun, Siti Marbiah meminta agar AY tak lagi kawin-cerai dengan pria.

"Kalau mau kawin lagi, carilah laki-laki yang benar. Jangan sampai nanti cerai lagi, tidak enak. Kan sudah tiga kali cerai," kata Siti Marbiah mengulangi perkatannya kepada AY, Senin (6/11/2023), dikutip dari TribunSumsel.

Namun, AY justru tak terima dengan nasihat Siti.

Si anak angkat memilih meninggalkan rumah dan menikah dengan pria yang menjadi pilihannya.

Ternyata, setelah menikah sekitar tiga sampai empat bulan, AY kembali datang ke rumah Siti Marbiah dengan suaminya.

Kedatangan mereka justru menimbulkan keributan.

Bahkan, suami baru AY juga ikut campur dalam keributan tersebut.

"Aku ngomong sama suami barunya, aku bisa beri nasihat. Karena, selama ini aku yang mengurus dia (AY)."

"Jangankan dia, anak-anaknya saja aku yang urus semua. Dari situ, suaminya diam," ungkap Siti.

Karena hal itulah kemudian Siti diusir AY dari rumahnya.

Ia dipaksa keluar dari rumah tanpa membawa barang apapun.

Bahkan, AY menggembok rumahnya agar Siti tak bisa kembali.


Sumber:Tribun


Senin, 06 November 2023

Hamas Hancurkan 24 Kendaraan Militer, Tentara Israel Mundur Dari Gaza Utara

 

Pos62.Online, Gaza - Sejumlah tentara Israel tepatnya di Gaza Utara mundur usai menghadapi perlawanan sengit versus pejuang Palestina.


Perang sengit itu menyebabkan puluhan tentara Israel tewas atau terluka.


Sebelumnya pasukan Israel telah meningkatkan serangan ke Kota Gaza, termasuk Gaza utara.


Mereka menggunakan sejumlah pesawat tempur, artileri dan kapal perang.

Di sisi lain, pasukan Hamas, Brigade Al-Qassam, menyatakan telah berbalik menyerang tentara Israel.


Bahkan menghancurkan kendaraan militer dan tank dengan granat berpeluncur roket, mengutip Anadolu

Diketahui pasukan Israel mundur dari Gaza Utara pada Sabtu (4/10/2023).

Mereka awalnya ditempatkan di daerah Al-Maqqousi di utara Kota Gaza, dan di wilayah utara kamp pengungsi al-Shati, barat laut Kota Gaza.


Kini pasukan Israel kembali ke utara dan ditempatkan di daerah Al-Amrikiyah, barat laut Beit Lahia, yang berarti tentara mundur 2 kilometer (1,2 mil) ke posisi di daerah yang dicapai pada hari pertama operasi darat pada 27 Oktober 2023.

Menurut Anadolu, tempat mundurnya pasukan Israel adalah kawasan pertanian yang jauh dari pemukiman warga.


Tentara Israel juga menyebut mereka telah kehilangan 345 tentara sejak pecahnya pertempuran di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.


Juru bicara Daniel Hagari menyampaikan pada konferensi pers bahwa terbaru empat tentara tewas di Gaza.


Di bagian selatan Kota Gaza, tentara Israel terus menembaki daerah di lingkungan Al-Zaytoun dan Tal al-Hawa dengan pesawat tempur dan artileri.

Pasukan Israel tetap ditempatkan 500 meter (1.640 kaki) dari jalan pesisir Gaza, yang dikenal sebagai Jalan Al-Rasheed di barat daya Kota Gaza.


Sementara itu Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Obeida mengatakan dalam pesan yang direkam bahwa pejuang Hamas sedang melawan pasukan Israel di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.


Juga di barat laut Kota Gaza, dan di wilayah tenggara Kota Gaza di Al-Zaytoun dan Tal al- lingkungan Hawa.


“Mujahidin kami menghancurkan 24 kendaraan militer Israel dalam dua hari terakhir,” kata Abu Obeida.


Brigade Al-Qassam menyebut mereka juga menyerang tank Israel dengan peluru kendali anti-tank Konkurs.

Klaim 450 Posisi Hamas Telah Diserang


Tentara Israel mengeklaim mereka menyerang 450 posisi Hamas.


Sasarannya termasuk pesawat tempur, kompleks militer, pos pengamatan, pos peluncuran rudal antitank, dan terowongan

Secara terpisah, tentara mengklaim telah menemukan terowongan Hamas yang berdekatan dengan Rumah Sakit Sheikh Hamad di Gaza

Dalam jumpa pers, juru bicara militer Daniel Hagari juga memutar video yang katanya menunjukkan pejuang Hamas menembaki tentara Israel dari dalam rumah sakit.

Diketahui Israel telah menargetkan sekolah-sekolah dan rumah sakit atas dasar klaim mereka bahwa Hamas menggunakan fasilitas dan infrastruktur sipil tersebut sebagai tameng untuk operasi bawah tanahnya.


Hamas telah berulang kali membantah klaim tersebut, dan menuduh tentara Israel menyebarkan kebohongan dan menargetkan warga sipil.


Sejak 7 Oktober, serangan udara Israel telah berulang kali menargetkan rumah sakit, fasilitas yang dikelola PBB, kamp pengungsi, sekolah, masjid dan gereja, yang mengakibatkan terbunuhnya warga sipil, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sumber:TribunNews.Com

Menteri Israel Minta Warga Palestina Pindah ke Gurun Pasir








Tel Aviv,Pos62.Online-


Seorang menteri dari partai ekstremis Otzma Yehudit mengatakan salah satu pilihan Israel saat perang sekarang ini adalah menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Kol Berama apakah bom atom nuklir harus dijatuhkan di daerah kantong tersebut, Menteri Warisan Budaya, Amichai Eliyahu mengatakan dijatuhkannya bom nuklir di jalur Gaza merupakan

kemungkinan terbesarnya demi perdamaian kedua belah pihak.

Eliyahu adalah seorang menteri dari partai sayap kanan Itamar Ben Gvir.

Ia bukan bagian dari kabinet keamanan yang terlibat dalam pengambilan keputusan di masa perang, juga tidak memegang kendali atas kabinet perang yang mengarahkan perang melawan kelompok teror Hamas.

Eliyahu juga menyuarakan keberatannya atas izin masuk bantuan kemanusiaan apa pun ke Gaza.

Menurutnya semua yang berada di jalur Gaza adalah bagian dari Nazi.

“Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi," ujar Eliyahu dikutip dari Times of Israel, Minggu (5/11).

Dia juga mendukung perebutan kembali wilayah Jalur Gaza dan memulihkan pemukiman di sana.

Ditanya tentang nasib penduduk Palestina, Eliyahu menyebut seharusnya mereka bisa pergi ke Irlandia atau ke gurun pasir.

"Monster di Gaza harus menemukan solusinya sendiri,” kata Eliyahu.

Dia mengatakan bahwa siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas tidak boleh terus hidup di muka bumi ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru tidak setuju atas saran dari Eliyahu tersebut.

Menurutnya Israel dan IDF dalam bertindak selama masa perang tetap berpegang teguh kepada hukum internasional guna menghindari korban-korban sipil non-kombatan atau mereka yang tidak tergabung dalam Hamas.

Akibat pernyatannya tersebut Eliyahu juga diskors dari pertemuan pemerintah Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bahkan, Pemimpin Oposisi, Yair Lapid, menyerukan pemecatan terhadap menteri Eliyahu.

“Kehadiran kaum radikal di pemerintahan membahayakan kita dan tujuan perang – mengalahkan Hamas dan mengembalikan semua sandera. Netanyahu harus memecatnya pagi ini," ujar dia.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai Otzma Yehudit milik Eliyahu, mengatakan dia sudah berbicara kepada menteri Eliyahu yang kemudian mengklarifikasi bahwa dia berbicara secara metaforis.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga menanggapi dengan menyebut pernyataan Eliyahu tidak berdasar dan menambah penderitaan di Palestina.

"Mereka ini bukan orang-orang yang bertanggung jawab atas keamanan Israel," kata Gallant.

Serupa, Pendahulu Gallant, Menteri Benny Gantz, mengatakan pernyataan Eliyahu merugikan Israel dan menambah penderitaan keluarga para sandera.

MK Mansour Abbas, pemimpin partai Daftar Arab Bersatu, juga bereaksi terhadap Eliyahu, dengan mengatakan bahwa setelah perang berkecamuk pasti bakal ada perdamaian nantinya.

"Di lubuk hati saya yang terdalam, saya yakin akan ada perdamaian antara kedua negara," ujarnya.

Ahed Abo Al Atta Direktur YPSP Palestina juga mengaku sudah mendengar kabar mengenai rencana Israel akan menjatuhkan bom nuklir di Israel.

Ahed Abo menyebut seluruh rakyat Palestina sudah mendengar pernyataan dari Eliyahu.

"Yang beredar di Gaza bahwa ada menteri Israel menyebut agar ada perdamaian harus dijatuhkan dulu bom nuklir di Gaza," kata dia. (Times of Israel/wly)


Sumber:Tribun


Kamis, 02 November 2023

Detik-detik Militer Houthi Yaman Serang Israel,Tembak Drone dan Rudal Balistik


 






Jakarta,Pos62.Online-


Perang Israel-Hamas, meluas ke Yaman. Kelompok Houthi di Yaman meluncurkan sejumlah besar rudal balistik dan drone ke wilayah Israel.

Sejumlah besar rudal balistik dan drone telah diluncurkan ke arah Israel," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dikutip Reuters, Rabu (2/11/2023).

"Akan ada lebih banyak serangan serupa ke Israel. Untuk membantu Palestina meraih kemenangan," tambahnya mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Saree mengatakan serangan tersebut adalah yang ketiga yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Israel sejak awal konflik. Sejumlah media yakin, pernyataan itu mengonfirmasi bahwa Houthi berada di balik serangan pesawat tak berawak (drone) pada 28 Oktober yang mengakibatkan ledakan di Mesir dan serangan lain di tanggal yang sama, meski berhasil dicegat angkatan laut AS.

Sebelumnya, Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree Anu, menyatakan negaranya resmi meluncurkan serangan dan menyatakan perang terhadap Israel.

Pernyataan tersebut mengacu pada “operasi untuk mendukung saudara-saudara tertindas di Palestina.”

Pada Selasa pagi, 31 Oktober, sempat ada laporan tentang serangan roket ke Israel dari Yaman.

Kini berbagai spekualasi soal serangan itu telah terjawab, menyusul pernyataan resmi yang menunjukkan bahwa negara tersebut memang memutuskan menyerang Israel.

Dengan demikian, Yaman adalah negara Arab pertama yang mendeklarasikan perang melawan Israel sejak tahun 1973.

Juru bicara Yaman mengakui bahwa roket diluncurkan ke arah Israel, termasuk “sejumlah besar rudal balistik dan bersayap.”

Selain itu, drone diluncurkan. Serangan tersebut menargetkan “instalasi musuh di wilayah pendudukan.”

“Kami akan terus melakukan serangan dengan kualitas lebih tinggi menggunakan rudal dan drone sampai agresi Israel berhenti,” tambah juru bicara resmi Yaman, sebagaimana dikutip media Iran, MEHR.

Saree juga mencatat bahwa serangan akan terus berlanjut sampai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghentikan operasi di sektor Gaza.


Sumber:TvOnenews



Rabu, 01 November 2023

Musnakan Hamas, Israel Takkan Bisa


 






Yogja,Pos62.Online-


Pembunuhan massal yang terus dilakukan pasukan Israel terhadap target sipil di Jalur Gaza belum juga terhentikan.

Semua bentuk pelanggaran hukum perang telah dilakukan Israel. PBB masih gagal menghentikan ‘genosida’ yang menimpa rakyat Palestina.

Peristiwa terbaru adalah pengeboman kamp sipil warga Palestina di Jabaliya, Selasa (31/10/2023). Lusinan orang, kebanyakan anak-anak dan qanita, tewas. Ratusan orang lain luka-luka.

Militer Israel beralasan pengeboman menargetkan target Hamas yang bersembunyi di antara warga sipil di Jabaliya. Empat bom menghancurkan gedung-gedung bertingkat di kamp tersebut.

Sementara itu kampanye -pengusiran warga dari wilayah utara Gaza terus berlanjut. Rumah sakit terbesar Al Shifa juga jadi target serangan militer Israel.

Militer Israel menyatakan Hamas menjadikan ruangan bawah tanah di komplek RS Al Shifa sebagai pangkalan komando mereka.

Namun Israel tidak menyertakan bukti-bukti kuat, selain ilustrasi grafis yang seolah meneguhkan klaim mereka.

Sejak 7 Oktober 2023, dipicu serangan kilat Hamas menerobos perbatasan yang menewaskan 1.400 warga Israel, operasi pembalasan besar-besaran disiapkan.

Mobilisasi 360.000 tentara cadangan Israel dilakukan secara cepat. Mesin-mesin tempur dikerahkan ke perbatasan Gaza. Enklave Palestina itu dikepung rapat.

Pemimpin Israel menyatakan perang, dan operasi darat habis-habisan akan dilakukan guna memusnahkan Hamas selamanya dari Gaza.

Pertanyaannya sekarang, mampukah Israel memusnahkan Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah atau Hamas selamanya dari Palestina?

Dalam khasanah studi militer dikenal istilah perang asimetris atau asymmetric warfare. Ini adalah jenis peperangan baru, selain proxy war (perang boneka) dan hybrid war (perang kombinasi).

Dulu orang mungkin hanya mengenal conventional war atau perang klasik. Sesudah perang dingin barat dan timur berakhir, muncul jenis-jenis peperangan baru seiring perkembangan teknologi.

Lantas perang Israel melawan Hamas dan penduduk Palestina kira-kira masuk jenis perang apa? Apakah perang proksi, perang hibrid, atau perang asimetris?

US Army War College mendefinisikan perang asimetris sebagai konflik di mana dua pihak yang bertikai berbeda sumber daya inti dan perjuangannya, cara berinteraksi dan upaya untuk saling mengeksploitasi karakteristik kelemahan-kelemahan lawannya.

Perjuangan tersebut sering berhubungan dengan strategi dan taktik perang unconvensional.

Pihak yang lebih lemah berupaya untuk menggunakan strategi dalam rangka mengimbangi kekurangan yang dimiliki dalam hal kualitas atau kuantitas.

Dari definisi ini, konflik bersenjata di Palestina lebih tepat masuk jenis peperangan asimetris. Hamas, Jihad Islam, Fatah, dan kelompok-kelompok bersenjata lain yang lebih kecil bertarung melawan musuh yang jauh lebih besar dan kuat.

Bahwa mungkin Hamas ada koneksi dengan pihak lain, misal dihubungkan dengan Iran, tidak bisa disebut sebagai proksi Iran, mengingat tujuan perjuangan mereka memerdekakan Palestina.

Contoh perang proksi atau perang boneka bisa dilihat dalam konflik Rusia-Ukraina, atau konflik bersenjata di Suriah.

Konflik di Palestina tidak dimulai sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan mematikan ke Israel. Ini adalah konflik panjang yang dimulai bahkan sejak tujuh dekade lalu.

Sebelum kemunculan Hamas, rakyat Palestina telah bertempur melawan Israel lewat kelompok Fatah, PLPP, dan organ-organ lebih kecil lainnya yang memiliki kemampuan bertempur.

Alhasil, konflik yang terjadi adalah pertempuran antara organisasi militer Israel melawan kelompok-kelompok bersenjata.

Pada praktik dan sejarah modern peperangan, maka belum pernah ada tentara reguler yang berhasil mengalahkan organisasi dan faksi bersenjata.

Militer AS yang dibantu sekutu-sekutunya, tidak berhasil mengalahkan Taliban setelah 20 tahun memerangi Taliban dan menduduki Afghanistan.

Demikian pula, Al-Qaeda tidak dikalahkan, meskipun Osama bin Laden dan Ayman Al-Zawahiri telah ditewaskan. Begitu pula dengan ISIS atau Daesh.

Meski amir organisasi itu, Abu Bakr Al-Baghdadi, terbunuh, kelompok itu tetap eksis di sejumlah tempat dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Mengapa bisa terjadi? Eksistensi organisasi politik militer ini umumnya lahir dan besar karena faktor ideologis dan politik. Cita-cita dasar mereka membuat organisasi seperti ini tidak bisa dimusnahkan.

Hamas ingin memerdekakan Palestina lewat cara non-negosiasi dan melalui pertempuran. Fatah, juga ingin memerdekakan Palestina lewat diplomasi bertahap, dan perjuangan negosiasi.  

Motif itu sama dengan keinginan semua penduduk Palestina, yang ingin merdeka dan berdaulat atas tanah airnya sendiri.

Oleh karena itu perjuangan Hamas, Fatah dan berbagai kelompok lain mendapat tempat di hati rakyat Palestina. Mereka menyatu sebagai bangsa, meski berbeda-beda cara yang ditempuhnya.

Kematian 8.000 penduduk Palestina sebagai akibat pembalasan membabibuta Israel atas serangan 7 Oktober 2023, benar sebuah bencana kemanusiaan.

Tapi bagi sebuah bangsa yang ingin merdeka, mereka adalah para martir yang hanya akan memompa perlawanan dan kebencian terhadap pasukan pendudukan Israel.

Sejarah telah membuktikan dalam perang asimetris, gerakan perlawanan di berbagai tempat tidak mampu dikalahkan bahkan oleh negara adidaya yang puluhan kali lebih kuat dari Israel.

Bangsa Indonesia sebelum merdeka, juga terserak di berbagai organisasi perlawanan bersenjata. Kekuatan mereka jauh lebih lemah dibanding kolonialis.

Jalan yang ditempuh dikenal sebagai perang semesta. Perang di mana organisasi bersenjata maupun kekuatan militer terorganisasi, bahu membahu bersama rakyat sipil untuk melawan musuh.

Meski wilayah adminstrasi Otoritas Palestina, Jalur Gaza beberapa waktu terakhir dikontrol Hamas, setelah mendominasi pemilihan, dan mengalahkan kelompok Fatah.

Kemenangan Hamas di Gaza menunjukkan dukungan kuat dari penduduk Palestina di enklave tersebut. Mereka tidak bisa lagi dipisahkan dari warga sipil Palestina.

Dalam konteks inilah, jika Israel bertekad memusnahkan Hamas, ini sesuatu yang mustahil. Melemahkan mungkin bisa, tapi menghapus Hamas dari Palestina sama saja menghapus penduduk Palestina.


Sumber:Detiknews

Selasa, 31 Oktober 2023

Israel Mengerahkan Tank Merkava dan Buldoser Badak Untuk Menyerang Gaza








Jakarta,Pos62.Online


Tank Israel mengincar mobil-mobil milik warga sipil. Dalam video yang beredar, sebuah mobil ditembaki tank Israel di Jalur Gaza.

Dilaporkan Al Jazeera, sumber Palestina mengatakan bahwa tank-tank Israel melakukan serangan menuju Jalan Salah al-Din, di tengah-tengah wilayah Kota Gaza. Menurut para saksi, tank-tank itu menembaki kendaraan apa pun yang mencoba melewatinya.

"Mereka memotong jalan Salah al-Din dan menembaki kendaraan apa pun yang mencoba melewatinya," kata seorang warga dikutip AFP.

Al Jazeera mengabarkan, rekaman video yang beredar di media sosial dan terverifikasi itu memperlihatkan sebuah tank meledakkan satu mobil di jalan. Sumber medis Palestina melaporkan bahwa tiga orang tewas dalam serangan itu.

Dalam video itu terlihat sebuah mobil tengah melaju. Pengendara mobil tersebut mencoba untuk berputar arah melihat tank Israel. Nahas, tank Israel langsung menembaki mobil yang tengah berupaya putar balik itu.

Salama Maarouf, Kepala Kantor Pemerintahan Hamas di Gaza, mengatakan tank-tank Israel telah mundur dari pinggiran Kota Gaza.

"Sama sekali tidak ada kemajuan di lingkungan pemukiman di Jalur Gaza. Apa yang terjadi di Jalan Salah al-Din adalah serbuan beberapa tank tentara pendudukan dan sebuah buldoser," kata Maarouf dalam sebuah pernyataan.

"Kendaraan ini menargetkan dua mobil sipil di Jalan Salah al-Din dan melibas jalan tersebut sebelum perlawanan memaksa mereka mundur. Saat ini tidak ada kendaraan tentara pendudukan di Jalan Salah al-Din, dan pergerakan warga telah kembali normal di jalan tersebut," katanya.

Tank-tank tersebut bertahan selama lebih dari satu jam. Setelah tank dipaksa mundur, mobil-mobil segera kembali ke jalan raya.

Sejak Jumat, pasukan Israel meningkatkan serangan darat mereka sebagai bagian dari respons militer terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober. Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan lebih dari 8.000 orang, yang sebagian besar warga sipil dan lebih dari separuhnya anak-anak, tewas dalam serangan udara dan darat Israel.


Sumber:detik








Senin, 30 Oktober 2023

Nelayan Orang Asli Papua Dialog Bersama Anggota DPR Papua


 






Jayapura,Pos62.Online-


Pemerintah Kota Jayapura dan Provinsi Papua dinilai diskriminatif terhadap nelayan di pesisir Kota Jayapura.

Hal ini disampaikan nelayan Orang Asli Papua (OAP) dalam dialog bersama Anggota Komisi II DPR Papua, Jhon Gobai di Kampung Nelayan Hamadi Kota Jayapura, Minggu (29/10/2023).

Mereka menyampaikan segala kegelisahannya kepada anggota DPR papua tersebut, termasuk kendala yang dihadapi saat menangkap ikan.

Satu di antara nelayan OAP, Roi Wanggai, menyesalkan sikap pemerintah mengizinkan kapal nelayan non-Papua menangkap ikan di laut Jayapura.

Nelayan OAP ini kebaratan lantaran para nelayan non-Papua disebut menangkap ikan dengan peralatan modern, serta pukat harimau digunakan menangkap ikan di luar batas yang telah ditentukan.

"Ini sangat merusak ekosistem laut serta merugikan kami nelayan lokal OAP dimana efek dari Jaring yang dipakai menangkap ikan di laut Jayapura ini merusak habitat," katanya.

"Mereka nelayan non Papua juga menghancurkan rompong atau rumah ikan yang kami bikin secara tradisional dengan susah payah," katanya.

Ia menganggap tindakan tersebut telah menimbulkan persoalan hukum, namun dianggap ada pembiaran dari pemerintah dan pihak terkait.

Bahakan menurut nelayan Papua, dalam penerapan penegakan hukum kepada nelayan di Kota Jayapura diskriminatif.

"Kalau nelayan OAP yang melakukan penangkapan dengan mengunakan bahan peledak cepat sekali aparat melakukan penangkapan, tetapi kalau dari nelayan non OAP yang merusak laut dengan mengunakan Pukat Harimau dan merusak rumah ikan kami, tidak di tindak oleh aparat penegak hukum," pungkasnya. 


Sumber:Tribunpapua


Masyarakat Adat: Stop Rusak Alam Kami!


 






Timika,Pos62.Online-


Penolakan masyarakat adat di Timika soal wacana pemerintah membuka pertambangan minyak bumi dan gas alam (migas) di wilayah Kabupaten Mimika, sangat beralasan.

Pasalnya, masyarakat adat setempat tak ingin tanah dan alam pemberian Tuhan tersebut kembali dirusaki seperti yang terjadi sebelumnya.

"Papua bukan tanah kosong, kami tidak menginginkan segala sesuatu terjadi lagi dan merusak alam seperti perusahan lain masuk di Mimika," tegas perwakilan perempuan, Fransiska Pinimet saat aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat adat di Timika dari Distrik Agimuga, di Kantor DPRD Mimika, Papua Selatan, Senin (30/10/2023).

“Tanah Papua merupakan ibu dan tidak boleh diganggu dan diambil sembarang oleh perusahan manapun,”imbuh dia.

"Kami hidup dari tanah yang Tuhan sudah berikan sehingga tidak perlu ada tambang Migas lagi yang masuk," sambung Fransiska.

Diketahui aksi berlangsung kurang lebih dua jam itu dikawal personel Polres Mimika, berlangsung aman dan tertib.

Sumber:Tribunpapua




Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Menghadiri Pertemuan dengan Presiden AS








Jakarta,Pos62.Online-


Pengusaha top Israel, Amnon Shashua, mendesak agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera digulingkan karena pemerintahannya bersalah atas “kegagalan, disonansi dan ketidakmampuan” yang menyebabkan sejak orang-orang bersenjata Hamas menyeberang dari Gaza dalam serangan mematikan di kota-kota Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

"Kita harus mengurangi kerugian kita dan melakukannya dengan cepat. Satu-satunya solusi terhadap situasi saat ini di Israel adalah mengganti pemerintah, dan hal ini perlu segera dilakukan," tulis Shashua, yang juga CEO perusahaan teknologi mobil self-driving Mobileye dalam sebuah opini di harian keuangan Calcalist, Minggu, 29 Oktober 2023.

Netanyahu menimbulkan keributan pada hari Minggu ketika menyerang kepala intelijennya, dengan mengatakan bahwa mereka tidak pernah memperingatkannya bahwa Hamas sedang merencanakan serangan, namun kemudian menarik kembali komentarnya dan mengeluarkan permintaan maaf.

Kantor Netanyahu, menolak mengomentari pernyataan Shashua.

Pemerintah, kata Shashua, yang tampaknya lebih mementingkan kelangsungan politiknya daripada “kebaikan negara,” sehingga dapat diganti tanpa mengadakan pemilu baru untuk meminimalkan gejolak politik, dengan pembentukan koalisi baru di dalam parlemen saat ini.

Netanyahu belum mengambil tanggung jawab atas kegagalan intelijen dan operasional, hanya mengatakan bahwa akan ada waktu untuk mengajukan pertanyaan sulit, termasuk tentang dirinya sendiri, setelah perang.

Para pejabat Israel mengatakan kejadian-kejadian menjelang dan termasuk penanganan serangan Hamas akan diselidiki, namun fokus saat ini adalah pada konflik tersebut.

Shashua ikut mendirikan perusahaan Mobileye pada 1999. Perusahaan itu dibeli oleh Intel pada tahun 2017 seharga $15,3 miliar dan tahun lalu kembali go public. Ia juga mendirikan bank digital One Zero dan perusahaan AI AI21 Labs.


Sumber:Tempo



Sabtu, 28 Oktober 2023

Kondisi Kota Beit Hanoun Timur Laut Gaza yang Hancur Diserang Israel








Jakarta,Pos62.Online-


Perang antara kelompok militan Palestina Hamas dengan militer Israel diperkirakan akan semakin luas dan mematikan. 

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari dalam jumpa pers yang disiarkan televisi pada Jumat (27/10/2023) malam menyatakan telah memperluas serangan udara dan darat ke wilayah kantong Palestina.

Angkatan udara Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap terowongan yang digali oleh Hamas dan infrastruktur lainnya.

Sebagai tanggapan atas serangan militer Zionis, pada Sabtu (28/10/2023) pagi, Hamas mengatakan, sayap bersenjata mereka, Brigade Al-Qassam dan seluruh kekuatan perlawanan Palestina sepenuhnya siap menghadapi agresi Israel dengan kekuatan penuh dan menggagalkan serangannya. 

Pernyataan kedua pihak yang bertikai itu memunculkan pertanyaan apakah invasi darat Israel ke Gaza mungkin akan dimulai.

Sebelumnya, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, pada Jumat malam mengatakan, para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di daerah dekat perbatasan, tepatnya di Kota Beit Hanoun, timur laut Gaza dan di daerah tengah Al-Bureij.

Al Jazeera melaporkan secara live ledakan-ledakan di Gaza yang dilakukan oleh militer Israel. 

Serangan itu dilaporkan menghantam wilayah Rumah Sakit Al Shifa di Gaza. 

Sementara Israel justru menuduh Hamas menggunakan rumah sakit tersebut sebagai tameng terowongan dan pusat operasionalnya. 

Tuduhan tersebut pun telah dibantah oleh kelompok Hamas.

Gaza Terisolasi

Situasi di Gaza saat ini memilukan. Israel memutus jaringan listrik dan air. 

Menurut kantor media Hamas, listrik telah padam selama berhari-hari dan melumpuhkan fasilitas perawatan. Warga Gaza juga kehilangan air bersih. 

Tak hanya itu, komunikasi di Gaza juga terputus. Hal itu dikonfirmasi oleh penyedia telekomunikasi terbesar di Gaza, Paltel.

Masyarakat Bulan Sabit Merah juga mengaku benar-benar kehilangan kontak dengan ruang operasi Gaza dan tim yang beroperasi di sana. 

Pemerintah yang dikuasai Hamas mengatakan, kru penyelamat tidak dapat menerima panggilan darurat.

Selain Masyarakat Bulan Sabit Merah, Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Batas) juga mengaku tidak dapat menjangkau beberapa rekan Palestina. 

Mereka sangat mengkhawatirkan pasien, staf medis dan ribuan keluarga yang berlindung di rumah sakit Al Shifa dan fasilitas kesehatan lainnya.

Kepala Dana Anak-Anak PBB UNICEF, Catherine Russell juga mengaku lembaganya juga tidak bisa lagi berkomunikasi dengan staf di Gaza.


Sumber:Parboaboa