Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Jalur Gaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalur Gaza. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2023

Kini Jalur Gaza Lumpu Totol Akibat Pengeboman Israel


 






Jakarta,Pos62.Online-


Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan mayoritas rumah sakit di Jalur Gaza kini lumpuh total akibat gempuran Israel yang kian membabi buta sejak 7 Oktober lalu.

Kemenkes Palestina menuturkan sekitar 18 dari total 35 rumah sakit di Jalur Gaza telah berhenti berfungsi.

Selain itu, 71 persen fasilitas layanan kesehatan primer juga lumpuh total karena kerusakan imbas gempuran Israel atau kekurangan bahan bakar.

Kemenkes Palestina juga memaparkan beberapa rumah sakit yang masih beroperasi tidak dapat berfungsi 100 persen.

Beberapa layanan krusial di rumah sakit juga terpaksa ditutup lantaran kelangkaan bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis hingga secara bertahap menutup bangsalnya.

"Kompleks Rumah Sakit Medis Al Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, menutup enam ruang operasi karena kekurangan pasokan, termasuk bahan bakar," bunyi pernyataan Kemenkes Palestina pada Kamis (9/11). 

Pada Selasa pekan ini, seorang perawat asal Amerika Serikat yang tergabung dalam Doctors Without Borders, Emily Callahan, mengatakan kepada CNN bahwa di Khan Younis Gaza, kota tempat dia bekerja, ada sekitar 35.000 pengungsi internal yang berada dalam perawatan timnya.

"Ada anak-anak yang mengalami luka bakar parah di wajah, leher, dan seluruh anggota tubuh mereka," kata Callahan.

Callahan mengatakan di satu kamp pengungsi terdapat 50.000 orang hanya dengan empat toilet. Penghuni kamp pun hanya diberikan akses air bersih selama empat jam dalam sehari.

"Para orang tua membawa anak-anak mereka kepada kami dan berkata, 'tolong bisakah kamu membantu, tolong bisakah kamu membantu,' sedangkan kami tidak punya persediaan," katanya.

Ahli bedah di Rumah Sakit Al ShifaGaza Ahmed Mokhallalati membeberkan gambaran fasilitas medis di tempat itu.

Dia mengatakan RS Al Shifa mengalami krisis obat bius di tengah pasien yang membludak dan serangan Israel tanpa henti ke Gaza.

Mokhallalati menceritakan dirinya harus mengganti balutan pada anak-anak yang tak diberi anestesi atau obat bius.

Terlepas dari jumlah korban tewas yang sangat banyak, militer Israel terus melancarkan gempurannya ke kota-kota di Gaza, termasuk permukiman warga, kamp pengungsian, hingga rumah sakit.

Sejumlah rumah sakit seperti RS Al Quds hingga RS Indonesia juga menjadi sasaran gempuran Israel. Padahal, kedua rumah sakit ini menjadi dua dari sedikit RS di Gaza yang masih bisa beroperasi merawat korban bombardir Israel.

Per Kamis (9/11), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 10.790 warga Palestina tewas imbas serangan Israel di Gaza, dengan 4.412 di antaranya merupakan anak-anak dan 2.918 lainnya perempuan.

Sementara itu, sebanyak 26.475 orang lainnya terluka akibat gempuran Israel di Gaza sejak 7 Oktober lalu. Masih ada 2.550 orang, termasuk 1.350 anak-anak, hilang di Gaza.

Korban tewas akibat agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina, selama satu bulan terakhir ini pun telah melebihi jumlah korban meninggal dunia dalam perang Rusia vs Ukraina yang berlangsung sejak 2022 lalu.


Sumber:CNN



Selasa, 07 November 2023

10.000 Orang Tewas Gaza Jadi Kuburan Bagi Anak-anak


 






New York,Pos62.Online-


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengingatkan bahwa Jalur Gaza yang terus dibombardir oleh Israel, telah menjadi 'kuburan bagi anak-anak'. Jumlah anak-anak yang tewas mencapai nyaris separuh dari total kematian di daerah kantong Palestina tersebut.

Guterres kembali menyerukan gencatan senjata dalam perang yang terus berlangsung antara Israel dan Hamas. Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (7/11/2023), Guterres juga menegaskan bahwa perlindungan warga sipil 'harus menjadi yang terpenting' dalam perang antara Israel dan Hamas.

"Kita harus bertindak sekarang untuk menemukan jalan keluar dari kehancuran yang brutal, mengerikan, dan menyakitkan ini," cetus Guterres.

"Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap harinya," ucapnya.

Perang berkecamuk di Jalur Gaza setelah Hamas melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu. Para pejabat Tel Aviv melaporkan lebih 1.400 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Hamas tersebut.

Laporan terbaru otoritas kesehatan Jalur Gaza, sedikitnya 10.222 orang tewas akibat serangan Israel selama sebulan terakhir. Jumlah korban tewas di Jalur Gaza itu mencakup lebih dari 4.000 anak-anak.

"Bencana yang sedang terjadi membuat perlunya gencatan senjata kemanusiaan menjadi semakin mendesak seiring berjalannya waktu," sebut Guterres saat berbicara kepada wartawan di markas besar PBB, seperti dilansir AFP.

"Pihak-pihak yang berkonflik -- dan tentu saja, masyarakat internasional -- menghadapi tanggung jawab segera dan mendasar: menghentikan penderitaan kolektif yang tidak manusiawi ini dan secara dramatis memperluas bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.

"Mimpi buruk di Gaza lebih dari sekadar krisis kemanusiaan. Ini adalah krisis umat manusia," cetus Guterres dalam pernyataannya.

Guterres secara resmi telah meluncurkan permohonan kemanusiaan PBB senilai US$ 1,2 miliar (Rp 18,6 triliun) baru-baru ini untuk membantu 2,7 juta warga Palestina di seluruh wilayah Jalur Gaza, sebagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza dari wilayah Mesir melalui perlintasan perbatasan Rafah. Namun demikian, jumlah truk bantuan itu masih di bawah level sebelum pecah meletus, dan Israel mengatakan perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan keamanan.

Israel juga tidak mengizinkan truk-truk itu membawa pasokan bahan bakar ke dalam Jalur Gaza.

"Tanpa bahan bakar, bayi yang baru lahir di inkubator dan para pasien yang menggunakan alat penyokong kehidupan akan meninggal," sebut Guterres.

"Jalan ke depan sudah jelas. Gencatan senjata kemanusiaan -- sekarang. Semua pihak menghormati semua kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional," cetusnya.

Lebih lanjut, Guterres kembali menyuarakan kekhawatiran soal apa yang disebutnya 'pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional yang kita saksikan'. "Biar saya perjelas: Tidak ada pihak dalam konflik bersenjata yang berada di atas hukum kemanusiaan internasional," tegasnya.

Guterres tidak menyebut langsung lama Israel. Dia sebelumnya membuat marah Israel saat menuduh adanya pelanggaran hukum kemanusiaan dan menyebut serangan Hamas 'tidak terjadi saat vakum kekuasaan' dalam rapat Dewan Keamanan PBB pada 24 Oktober lalu.

Para pejabat Israel menuding Guterres membenarkan tindak kekerasan. Guterres membantah tuduhan itu, dan menegaskan kecaman atas 'aksi teror menjijikkan yang dilakukan oleh Hamas' dan menyerukan Hamas membebaskan para sandera.


Sumber:detik