Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kaesang Pangarep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaesang Pangarep. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2023

Sanksi Pertama dari Kaesang disambut Ade Armando dengan Ubah Gaya

 

Jakarta,Pos 62.Online-

 Melalui media sosial hingga media massa, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando kerap menyoroti bakal capres yang potensial berlaga di Pilpres 2024. Pemimpin PSI Kaesang Pangarep menjatuhkan sanksi kepada Ade Armando karena aksi kerap menyorot bakal capres.

Sorotan Ade Armando yang cukup membuat ramai publik adalah terhadap bakal capres PDIP Ganjar Pranowo karena muncul dalam tayangan azan di salah satu stasiun TV swasta. Ade Armando menilai tak seharusnya Ganjar tampil di tayangan azan.

Ade menilai kemunculan Ganjar dalam tayangan azan seharusnya tidak dilakukan karena bertentangan dengan aturan di Undang-Undang (UU) Nomor 32 tentang Penyiaran.

Ade Armando juga mengatakan stasiun TV seharusnya menjaga netralitasnya menjelang Pemilu 2024. Dia lalu mengusulkan agar Prabowo dan Anies juga muncul di azan TV.

"Jadi kalau misal dia buat ada Ganjar muncul di azan harus juga atau sebaiknya Prabowo muncul di azan, ada juga Anies muncul di azan, kalau itu fair, adil," kata Ade di Rumah Besar Relawan Prabowo 08 di Slipi, Jakarta Barat, Senin (11/9) lalu.

Kaesang Disiplinkan Ade Armando

Ketua Umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep menyebut Ade Armando sudah didisiplinkan karena kerap menyoroti bakal capres 2024. Padahal Kaesang sudah mengingatkan kader PSI agar berpolitik dengan santun.

"Sudah kami disiplinkan, sudah kami ingatkan di setiap meeting mingguan, kita berpolitik yang gembira, sopan dan santuy," kata Kaesang kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Kota Jogja, dilansir detikJateng, Jumat (6/10).

Kaesang bahkan mengaku telah menjatuhkan sanksi terhadap Ade Armando. Bentuk pendisiplinan itu yakni Ade harus membayari makan-minum kader di kantor DPP PSI, Jakarta.

"Untuk sementara kita menyuruh Bang Ade Armando untuk traktir kita di DPP, itu sanksi pertama," ucapnya.

Kaesang berharap tidak ada sanksi kedua bagi Ade. "Ya jangan sampai ada sanksi kedua," ujarnya.

Semua itu, karena PSI menargetkan 4 persen suara di Pemilu 2024. Kaesang optimistis target tersebut akan tercapai pada Pemilu mendatang.

"Ya doanya aja lah, pokoknya yang penting target kami tidak muluk-muluk, 4 persen alhamdulillah, 8 persen alhamdulillah, 16 persen ya Allah alhamdulillah," katanya.

Ade Armando Ubah Gaya

Ade Armando merespons teguran Ketum Kaesang Pangarep dan agar berpolitik santun tanpa mencela. Ade Armando menerima teguran Kaesang dan merasa tidak dipermalukan.

"Saya disindir-sindir karena ditegur Mas Kaesang yang di depan media memerintahkan saya untuk berpolitik santun dengan gembira tanpa mencela orang lain. Ada yang bilang 'kok mau sih orang setua saya, dipermalukan di depan orang banyak oleh anak muda yang baru belajar politik?" kata Ade dalam akun X-nya, dilihat detikcom Jumat (6/10). Ade sudah mengizinkan cuitannya untuk dikutip.

Menurutnya, ungkapan dari mereka yang berbeda pandangan hanya untuk mengadu domba. Ia menyebut tak pernah menggarap diri sebagai sosok yang lebih pintar ataupun senior dibanding Kaesang.

"Maaf ya bro dan sis, politik adu domba semacam itu nggak bakalan mempan, saya nggak pernah menganggap saya lebih pintar dari anak anak muda. Dan saya punya sejumlah alasan mengapa saya akan nurut dengan Mas Kaesang," kata Ade.

"Pertama Mas Kaesang itu Ketua Umum PSI. Saya cuma anggota PSI ya saya nurut lah. Kedua, di belakang Mas kaesang itu ada Presiden Jokowi yang sangat pintar, jadi saya duga teguran itu juga datang dari Pak Jokowi," sambungnya.

Alasan ketiga, ia merasa teguran yang disampaikan Kaesang masuk akal. Mengingat, katanya, gaya berpolitik dirinya kerap dinilai frontal.

"Ketiga, teguran itu masuk akal. Sebagai keturunan Sumatera gaya politik saya memang sebenarnya frontal tapi saya harus akui dong Pak Jokowi sudah sukses menerapkan politik gaya Solo selama lebih dari 10 tahun. Jadi ya wajar, kalau saya harus mengikuti resep yang sudah terbukti kemanjurannya," ungkap dia.

Ade menyebut akan nurut lantaran percaya diri PSI akan lolos parlemen usai dinakhodai putra bungsu Presiden Jokowi itu. Ia menyebut kini harus bisa berpolitik dengan ramah.

"Keempat, sekarang saya sedang pede dengan peluang PSI masuk parlemen. Masuknya Mas Kaesang jelas mendongkrak suara terhadap PSI. sekarang saya sangat percaya PSI bisa melewati parliamentary threshold," tutur Ade.

"Karena PSI lagi berada di atas angin, ya saya harus lebih humble dong. Kemarin-kemarin itu saya kan berantem gara-gara saya merasa diinjak-injak mereka yang benci PSI," katanya.

Sumber:detiknews

Jumat, 06 Oktober 2023

Ucapan Minta Maaf Kaesang Ke Puan Maharani Bila Dulu PSI Mencela PDIP

 

Jakarta,Pos 62.Online-Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Kaesang Pangarep, bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Dalam pertemuan itu, Kaesang sempat meminta maaf kepada Puan lantaran dulu PSI sempat mencela PDIP.

Pertemuan keduanya berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) kemarin. Usai bertemu, Kaesang sempat membeberkan hasil pertemuan keduanya.

"Biasalah kan tadi ada beberapa obrolan serius, tapi balik lagi karena kami keluarga lebih ke santai-santai," ujar Kaesang usai pertemuan.

Kaesang Minta Maaf ke Puan

Kaesang menyebut dirinya juga sempat meminta maaf ke Puan. Perihal, kata dia, PSI yang dulu kerap mencela PDIP.

"Saya juga sempat minta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya bisa dibilang mencela atau merendahkan PDIP," kata Kaesang.

"Saya dari PSI meminta maaf kepada Mbak Puan secara langsung dan teman-teman PDIP lainnya. Balik lagi ini pesta demokrasi harus dilakukan gembira dan santun," sambungnya.

Respons Puan

Puan lantas menyampaikan terima kasih atas niat baik Kaesang meminta maaf. Puan mengatakan baik PDIP maupun PSI sepakat untuk membangun politik yang beretika.

"Ya saya sangat berterima kasih dengan semangat yang tadi disampaikan Mas Kaesang, bahwa kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun," ujar Puan.

Puan menilai dalam politik harus saling menghargai dan menghormati, meski berbeda pilihan. Sebab, kata dia, dalam politik semuanya memiliki tujuan yang sama.

"Kemudian saling menghargai, menghormati, boleh beda kepentingan, boleh beda kebijakan, namun kebijakan yang tidak kemudian mempunyai satu kesamaan cita-cita, itulah yang harus kita sama-sama perbaiki," paparnya.

"Bukan bicara personal, bukan bicara satu hal yang kemudian tidak menghargai dan menghormati," sambung dia.

Kaesang Akan Disiplinkan Kader PSI yang Masih Cela Partai Lain

Tak berhenti sampai di situ, Kaesang juga berkomitmen akan mendisiplinkan kader-kader PSI yang masih mencela partai lain, termasuk PDIP. Dia tak mempersoalkan jika yang disampaikan kadernya adalah kritik.

"Pasti (bakal didisiplinkan)," kata Kaesang usai bertemu Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya di kawasan Menteng.

"Balik lagi kan di dalam kami sudah bilang beberapa kali kalau mengkritik itu silakan, kalau mencela itu kan beda hal," ujarnya.

Kaesang juga memperingatkan jangan sampai kritik memasuki ranah pribadi. Dia mempersilakan kadernya mengkritik kebijakan.

"Apalagi masuknya ke ranah pribadi itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan, kalau masalah kebijakan ya nggak masalah, biasa lah," imbuh dia.

Sumber:detiknews

Kaesang Pangarep Akan Mendisiplinkan Kader Partai Yang Mencela Partai Lain

 

Jakarta,Pos 62.Online-Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku akan mendisipinkan kadernya yang berani mencela partai lain.

Hal itu dia ungkapkan usai minta maaf kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani, karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP. Permintaan maaf itu disampaikan langsung ke Puan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang.

Malamnya, Kaesang menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya untuk meminta nasihat car berpolitik yang santun.

"Pasti [kader yang mencela partai lain akan didisiplinkan]," kata Kaesang.

Kaesang mengklaim tak melarang kadernya untuk mengkritik partai lain. Dia juga mengaku tak melarang kader untuk mengkritik kebijakan yang ada.

Namun, menurutnya, kader PSI harus bisa membedakan antara kritik dan mencela. Sebab, mencela itu tidak diperbolehkan.

"Mami sudah bilang beberapa kali kalau mengkritik itu silakan, kalau mencela itu kan beda hal apalagi masuknya ke ranah pribadi itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan. Kalau masalah kebijakan ya enggak masalah, biasa lah," jelasnya.

Sebelumnya, Kaesang menemui Puan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang. Dalam kesempatan itu, Kaesang putra Presiden Joko Widodo itu minta maaf ke Puan karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP.


Ia menyampaikan itu dalam pertemuan selama kurang lebih dua jam dengan Puan di Ombe Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) siang.


"Dan saya juga tadi sempat meminta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya, bisa dibilang mencela atau pun merendahkan PDIP. Saya dari PSI meminta maaf kepada Mba Puan secara langsung dan teman-teman PDIP yang lainnya," ucap Kaesang.

Kaesang mengatakan Pemilu 2024 harus dijalankan dengan santun tanpa menyerang pihak serta dengan suasana gembira.

Pada saat yang sama, Puan menyambut baik pernyataan Kaesang itu. Ia menekankan politik di Indonesia harus dibangun berdasarkan etika. Menurutnya, di dalam politik perbedaan kepentingan dan kebijakan merupakan hal yang lumrah.

"Kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun kemudian beretika yang kemudian saling menghargai," kata Puan.

Sumber: CNN Indonesia

Senin, 02 Oktober 2023

Klarifikasi Isu Puan Maharani Akan Temui Kaesang Pangarep dan PSI Kirim Surat Ke Mengawati

Giring menjelaskan, PSI di bawa kepemimpinan Kaesang Pangarep terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Puan Maharani dan PDIP. (Foto: Dok. Instagram @giring)

Jakarta,Pos 62.Online-

Liputan6.com, Jakarta Beredar isu Puan Maharani ingin bertemu Kaesang Pangarep beberapa hari setelah putra bungsu Presiden Jokowi naik takhta menjadi Ketua Umum PSI. Kabar lain, PSI siap bersurat kepada Megawati Soekarnoputri jelang Pemilu 2024.

Berbagai pihak menduga, ini siasat Kaesang Pangarep untuk menentukan arah politik karena Pemilu 2024 tinggal hitungan bulan. Anggota Dewan Pembina DPP PSI, Giring Ganesha membenarkan Puan Maharani ingin bertemu Kaesang Pangarep.

Mantan vokalis Nidji juga membenarkan saat dikonfirmasi rencana PSI bersurat ke Megawati. “Ya, dong,” jawab Giring ringkas. Ia menampik tudingan PSI galau setelah dikunjungi Prabowo.


Sejak awal PSI terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja. Setelahnya, Giring menyebut kehadiran Kaesang Pangarep sebagai pucuk pimpinan membuat gaya komunikasi lintas partai ala PSI lebih cepat.

Kolaborasi Untuk Masa Depan

Ketua DPR itu pun membeberkan sejumlah nama yang masuk untuk dipertimbangkan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Balik lagi, semenjak waktu itu Mas Prabowo datang ke DPP, kita di DPP PSI memang terbuka untuk siapapun untuk kita bisa berdiskusi, berkolaborasi untuk masa depan,” ujar Giring.


Melansir dari video wawancara di kanal YouTube Berita Surakarta, Minggu (1/10/2023), pelantun “Sang Mantan” memastikan komunikasi PSI dengan berbagai parpol jelang pemilu baik-bak saja.

Bergerak Lebih Cepat

Ketua Umum PSI Giring Ganesha menerima nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2024. 17 partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu 2024 pun telah mendapatkan nomor urutnya masing-masing. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Senang sekali sekarang, semenjak Mas Ketum Kaesang ini semuanya jadi bergerak lebih cepat. Komunikasi dengan segala macam pihak lintas partai juga berjalan dengan baik,” ia menyambung.


Sejak naik takhta, Kaesang Pangarep punya program baru Sowan Kebangsaan. Giring tak menjelaskan detail visi misi program ini. Namun, dalam waktu dekat akan ada gebrakan dari Kaesang.

 Kaesang dan Sowan Kebangsaan

Ketua Umum PSI Giring Ganesha menerima nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2024. 17 partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu 2024 pun telah mendapatkan nomor urutnya masing-masing. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Jadi Mas Ketum Kaesang memang punya program untuk Sowan Kebangsaan. Sekarang kita lagi sowan ke relawan-relawan Pak Jokowi, habis itu sowan ke tokoh-tokoh masyarakat. Insyaallah sebentar lagi kita akan sowan ke lintas partai,” Giring membocorkan.


Dalam kesempatan itu, ia memastikan PSI masih tegak lurus dengan pemerintahan Jokowi. Kaesang Pangarep tengah sowan sembari melancarkan lobi politik ke sejumlah pihak jelang pesta demokrasi 2024.

Sumber:  LIPUTAN 6