Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Jabodetabek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jabodetabek. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2025

Anak Kades Klapanunggal Aniaya Warga Gegara Kritik di Medsos


Bogor. Berita24.info-

Polisi buka suara mengenai kabar anak kepala desa (kades) di Klapanunggal, Bogor, berinisial L, tersangka pemukulan berdamai dengan warga korban pemukulan. Polisi menegaskan pihaknya akan memproses kasus ini sesuai aturan yang berlaku.


"Proses di kami tidak mengenal mediasi di luar kepolisian dan tidak ada cabut laporan. Yang ada permohonan RJ (restorative justice) yang diajukan, seusai aturan yang ada," kata Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri, kepada wartawan, dikutip Kamis (8/5/2025).



Silfi mengatakan pengajuan restorative justice telah dilakukan oleh keluarga korban. Sampai saat ini, katanya, pihaknya masih belum mendapat disposisi untuk menindaklanjutinya.



"Kalau sudah ada disposisi, kita tindaklanjuti," tuturnya.



Dia menjelaskan jika sudah ada instruksi, maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengundang pihak korban dan pelaku. Kemudian musyawarah dilakukan sesuai aturan kepolisian.



"Kalau sudah ada turun ke kami permohonan restorative justice untuk ditindaklanjuti, kami akan undang kedua belah pihak pelapor maupun keluarga tersangka untuk musyawarah yang benar yaitu restorative justice di kepolisian," bebernya.



Silfi menjawab pertanyaan apakah pengajuan restorative justice tersebut karena ada intimidasi atau tidak. Dia menyebut sejauh ini pihak korban sendiri yang datang ke Polsek dan menginformasikan untuk berdamai.



"Sejauh ini pelapor sendiri yang datang ke Polsek, yang bersangkutan memang datang waktu itu menginformasikan kepada kami bahwa dilakukan mediasi tapi di luar kepolisian. Kami arahkan mediasinya yang benar seperti apa di kepolisian," sebutnya.



Anak Kades Jadi Tersangka

Sebelumnya, pria berinisial L, anak kades yang viral pukuli warga karena kritik ayahnya di media sosial (medsos) ditetapkan tersangka. L kini ditahan di Mapolsek Klapanunggal.



"Iya, sudah penetapan tersangka. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dilakukan penahanan. Adapun pelapor adalah korban sendiri yaitu M dan tersangka yaitu inisial L," kata Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri kepada wartawan, Rabu (7/5).



Silfi menyebutkan, L dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," kata Silfi.

Sumber: Harian62.info

Selasa, 22 April 2025

Tragis! Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Apartemen Ancol Mansion


Jakarta. Berita24.info-

Pihak keluarga menjelaskan penyebab meninggalnya seorang anak perempuan berusia 12 tahun di apartemen kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Pihak keluarga mengatakan korban meninggal karena sakit.




Peristiwa ini terjadi pada Rabu (9/4) pukul 22.17 WIB. Pihak keluarga menegaskan korban meninggal dunia karena ada masalah jantung.




"Bahwa klien kami memahami bahwa tugas media adalah menyampaikan informasi kepada publik. Namun klien kami merasa perlu untuk meluruskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhum meninggal dunia akibat masalah jantung, bukan karena sebab sebab lain seperti yang mungkin ditafsirkan atau dimaknai berbeda oleh sebagai pembaca dari isi pemberitaan tersebut," ujar kuasa hukum keluarga, melalui keterangan tertulis, Selasa (22/4/2025).



Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Jumat (11/4), menyampaikan korban ditemukan sekuriti yang mendengar suara seperti ada yang terjatuh. Saksi kemudian dalam keadaan tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke RSCM.


Sumber: Lenteranews.info


Kamis, 09 November 2023

Seorang Wanita di Temukan Tewas Terbunuh di Rumahnya saat Suami Pulang Kerja


Jakarta,Pos62.Online-

Pria bernama Sugiono menemukan istrinya, Endang Sukowati, tewas di kamar rumahnya di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada sore hari. Saat itu, Sugiono baru saja pulang kerja.

Dilansir detikJatim, Kamis (9/11/2023), Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkap Endang diduga tewas karena menjadi korban pembunuhan.

"Korban pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan," kata Bayu kepada wartawan, Rabu (8/11).

Menurut Bayu, korban menderita tiga luka tusukan akibat senjata tajam di bagian punggung. Selain itu, ditemukan luka memar di punggung, pelipis, dan di beberapa bagian tubuh lainnya.

"Diduga ada benturan atau perlawanan, namun masih harus kami konfirmasi ulang dari hasil autopsi," jelasnya.

Bayu menambahkan dari hasil keterangan saksi-saksi, saat kejadian korban sedang sendirian di dalam rumah. Sedangkan suaminya, Sugiono, sedang bekerja.


Sumber:detik



Jumat, 03 November 2023

Ketua Kls SMA Diamankan Usai Teman Bikin Hoax Teror Bom








Jakarta,Pos62.Online-


Pelajar SMA di Koja, Jakarta Utara ditangkap usai menyebarkan hoax teror bom di Koja Trade Mall dengan dalih prank teman. Polisi mengungkap para pelajar tersebut.

Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni mengatakan, pelaku utama dalam hal ini yakni FA. Dia bertugas membuat profil atas nama Noordin M Top. Melalui profil tersebut, FA menyebarkan rumor bom di mall kepada temannya berinisial H.

"Kalau saudara FA pembuat profil Noordin M Top," kata Syahroni kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Sementara itu, temannya yang lain berinisial RF berperan memberikan nomor H kepada FA untuk di-prank. Para pelaku mengaku menjahili H lantaran dinilai cupu.

"Karena menurut mereka saudara H ini katanya cupu atau lemah gemulai makanya di-prank, sekali lagi ini hanya motif nge-prank di antara mereka," ujarnya.

Sementara itu, para pelaku lainnya juga diamankan lantaran diduga terlibat. Termasuk ketua kelas dan juga admin grup WhatsApp grup kelas tersebut.

"Untuk berikutnya kita kembangkan lagi bahwa ada lagi yang terlibat, yaitu saudara KH, ketua kelas, yang merupakan admin group WA kelas. Saudari SAL, sama admin WA kelas juga," imbuhnya.

Bawa-bawa Noordin M Top

Polisi menangkap enam anak SMA yang diduga menyebarkan ancaman bom di Koja Trade Mall, Jakarta Utara. Mereka mengatasnamakan Noordin M Top dalam penyebaran informasi tersebut.

"Isinya ancaman tadi yang mengatasnamakan Noordin M Top. Itu hanya mainan di antara mereka," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).

Diketahui, Noordin M Top merupakan dalang dari sejumlah aksi terorisme di Indonesia. Mulai kasus bom JW Marriott pada 2003, bom Kedutaan Besar Australia pada 2004, tiga restoran padat warga asing di Denpasar, Bali, pada 2005, serta Bom Mega Kuningan pada 2009.

Gidion mengatakan teror tersebut hanya candaan semata yang disebarkan melalui media sosial. Setelah dilakukan penelusuran, dipastikan tidak ada bom di Koja Trade Mall.

"Di satu sisi, anak ini mainan tidak pada tempatnya, tetapi secara SOP sudah kita pastikan lokasinya aman dan aktivitas normal, tidak ada masalah," ujarnya.

"Kapolsek dapat laporan ada ancaman bom, kemudian sesuai dengan SOP-nya kalau namanya ancaman tetap didatangkan terhadap objek itu, nah dan sudah dilakukan pemeriksaan, dan nihil, tidak ada indikasi," imbuhnya.


Sumber:detik




Rabu, 01 November 2023

Pria di Bekasi Ditangkap Pelaku Penembakan


 






Bekasi,Pos62.Online


Pelaku penembakan yang menewaskan pria inisial GR (44) di Medan Satria, Kota Bekasi, ditangkap polisi. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Cibinong, Kabupaten Bekasi.

"Sudah ditangkap kemarin, di tempat persembunyiannya di Cibinong," kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, saat dihubungi wartawan, Rabu (1/11/2023).

Erna mengatakan pelaku berinisial FO (32). Pelaku saat ini ditahan polisi.

"Sudah ditangkap, pelaku sudah ditahan," imbuhnya.

Kasus penembakan yang menewaskan pria inisial GR (44) di Medan Satria, Kota Bekasi, masih diselidiki polisi. Polisi mengungkapkan korban datang ke lokasi untuk menyelesaikan permasalahannya.

"Ke situ, ya dia bilang katanya mau menyelesaikan permasalahan dengan temannya atau istilahnya orang yang di situ, yang ngontrak di situ," kata Kapolsek Medan Satria AKP Nur Aqshha saat dihubungi detikcom, Rabu (1/11).

Namun, siapa sosok orang yang ditemui oleh korban, tak dijelaskan secara detail. Nur Aqsha mengatakan korban tak datang sendirian saat itu.

"(Datang ke TKP) sama teman-temannya," imbuhnya.


Sumber:Detiknews



Pengemis Berkostum Hantu di Bogor Ditindak Satpol PP


 






Bogor,Pos62.Online-


Satpol PP menindak sejumlah pengemis yang mengenakan kostum hantu di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penindakan dilakukan karena adanya aduan dari masyarakat.

"Jadi itu teh kita ada aduan dari masyarakat terkait adanya para pengemis yang memakai kostum hantu. Ini ada aduan ke Instagram Satpol PP minta ditindak," kata Kabid Filum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, saat dihubungi, Rabu (1/11/2023).

Penindakan dilakukan pada Selasa (31/10) malam. Rhama mengatakan dikhawatirkan keberadaan pengemis berkostum hantu tersebut memberikan dampak buruk pada masyarakat.

"Pertama, anak kecil pada takut gitu. Kedua, kalau ada orang yang punya penyakit jantung, kan itu bisa membuat kaget," ujarnya.

Menerima aduan masyarakat, Satpol PP kemudian segera menuju ke lokasi. Para 'hantu' tersebut kemudian ditindak dengan diberi imbauan di lokasi.

"Akhirnya kita tindak lanjuti, semalam dapat itu. Untuk pocong dan kuntilanak bapak ibunya dapat, itu di wilayah Cikaret. Untuk anak-anaknya dapat di area GOR Pakansari," bebernya.

Ada tujuh pengemis berkostum hantu yang ditindak. Mereka tidak dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Bogor, melainkan hanya diberi imbauan di tempat.

"Jadi kemarin sifatnya hanya menghalau saja, jadi nggak dibawa ke kantor. Jadi diimbau langsung di lokasi, jadi kurang lebih ada sekitar yang di GOR Pakansari itu anak-anak kecil ada lima orang, yang di wilayah Cikaret dua orang," ujarnya.


Sumber:detik




Selasa, 31 Oktober 2023

Tiang Listrik Miring di Dekat SMPN 223 Jakarta









Jakarta,Pos62.Online-


Tiang listrik di dekat SMP Negeri 223 Jakarta ini miring. Warga setempat khawatir atas potensi robohnya tiang ini. Soalnya, jalan di permukiman ini ramai aktivitas.

Lokasi tiang miring itu ada di seberang pagar SMPN 223 Jakarta, Jl Surilang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (31/10/2023).

"Ini karena makin patah, saya panik melihatnya. Takut kena orang jika lewat sana. Apalagi dekat sekolah SD dan SMP. 

Banyak motor penjemput dan pedagang berdiri di sana," kata dr Eva Sri Diana Chaniago, warga yang sering lewat jalan ini, saat dihubungi

Eva juga melaporkan masalah ini via akun X dan direspons oleh akun PLN resmi PLN. Menurut dia, warga sudah melaporkan tiang miring ini ke PLN.

"Saya sudah sering ingatkan warga sana untuk lapor PLN, katanya sudah dilaporkan tapi nggak pernah diselesaikan," kata Eva.

Berdasarkan foto yang dikirim Eva, terlihat batang tiang bagian bawah sudah patah dan menekuk mengarah ke badan jalan. Pangkal bawah tiang itu menancap di got yang berisi air.

detikcom Do Your Magic menghubungi General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran. Dia mengatakan akan menindaklanjuti laporan mengenai tiang listrik yang miring tersebut.

"Kami tindak lanjuti. Terima kasih informasinya," kata Lasiran.


Sumber:DetikNews



Berujung Warga Korsel Jadi Tersangka Tewasnya Petugas Imigrasi Jakbar


 






Jakarta,Pos62.Online-


Teka-teki kematian Tri Fattah Firdaus (23), petugas Rudenim Imigrasi Jakarta Barat, yang tewas dari lantai 19 apartemen belum terungkap. Namun, polisi menangkap seorang WN Korea Selatan (Korsel) dari unit apartemen 1919, lokasi awal korban tewas terjatuh.

WN Korsel tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka. Pria Korsel tersebut juga telah resmi ditahan polisi.

Seperti diketahui, korban ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 19 apartemen di Ciledug, Kota Tangerang. Polisi mengungkap adanya dugaan pidana dalam peristiwa tersebut.

Di lokasi, polisi mengamankan WN Korsel yang sempat mengancam petugas sekuriti apartemen dengan senjata tajam dan air panas. Polisi menyebut WN Korsel tersebut sebagai pelaku.

Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh petugas sekuriti yang saat itu mendengar suara pecahan kaca. Selanjutnya, petugas sekuriti mendengar seseorang yang berteriak dari lantai 19.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyampaikan pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk menyelidiki kasus ini. Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana terkait kematian korban tersebut.

"Kita mendapatkan rekaman-rekaman CCTV, termasuk pada saat pelaku (WN Korea) ini mengancam petugas sekuriti dan petugas hotel," kata Hengki.

10 orang saksi diperiksa polisi terkait kasus tersebut. Polisi hingga saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban apakah murni sebuah kecelakaan, pembunuhan, atau bunuh diri.

WN Korsel Jadi Tersangka

Pria asal Korsel tersebut diamankan dari apartemen lokasi korban jatuh dari lantai 19, pada Jumat (27/10) lalu.

"Ya (sudah tersangka)," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian saat dihubungi detikcom, Senin (30/10/2023).

Samian mengatakan WN Korea tersebut juga telah ditahan. Adapun WN Korea ini ditahan atas kasus pengancaman kepada petugas sekuriti.

"Sementara WN Korea ditahan terkait perkara perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan," imbuhnya.

Dugaan Pembunuhan Didalami

Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tewasnya Tri Fattah Firdaus (23), petugas Rudenim Imigrasi Jakarta Barat yang terjatuh dari lantai 19 apartemen di Ciledug, Tangerang. Polisi kini tengah mendalami dugaan pembunuhan di kasus tersebut.

"Jadi saat ini kita lagi melakukan penyelidikan, lebih mendalami dugaan adanya pembunuhan itu," kata Samian.

Sementara polisi saat ini telah mengamankan WN Korea yang berada di unit apartemen TKP awal mula korban terjatuh. Polisi akan meningkatkan status perkara ke penyidikan apabila ditemukan fakta WN Korea tersebut berkaitan dengan kematian korban.

"Kalau memang ada fakta segera kita naikkan ke dalam proses penyidikan. Ya mereka saling kenal," jelas Samian. 

Petugas Imigrasi dan WN Korsel Saling Kenal

Belum diketahui apa tujuan petugas imigrasi tersebut datang ke kamar apartemen WN Korsel. Namun, polisi mengungkap keduanya saling kenal.

"Ya mereka saling kenal," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian kepada wartawan, Senin (30/10/2023).

Hanya, Samian tak mengungkap lebih lanjut sejauh mana perkenalan keduanya. Saat ditanya apa yang membuat Tri Fattah datang ke apartemen WN Korea itu belum diungkap secara jelas.

"Masih didalami," kata Samian.

CCTV Diperiksa

Polisi masih mendalami penyebab kematian petugas imigrasi tersebut. Sejumlah CCTV diperiksa polisi.

"Sudah dilakukan pengecekan (CCTV). Sementara yang mengarah ke titik-titik itu ada empat unit CCTV yang mengarah dan bisa dijadikan petunjuklah," kata Samian.

Samian mengatakan pengecekan terhadap 4 CCTV ini terus didalami. Dia juga menjelaskan masih melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP).

"Setidaknya ada empat CCTV dan tentunya masih dalam proses pendalaman. Ini masih dilakukan penyisiran di sekitar situ," tutur Samian.

WN Korsel Pernah Dideportasi
Polisi mengungkap WN Korsel di kasus tewasnya petugas imigrasi pernah melanggar keimigrasian. WN Korsel tersebut pernah dideportasi.

"Pelanggaran imigrasi, kemudian dideportasi. Kemudian, kembali ke Jakarta tapi dengan dokumen lengkap," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (30/10/2023).

Hengki mengatakan WN Korea tersebut juga pernah ditahan di rumah detensi Imigrasi (rudenim). Polisi mendalami rekam jejak WN Korea itu.

"Latar belakang pelaku juga pernah ditahan di rumah detensi Imigrasi Jakbar selama tiga tahun, ini kita dalami juga," kata Hengki.



Sumber:DetikNews








Viral Ular-ular Hangus di Gunung Sindur Bogor








Bogor,Pos62.Online-


Video sejumlah bangkai ular yang hangus terbakar di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial (medsos). Ular-ular itu disebut ditemukan di lokasi kebakaran lahan.

Dalam video yang dilihat detikcom, Selasa (31/10/2023), ular-ular tersebut berada di lokasi kebakaran lahan. Bangkai ular tersebut ditemukan warga.

Terlihat pula bekas rumput terbakar di lokasi. Ular-ular itu terlihat berukuran besar hingga yang berukuran kecil.

Dansek Parung Damkar Kabupaten Bogor, Napi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (30/10). Dia menduga lahan itu dulunya rawa.

"Lahan kosong yang terbakar, dulunya itu rawa kalau nggak salah, masuknya Gunung Sindur, Desa Cibadung, dekat RSUD Parung," kata Napi saat dihubungi.

Napi tidak mengetahui pasti ada berapa ular yang mati terbakar. Dia mengatakan petugas Damkar fokus memadamkan api di lahan yang terbakar tersebut.

"Kurang tahu jumlahnya, anggota kemarin fokus ke pemadaman gitu. Kalau ular itu orang-orang dari desa yang lihat, kalau anggota cuma lihat aja nggak merhatiin," jelasnya.

Dia menduga ada sarang ular di lokasi kebakaran. Dia menyebutkan lokasi itu dulunya merupakan rawa.

"Iya mungkin bisa jadi (ada sarang ular), rawa bertahun-tahun gitu ya," ujarnya.


Sumber:Detiknews


Sabtu, 28 Oktober 2023

Densus 88 Antiteror Polri Menangkap Sejumlah Terduga Teroris di Kabupaten Bogor Jawa Barat








Bogor,Pos62.Online


 Ketua RW di Ciomas, Kabupaten Bogor, bernama Sutrisno, menyebut Densus 88 Polri menggeledah sebuah rumah yang dihuni pria berinisial RY (46). Istri RY, SO, pun mengaku sempat bertanya di mana suaminya.

"Tadi saya juga karena ini, nggak jelas ya, saya sudah takut duluan, udah gitu panik, tahu deh apaan gitu saya nggak tahu. Saya juga nanya, 'Pak dibawa ke mana suami saya?', saya ingin tahu," kata SO, Jumat (27/10/2023).

"Saya nanya juga suami saya di mana. Maksudnya biar saya juga bisa nyamperin gitu, biar saya tahu keberadaan. Kan saya juga keder (bingung) kalau begini, mau gimana saya juga," imbuhnya.

SO mengaku hanya diminta menunggu kabar lebih lanjut. Dia berharap suaminya dalam kondisi baik karena RY merupakan tulang punggung keluarga.

"Saya juga nggak ada kerja, nggak ada dagang, sekarang kalau suami saya diambil (ditangkap) saya gimana, gimana nasib anak-anak saya. Saya juga di sini ngontrak, itu yang bikin saya. Kenapa dan suami juga apaan gitu yang dituduhkan ke suami," kata SO.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan penangkapan dilakukan di Ciomas, Ciawi, dan Tamansari.

"Memang benar ada penangkapan dari Densus," kata Rio dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/10).

Rio membenarkan penangkapan dilakukan di Ciomas, Tamansari, dan Ciawi, Kabupaten Bogor. Akan tetapi, Rio belum bisa menjelaskan berapa jumlah orang di Bogor yang ditangkap Densus 88 Polri.

"Iya, iya (lokasi penangkapan di Ciawi, Ciomas dan Tamansari). Tapi saya nggak tahu jumlahnya ya, nanti saya tanyakan dulu," kata Rio.

"Belum tahu (jumlah orang ditangkap), tapi itu Densus. Nanti saya klarifikasi dulu ke Densus. Densus Mabes yang nangkap," imbuhnya.


Sumber:detiknews


Jumat, 27 Oktober 2023

Jenderal TNI Agus Subiyanto Telah Resmi Dilantik Presiden Joko Widodo


 






Jakarta,Pos62.Online-


Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kini Jenderal TNI Dudung Abdurachman resmi menyerahkan jabatan KSAD ke Jenderal Agus.

Pantauan detikcom, pukul 08.25 WIB, Jumat (27/10/2023), serah terima jabatan (sertijab) digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat. Sertijab dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Awalnya sebagai simbolis, Dudung menyerahkan tongkat bendera ke Yudo. Lalu tongkat itu diserahkan Yudo ke Agus.

Selanjutnya, penanggalan tanda jabatan juga dilakukan oleh Yudo ke Agus. Lalu Agus melakukan penandatanganan sertijab yang disaksikan Yudo dan Dudung.

Turut hadir juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Polhukam Mahfud Md, Kabareskrim Komjen Wahyu Widada dan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dan As SDM Kapolri Irjen Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melantik Letjen Agus Subiyanto menjadi KSAD. Agus menggantikan posisi Jenderal Dudung yang pensiun.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10) pukul 09.15 WIB. Pelantikan dihadiri Menko Polhukam Mahfud Md, Kepala KSP Moeldoko, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, Wamenlu Pahala Mansury hingga Seskab Pramono Anung.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres dan kemudian dilanjutkan pengambilan sumpah para menteri. Berikut ini bunyi sumpahnya:

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Jokowi mendiktekan sumpah jabatan.

Usai pembacaan sumpah, Agus Subiyanto menandatangani berita acara pelantikan disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan lalu dilanjutkan dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi terhadap Agus Subiyanto dari Letnan Jenderal menjadi Jenderal.


Sumber:Detiknews










Pria Diviralkan Begal di Tol Tangerang Ternyata Seorang Mahasiswa


 






Jakarta,Pos62.Online-


Pengendara mobil Honda Brio memepet mobil lain di Tol Jakarta-Tangerang. Pengendara mobil itu diviralkan begal karena mengeluarkan senjata tajam hingga memukul-mukul mobil tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/10) sekitar pukul 05.30 di Km 15 Tol Tangerang. Korban bernama Yoga (37) tiba-tiba dihadang oleh pengemudi yang mengeluarkan senjata tajam jenis cocor bebek.

Kejadian itu direkam oleh korban dan videonya viral di media sosial. Polisi bergerak cepat hingga akirnya pelaku tertangkap.

Pelaku Ditangkap di Serpong

Polres Metro Tangerang Kota bergerak cepat menyelidiki kasus viral pria bersenjata yang diviralkan membegal di Tol Tangerang. Pria itu kini telah ditangkap polisi.

"Pelaku sudah ketangkap dini hari tadi," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10).

Pelaku berinisial MAP (21). Dia ditangkap Tim Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (26/10) dini hari.

Pria Bersenjata Bukan Begal: Ugal-ugalan

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari korban bernama Yoga (37). Dari keterangan korban terungkap awal mula aksi MAP memepet mobil korban hingga mengeluarkan senjata tajam.

"Itu bukan begal. Dia itu ini loh, ugal-ugalan," kata Zain.

Tak Terima Diklakson

Zain mengatakan pelaku MAP ini berkendara ugal-ugalan. Korban yang ada di belakangnya merasa terganggu hingga membunyikan klakson.

ugal-ugalan terus mengerem mendadak terus diklakson sama (korban) yang di belakangnya. Itu cerita dari korban," kata Zain kepada detikcom, Kamis (26/10).

MAP tak terima hingga kemudian terjadi kejar-kejaran. Kejar-kejaran itu terjadi di Km 15 dekat Exit Tol Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang.

"Dia (pelaku) nggak terima (diklakson), akhirnya kejar-kejaran dan keluarkan sajam itu," tuturnya.

Berstatus Mahasiswa

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing mengungkap latar belakang tersangka adalah seorang mahasiswa.

"Latar belakangnya sih mahasiswa," kata Rio saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10).

Jadi Tersangka dan Langsung Ditahan

Polisi menangkap pria berinisial MAP (21) yang diviralkan begal di Tol Tangerang. Pria bersenjata tajam itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah ditetapkan jadi tersangka," kata Kasat Rio Tobing.

Rio mengatakan tersangka langsung ditahan di Polres Metro Tangerang Kota. Saat ini MAP masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Tangerang Kota.

"Setelah 1x24 jam kita tahan," katanya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dan/atau Pasal 335 KUHP tentang pengancaman menggunakan senjata tajam.

"Ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun," ujarnya.

Alasan Bawa Senjata

Polisi menangkap pria bersenjata tajam, MAP (21), yang diviralkan begal di Tol Tangerang. Kepada polisi, MAP mengaku senjata tajam (sajam) itu milik temannya.

"Alasannya punya temannya yang emang dititip di mobil (pelaku)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing saat dihubungi, Kamis (26/10).

Senjata tajam tersebut ditemukan di bagasi mobil saat pelaku diamankan. Belum diketahui ihwal senjata tajam tersebut. Rio mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan tersangka.

"Belum (diketahui alasan memiliki senjata), masih kita dalami dulu. Nanti kita tanyakan, belum selesai pemeriksaan," ujarnya.

Detik-detik Pria Bersenjata Pepet Mobil

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/10/2023) sekitar pukul 05.32. Saat itu Yoga bersama keluarganya dalam perjalanan dari Bandung menuju ke Tangerang.

Tiara, keponakan Yoga, mengatakan pelaku pengemudi Honda Brio tiba-tiba menghadang mobil pamannya. Pelaku tersebut menyuruh Yoga untuk berhenti.

"Jadi mobil Brio ini tiba-tiba ngehadang, dia tuh udah ugal-ugalan terus nggak tahu kenapa dia ngehadang mobil suruh om saya berhenti padahal om saya nggak kenal dia," jelas Tiara saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10/2023).

Yoga tidak keluar dari dalam mobil mengingat si pelaku membawa senjata tajam. Pelaku lalu memepet mobil Yoga sambil menggedor-gedor kaca.

"Dia pukulin kaca mobil dan mengancam kempesin ban," katanya.

Kasus ini kemudian dilaporkan oleh Yoga ke Polres Metro Tangerang Kota.


Sumber:Detiknews













Kamis, 26 Oktober 2023

Satpol PP Bakal Menertibkan Lapak Liar di Kawasan Stasiun Bojonggede Kabupaten Bogor, Jawa Barat


 






Jakarta,Pos62.Online-


Hari ini Penertiban dilakukan untuk persiapan peresmian skybridge atau jembatan penghubung.

"Iya nanti jam 08.30 WIB kita bersih-bersih mulai dari pasar sampai ke lokasi. Itu sebelumnya sudah kita kasih surat edaran," kata Kabid Tibum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, saat dihubungi, Kamis (26/10/2023).

Penertiban dilakukan dari pasar hingga ke arah terminal. Sebab, lokasi tersebut yang nantinya akan digunakan untuk skybridge yang terhubung hingga stasiun

"Iya itu sampai ke arah terminal, kan skybridge dari stasiun sampai ke terminal. Jadi di bawahnya masih ada lapak yang berdiri di jalan," sebutnya.

Rhama menerima informasi bahwa lapak tersebut sudah ada yang dibongkar mandiri oleh pemilik. Namun, anggotanya tetap dikerahkan untuk memastikan area sudah bersih.

"Infonya udah dibongkar mandiri. Kita datang, kalau belum ada yang dibongkar, kita bongkar," paparnya.

Pemilik lapak sebelumnya sudah diberi tahu agar melakukan pembongkaran mandiri. Sebanyak 45 personel Satpol PP akan dikerahkan untuk kegiatan tersebut.

"Sudah, kan sudah dikasih surat juga dari desa dan binmas polsek. Kurang lebih sekitar 60 (lapak) yang diberikan surat," ujarnya.

Skybridge Diresmikan Awal November

Sebelumnya, dalam waktu dekat, skybridge atau jembatan layang penghubung stasiun dan terminal di Bojonggede akan diresmikan. Rencananya, skybridge tersebut diresmikan pada awal November.

"Sekitar awal November (diresmikan), tadinya mau tanggal 28, tetapi dari Kementerian Perhubungan sekitar bulan November," kata Kadishub Kabupaten Bogor, Agus Ridho, kepada wartawan, Selasa (17/10).

Agus mengatakan ada beberapa bagian yang perlu dirapikan. Salah satunya pintu masuk dan keluar Stasiun Bojonggede via skybridge tersebut.

"Belum, kaitannya dengan tapping untuk sistem keluar masuknya. Sekarang kita ke lapangan bersama dengan BPTJ, insyaallah dalam waktu seminggu ini udah selesai. Setelah itu baru kita sosialisasi kepada masyarakat, kemudian uji coba," ujarnya.

Sumber:Detiknews