Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klaten. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2025

Klaten Dihebohkan Kasus BBM Tercampur Air, Satu Orang Jadi Tersangka

 


Klaten. Beirta24.info-

SPBU 44.574.29 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan terkait kasus BBM Pertalite tercampur air. 



Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/4/2025), setelah ada laporan konsumen atau warga kendaraan mogok setelah mengisi BBM Pertalite diduga tercampur air. 



Ada 12 kendaraan yakni empat mobil dan delapan sepeda motor mogok setelah mengisi BBM tercampur air.



Kasat Reskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa mengatakan, telah melakukan pengecekan usai adanya laporan warga yang kendaraannya mogok setelah mengisi BBM Partalite diduga tercampur air. 



"Itu kami cek yang pertama di tempat pengisian tersebut atau SPBU memang riil dari keluaran token dari SPBU tersebut terdapat tercampur dengan zat lain dari BBM perlaite tersebut," kata Taufik kepada wartawan di Klaten, Jawa Tengah, Selasa.



Pihaknya juga mengatakan mengecek kendaraan mogok yang dibawa ke bengkel. Dari pengecekan itu tangki BBM kendaraan tersebut diduga tercampur air. 



"Kami cek kendaraan yang mogok di bengkel memang di dalam tangkinya juga terdapat campuran yang sama halnya keluar dari token SPBU tersebut," tambahnya. 



Polisi kemudian menyelidiki dan meminta kepada SPBU tidak menjual BBM Pertalite yang diduga tercampur air.

Ada unsur kesengajaan

Dalam penyelidikan tersebut polisi juga melibatkan Pertamina Patra Niaga.




Investigasi internal yang dilakukan Pertamina mengungkap adanya pelanggaran operasional yang dilakukan oleh oknum awak mobil tangki (AMT) dan kelalaian petugas SPBU dalam mendistribusikan produk Pertalite ke SPBU tersebut.




"Dari investigasi, didapati adanya pelanggaran prosedur operasional yang dilakukan secara sengaja oleh oknum AMT dan kelalaian oknum petugas SPBU yang mengakibatkan adanya kandungan air pada BBM yang dijual di SPBU," ujar Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, dalam keterangannya pada Rabu (9/4/2025).




Oknum AMT yang terlibat dalam pelanggaran ini berinisial MJW dan Y.




Sanksi pemecatan 

Keduanya telah diberikan sanksi tegas berupa pemecatan setelah terbukti melakukan pelanggaran.



Selain itu, petugas SPBU yang terlibat juga telah dinonaktifkan. Taufiq menambahkan bahwa kedua oknum tersebut telah diserahkan kepada Polres Klaten untuk proses hukum lebih lanjut. 




"Kami mendukung proses hukum yang dilakukan Polres," ungkap Taufiq. 




Berdasarkan pemeriksaan pelaku baru pertama kali melakukan aksinya. Pelaku diduga sengaja mengurangi isi tangki BBM dan memasukkan sekitar 4.000 liter air ke dalam tangki berkapasitas 24.000 liter. Adapun aksi tersebut untuk keuntungan pribadi pelaku.



Polisi tetapkan satu tersangka

Polisi telah menetapkan satu tersangka kasus BBM Pertalite tercampur air di SPBU 44.574.29 Trucuk. Tersangka merupakan sopir dari awak mobil tangki (AMT) BBM. 




"Saat ini sudah kami tetapkan satu orang tersangka inisial M dan kami tahan di Rutan Mapolres," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, Iptu Taufik Frida Mustofa, Kamis (10/4/2025).




Pihaknya masih mendalami beberapa orang terkait kasus BBM tercampur air tersebut. "Mohon doanya cepat tuntas semuanya," kata dia.



Polisi juga masih mendalami motif pelaku sengaja mengganti BBM tersebut dengan air. "Ini masih kami dalami terkait motifnya. 




Intinya dia menuangkan BBM tersebut di suatu tempat dan digantikan dengan air," ungkap Taufik.

Sumber: PenaKita

Rabu, 08 November 2023

Inilah Cerita Indahnya Sungai Pusur Klaten Jawa Tengah yang Menjelma Menjadi Wisata Tubing


 






Klaten,Pos62.Online-


Lewat gerakan bersih-bersih sampah, kini Sungai Pusur yang terletak di Klaten, Jawa Tengah menjelma menjadi destinasi wisata tubing.

Di mana sebelumnya, kawasan sungai itu tampak kumuh dan tak terawat.

Dilaporkan masyarakat sekitar yang peduli wisata, melakukan gerakan bersih sungai secara mandiri dan berkala.

Mulai dari membersihkannya dan membuka akses jalan ke area sungai untuk akses tubing. 

Kini setiap akhir pekan, sering dijumpai rombongan kecil yang menaiki ban dan mengikuti aliran sungainya, riuh teriakan mereka menghidupkan suasana sepanjang Pusur.

Adalah anak-anak muda desa bermain di sungai yang secara sukarela melakukan penyisiran membersihkan sampah-sampah plastik di sepanjang aliran sungai.

Selanjutnya mereka menjadi relawan Sampah yang diinisiasi AQUA Klaten.

Tidak hanya itu, masyarakat desa diedukasi untuk tidak membuang sampah di sungai serta menyediakan tempat pembuangan sampah, menurut rilis yang dikirimkan pada Tribunnews.

Kemudian terbentuklah Pusur Institute, sebuah wadah kolaborasi pihak-pihak yang memiliki kesamaan visi terhadap kelestarian Kawasan Sub DAS Pusur dan sekitarnya.

Sekjen Pusur Institute Muslim, mengatakan sungai Pusur ini sebenarnya salah satu Sub DAS yang berada di kawasan operasional kerja DAS Bengawan Solo.

Meski panjangnya yang hanya 36 kilometer, sungai ini melewati dua administrasi kabupaten, yaitu Kabupaten Boyolali dan Klaten.  

Daerah hulu berada di Boyolali yang menjadi kawasan konservasi dan tangkapan air. Sedang kawasan hilirnya berada di Klaten yang saat ini dijadikan sebagai wisata tubing yang dikelola masyarakat setempat.  

Dia menuturkan area tubing di Sungai Pusur ini awalnya diinisiasi masyarakat Desa Jragan yang merindukan masa anak-anak ketika bermain di sungai.

Oleh karena itu, mereka menjadikan sungai menjadi layak untuk digunakan bermain.

“Dan karena unsur ketidaksengajaan inilah muncul inisiatif untuk membentuk area tubing di Sungai Pusur atau disebut dengan RTPA atau River Tubing Pusur Adventure,” katanya.

Masyarakat kemudian mulai membersihkan sungai yang kala itu belum terjamah dan penuh dengan sampah, membuka jalan yang akan digunakan untuk akses tubing.

Aktifitas yang kemudian mendorong pergerakan ekonomi pada masyarakat sekitar sungai ini justru memudahkan relawan untuk mengedukasi masyarakat desa supaya tidak membuang sampah di sungai serta menyediakan kotakan sampah sebagai tempat pembuangan sampah. Proses ini memakan waktu sekitar satu tahun

Untuk pendanaan berawal dari tiap anggota RTPA yang wajib mempunyai ban sendiri. Seiring berjalannya waktu, RTPA baru kedatangan pengunjung atau wisatawan.

Kemudian, hasil dari pengunjung digunakan untuk membeli perlengkapan safety serta peralatan yang diperlukan.  

Sampai saat ini belum adanya bantuan dari pihak luar terkait pendanaan. Artinya, pendanaaan murni dari anggota komunitas.

Sedangkan untuk administrasi, hasil dari tubing tersebut semuanya masuk ke kas dan digunakan untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan.

Namun, akhir-akhir ini dibagi Rp 10 ribu untuk pemandu dan Rp 40 ribu untuk kas.

Melihat kesuksesan RTPA yang merupakan penggagas pertama area tubing di sepanjang aliran Sungai Pusur, kemudian masyarakat di sekitar lintas tubing pun menginginkan untuk membuat hal serupa.

”Karena ada wisata itu, saya kira gotong royong untuk membersihkan sungai itu juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat, bukan karena event.

Karena, kalau seumpama arusnya tidak tertata otomatis wisatawan akan tidak nyaman untuk tubing di situ.

Oleh karena itu, ketika ada sampah, jalur yang terbawa arus itu harus ditata lagi. Bersih-bersih sungai itu biasanya dilakukan warga setiap hari Jumat,” ujar Muslim.

Ada beberapa operator yang mengelola wisata river tubing di Sungai Pusur di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.

Salah satu operator adalah New Rivermoon, sebuah resto bernuansa alam yang berlokasi di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang menawarkan river tubing, outbound dan resto dengan berbagai menu yang harganya terjangkau.

Paket makan per orang antara Rp30.000 sampai Rp50.000 tergantung pilihan menunya.

Awalnya, New Rivermoon Kali Pusur hanya menyediakan fasilitas wisata river tubing jarak pendek, 300 meter dan outbound.

Kemudian, river tubing diperpanjang hingga dua kilometer. Semenjak itu, pengunjung River Moon Kali Pusur bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 wisatawan per pekan yang berasal dari Solo, Klaten, Semarang, Jogja hingga mancanegara.

Berdiri di lahan seluas tiga hektar, Prasetyo, pemilik New Rivermoon, juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengembangkan wisata Klaten ini, mulai dari jasa catering hingga instruktur river tubing.

Biasanya wisatawan datang dalam rombongan besar, namun ada pula yang satu keluarga saja. Masuk ke area itu tidak dipungut biaya. Mereka hanya membayar bila makan di resto dan menikmati river tubing.

Wisatawan akan diajak berbasah-basah menyusuri Sungai Pusur yang bersih dan berbatu-batu di atas sebuah ban berukuran besar.

Setiap rombongan wisatawan akan didampingi operator yang memahami jalur dan safety yang diperlukan sehingga dipastikan mereka mengarungi sungai dengan nyaman. Semua peserta juga harus menggunakan perangkat keselamatan seperti pelampung dan helm.

“River tubing ada dua pilihan, jarak pendek 400 meter finish di Desa Karanglo, cukup Rp 20.000 per orang. Yang jarak panjang 1,5 km cukup membayar Rp 50.000 finish di Desa Wangen, pulangnya dijemput pick up. Kalau yang jarak pendek tidak dijemput,’’ ujar Sukoyo, salah satu pengelola Rivermoon.


Sumber:Tribun