Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Jakarta Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Selatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 November 2023

Kecelakaan Mobil Tabrak Pembatas Jalan Gatot Subroto


 






Jakarta,Pos62.Online-


Insiden kecelakaan hari ini di Jalan Gatot Subroto, mobil menabrak pembatas jalan, Senin (6/11/2023).

Kecelakaan tunggal itu tepatnya terjadi sebelum traffic light Kuningan, Jakarta Selatan.

Akun TMC Polda Metro melaporan kejadian tersebut pada pukul 07.24 WIB.

"Situasi arus lalu lintas tersendat," tulis akun TMC Polda Metro Jaya.

Belum diketahui adanya korban jiwa atau luka dalam insiden tersebut.

Kecelakaan tersebut dalam penanganan Polri.


Sumber:Tribun

Jumat, 03 November 2023

Atap Kos Terkena Tumpahan Cor Proyek Pria Ini Panik Loncat dari Lantai 2


 






Kebayoran Baru,Pos62.Online-


Seorang pria berinisial F (23) loncat dari lantai dua kos-kosan di Jalan Petogogan 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Video yang merekam detik-detik korban meloncat dari lantai dua viral di media sosial. Salah satu yang mengunggah videonya yaitu akun Instagram @merekamjakarta.

Dalam video tersebut, tumpahan cor dari proyek bangunan tampak menimpa genting kos-kosan dan rumah warga.

Setelahnya, korban yang bertelanjang dada terlihat berlari lalu memanjat pagar dan langsung loncat ke dasar.

Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Tribuana Roseno mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/11/2023) sore sekitar pukul 17.50 WIB.

"Korban karyawan minimarket, luka lecet di tangan," kata Tribuana saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/2023).

Tribuana menjelaskan, rumah yang terkena tumpahan cor-coran telah diperbaiki oleh pihak pelaksana proyek.

"Rumah juga sudah diperbaiki oleh pelaksana," ujar dia.


Sumber:Tribun

Kamis, 02 November 2023

Putrinya Dicabuli Kakek Sendiri


 






Kebayoran Baru,Pos62.Online-


Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap ayah siswi SMA berinisial S (14) yang diduga menjadi korban pencabulan.

Korban diduga dicabuli oleh kakeknya berinisial SS (55) yang disebut-sebut sebagai oknum pejabat.

Peristiwa pencabulan itu terjadi di rumah pelaku di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 11 Februari 2023.

"Penyelidik akan melakukan pemeriksaan terhadap ayah kandung korban," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi, Kamis (2/11/2023).

Selain ayah kandung korban, Polres Metro Jakarta Selatan juga berencana meminta keterangan saksi ahli.

"Juga pemeriksaan ahli dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)," ujar dia.

Dalam kasus dugaan pencabulan ini, penyidik PPA Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sejumlah saksi.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban, dan lima saksi lainnya," kata Yossi.

Selain itu, sambung Yossi, penyidik juga telah memeriksa kakek yang diduga mencabuli korban. Hingga kini SS masih berstatus sebagai saksi terlapor.

"Kemudian kami juga mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor," ujar dia.

Adapun laporan itu teregister dengan nomor LP/B/822/III/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 16 Maret 2023.

Kuasa hukum korban, Achmad Rulyansyah, mengatakan bahwa sejak laporan polisi itu dibuat kasus dugaan pencabulan ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Artinya sampai dengan saat ini, sudah delapan bulan lamanya, kasus tersebut masih dalam proses lidik (penyelidikan). Belum juga dilakukan gelar perkara," kata Achmad, Jumat (27/10/2023).

Achmad mengaku pihaknya sudah bersurat kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi untuk menindaklanjuti kasus ini.

"Kami bersurat meminta kejelasan terhadap tindak lanjut proses laporan yang sudah kami laporkan di Polres Jakarta Selatan. Untuk itu, guna mengedepankan hak anak sebagaimana Undang-Undang (UU) perlindungan anak, kami bersurat dan memohon kepada Kapolres," ujar dia.

Itu bukan pertama kalinya pihak korban mengirim surat ke Kapolres Metro Jakarta Selatan untuk meminta kejelasan.

"Ini surat resmi, ini sudah ketiga kalinya saya bersurat. Intinya saya tidak mau mengintervensi penyidik, saya tidak mau mengintervensi kepolisian, tapi saya menaruh harapan yang besar kepada Polres Jakarta Selatan untuk dapat menegakkan keadilan dan melindungi korban," tutur Achmad.

Achmad mengatakan, pelaku mencabuli korban saat sang istri sedang tidak berada di rumah.

Pelaku disebut mengiming-imingi korban belanja online.

"Kejadian itu bermula pada saat istri terlapor pergi, kemudian ada korban. Setelah itu korban dirayu untuk dibelikan belanja online di sosial media," kata Achmad.

Tak lama kemudian, lanjut Achmad, pelaku mengajak korban ke kamar. Pelaku meminta korban memeluk dan menciumnya.

"Dia (korban) diajak masuk ke kamar terlapor, dirayu, dan di situ dia (pelaku) bilang 'sini peluk kakek, sini cium kakek'," ujar dia.

Mendengar hal itu, korban terlihat bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

Secara tiba-tiba pelaku langsung menindih tubuh korban dan melakukan pencabulan.

"Akhirnya terlapor menindih (tubuh korban) dan memulai perbuatannya," ungkap Achmad.

Di sisi lain, Achmad menyebut kakek yang diduga mencabuli korban merupakan oknum pejabat.

"Nah pencabulan ini dilakukan oleh, diduga dilakukan oleh salah satu oknum pejabat di negara ini," kata Achmad.

Achmad berharap tidak ada intervensi dari pihak mana pun dalam proses penyelidikan kasus ini.

"Artinya kami meminta kepada polres, jangan sampai ada intervensi atau campur tangan dari pihak mana pun yang dapat mempengaruhi laporan kami," ujar dia.

Adapun korban diduga dicabuli saat berusia 13 tahun atau masih duduk di bangku SMP.

"Bentuk pencabulannya, si korban memang tidak sampai bersetubuh. Namun hampir dilakukan persetubuhan," kata Achmad.

Achmad menjelaskan, dugaan pencabulan itu bermula saat pelaku mengajak korban menginap di rumahnya selama sepekan.

Ketika itu korban sedang dalam masa liburan sekolah.

"Kakeknya menawarkan ini kan dari sekolah dekat tinggal jalan kaki. Tidak tinggal, hanya ditawari (menginap) seminggu karena itu hanya menjelang ujian," ujar Achmad.

"Orangtuanya (korban) di Sumatera Selatan, artinya orangtua wali saya karena orangtuanya kakak kandung saya," imbuh dia.

Ia menyebut korban sempat dicium oleh pelaku. Bahkan, pelaku juga disebut menindih tubuh korban.

Korban pun sempat meminta pertolongan sang kakak dan akhirnya keluar dari rumah pelaku.

"Korban ini sempat dicium, sempat dipeluk, ditindih kemudian juga sempat dimasukkan ke dalam kamar, dirayu, dan akhirnya korban sempat lari dan meminta pertolongan kakaknya. Akhirnya langsung keluar dari rumah tersebut," ucap Achmad.


Sumber:Tribun

Selasa, 24 Oktober 2023

PDUI Siap Jadi Pilar Utama Rumah Besar Dokter Indonesia


 









Jakarta,Pos62,Online-


Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menggelar pertemuan ilmiah tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke XIII di Hotel Sheraton, Gandaria City, Jakarta Selatan selam 3 hari pada 20-22 Oktober 2023.

Ketua Panitia dr Widya Murni MARS mengatakana peserta pertemuan ilmiah kurang lebih sekitar 1000 orang dokter dari seluruh Indonesia.

"Pelaksanaan PIT kali ini kami lebih menitikberatkan materi-materi yang dibutuhkan oleh dokter umum sehingga ini menjadi bekal untuk berpraktik di fasyankes tingkat pertama," kata Widya dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa (24/10/2023)

Selain pertemuan ilmiah, Widya mengatakan digelar juga Musyawarah Kerja Nasional yang dihadiri oleh 34 Ketua PDUI Cabang dari seluruh Indonesia.

"Mukernas ini membahas terkait Draft Rekomendasi Program Kerja, sebagaimana yang diamanahkan Kongres Nasional IV PDUI," ujar Presidium PP PDUI dr Imelda Datau, MM SAg selaku Presidium.

Imelda menyebut Mukernas juga mempersiapkan rekomendasi dalam kegiatan RAKERNAS III IDI di Kendari tentang reorganisasi IDI yang dititikberatkan pada pengembangan teknologi digital.

Selain usul internal, Imelda mengatakan dorum Mukernas juga diusulkan dua rekomendasi ekternal yang sifatnya lebih kepada publik.

"Pertama yaitu mendorong semua pemangku kepentingan agar Pemilu 2024 terlaksana secara langsung, umum, bebas, jujur dan adil. Yang kedua mengutuk keras pelakuan zionis Israel tehadap bangsa dan negara Palestina, dan meminta pemerintah Republik Indonesia dapat memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina dan tenaga dokter serta tenaga kesehatan Indonesia di Gaza sesuai hukum humaniter," kata Imelda.

Di kesempatan yang yang sama, dr Alwia Assegaf selaku Presidium PP PDUI juga menyampaikan bahwa para peserta Mukernas sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

"Teman-teman dokter umum dikarenakan beberapa materi yang dimasukkan dalam kegiatan PIT ini sangat dibutuhkan kepada teman- teman sejawat ketika berpraktek, misalnya "how to be a good doctor", kalau lihat sepintas ini merupakan materi sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa bagi teman-teman sejawat di dunia kerja," kata Alwia.

Adapun Koordinator Presidium PP PDUI dr Nurhadji Abdulah Kastari menilai perlu adanya kolaborasi yang baik antara PDUI dan Lemhannas RI dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan.

"Dan lebih pentingnya adalah sinergitas ini dapat meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan," kata dia.

Selain itu, Nurhadji mengatakan bahwa jumlah dokter umum saat ini sebanyak 190 ribu orang dari total 240 ribu.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Lemhanas Rai Laksda Maman Firmansyah mengatakan dokter menjadi salah kunci bagaimana masyarakat Indonesia bisa terus sehat

"Inilah tantangan ke depan yang betul-betul harus dilakukan. Dokter umum adalah ujung tombak dari semuanya. Bersamaan dengan itu juga bahwa perkembangan teknologi juga turut mendisrupsi ancaman yang baru saja dihadapi bangsa," kata dia.

Karena itulah, Firman menilai pelaksanaan transformasi kesehatan perlu dilakukan dan merupakan tanggung jawab semua kepada masyarakat.

"Peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan harus dilaksanakan secara adil di seluruh pelosok negeri, keberhasilan transformasi kesehatan dan peningkatan layanan kesehatan bergantung pada peran tenaga kesehatan yang kompeten, terutama dokter umum," kata Firman.

Hadir juga dalam PIT dan Muskernas PDUI tersebut, Eks Menteri Kesehatan dr Siti Fadillah Supari, Sekjen PB IDI dr Ulul Albab, Ketua PB IDI Periode 2013-2015 dr Zainal Abidi. Kemudian, ada juga Ketua Dewan Pembina PP PDUI dr Abraham Andi Padlan Patarai, serta Ketua PDUI Cabang seluruh Indonesia dan 1000 Peserta PIT XIII PDUI.