Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Israel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2025

Israel Gempur Gaza, Hamas Sebut Ada Pengkhianatan dan Krisis Kemanusiaan Makin Parah



Jakarta. Berita24.info-


Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan baru di Gaza akan menjadi operasi militer intensif yang ditujukan untuk mengalahkan Hamas. Namun, dia tidak merinci seberapa banyak wilayah kantong itu akan direbut.




"Penduduk akan dipindahkan, untuk perlindungan mereka sendiri," kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X, dilansir Al Arabiya, Selasa (6/5/2025). Ia mengatakan tentara Israel tidak akan masuk ke Gaza, melancarkan serangan, lalu mundur. "Tujuannya adalah sebaliknya," katanya.



Kabinet keamanan Israel telah menyetujui perluasan operasi militer di Gaza termasuk "penaklukan" wilayah Palestina, kata seorang pejabat Israel pada hari Senin (5/5). Ini disampaikan setelah militer Israel memanggil puluhan ribu tentara cadangan untuk serangan itu.



Pejabat Israel mengatakan operasi yang diperluas itu "akan mencakup, antara lain, penaklukan Jalur Gaza dan penguasaan wilayah itu, serta pemindahan penduduk Gaza ke selatan demi perlindungan mereka."



Seorang pejabat keamanan senior Israel lainnya mengatakan "komponen utama dari rencana itu adalah evakuasi besar-besaran seluruh penduduk Gaza dari zona pertempuran... ke wilayah-wilayah di Gaza selatan."



Rencana itu, yang disetujui oleh kabinet Israel pada Senin (5/5), muncul di tengah desakan Israel agar warga Palestina meninggalkan wilayah itu.



"Program pemindahan sukarela bagi penduduk Gaza... akan menjadi bagian dari tujuan operasi itu," ujar pejabat keamanan senior Israel itu menambahkan.



Uni Eropa telah menyuarakan kekhawatiran dan mendesak Israel menahan diri, dengan mengatakan rencana itu "akan mengakibatkan lebih banyak korban dan penderitaan bagi rakyat Palestina."



Israel telah melanjutkan operasi besar di Gaza pada 18 Maret di tengah kebuntuan mengenai cara melanjutkan gencatan senjata selama dua bulan, yang sebagian besar telah menghentikan perang dengan Hamas. Israel sejak itu telah melakukan serangan udara intensif dan memperluas operasi darat di seluruh wilayah Palestina.



Tim penyelamat Gaza pada hari Senin mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 19 orang.



Sebagian besar penduduk Gaza tinggal di wilayah utara dan hampir semuanya telah mengungsi setidaknya sekali selama perang. Kabinet Israel yang meliputi Netanyahu dan beberapa menteri, "dengan suara bulat menyetujui" rencana yang bertujuan untuk mengalahkan Hamas dan mengamankan kembalinya para sandera yang ditawan di wilayah tersebut.



Sumber resmi mengatakan rencana tersebut mencakup "serangan dahsyat terhadap Hamas," tanpa menyebutkan rinciannya.

Sumber: Lenteranews.info

Sabtu, 18 November 2023

Hizbullah Ngamuk! Serang Israel 14 Kali dalam Sehari


 





Pos62.Online-


Hizbullah pasukan Lebanon mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan berbagai seragan ke wilayah Israel pada Jumat (17/11).

Setidaknya ada 14 serangan yang dilakukan dalam sehari untuk menargetkan markas militer hingga gerombolan tentara Israel yang sedang berkumpul.

14 serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah diawali pada pukul 10.30 yang menargetkan pasukan Israel yang sedang berkumpul di tiga wilayah.

Di antaranya, di dekat segitiga Tayhat, di dekat barak Ramim dan di dekat lokasi militer al-Marj.

Kemudian serangan berikutnya dilancarkan pada pukul 11.30 yang menargetkan lokasi militer Malkiya.

Serangan berlanjut pada pukul 13.00 yang mana Hizbullah menargetkan kumpulan tentara Israel di pemukiman Yaron.

Jeda 25 menit, Hizbullah kembali menyerang kumpulan pasukan Israel di al-Dhayrah.

Selanjutkan pada pukul 14.00 Hizbullah kembali menyerang kumpulan pasukan Israel di dekat lokasi Metulla.

Kemudian sekira pukul 14.40 pasukan Lebanon itu menyerang situs militer al-Assi.

Hanya jeda 15 menit, serangan berikutnya dilancarkan Hizbullah di Birket Risha milik Israel.

Setelah itu dalam 5 menit berikutnya, kumpulan pasukan Israel di situs al-Raheb ikut terkena serangan.

Tak sampai di situ, serangan kembali dilancarkan Hizbullah pada 15.30 yang menargetkan unit infanteri mekanis Israel di dataran "Menara".

Kemudian pada 16.35 Hizbullah juga menyerang ebuah tank di parameter markas Unit 91 di "Biranit".

Serangan terakhir dilancarkan Hizbullah pada pukul 19.00 yang menyerang situs Ruwaisat Al-Alam.


Sumber:Tribun

Jumat, 10 November 2023

Di Tengah Berlanjutnya Pertempuran Antara Israel dan Kelompok Militer Palestina Hamas








Israel,Pos62.Online-


Seorang komandan tinggi militer Hamas yang memimpin 400 militan di Gaza Palestina, angkat bicara mengenai kondisi mereka.

Dari ucapannya, situasi mereka saat ini sangat sulit seiring gempuran Israel yang begitu intens dan masif.

Mereka kehilangan arah. Tidak tahu apa yang mesti dilakukan.

"Kami tidak tahu jalan mana harus diambil,” kata komandan militer Hamas menggunakan nama samaran Abu Mohammed, dalam wawancara eksklusif dengan The Daily lewat aplikasi Telegram terenkripsi seperti dikutip Daily Mail.

Ia tak menyangka Israel menggempur Gaza tanpa henti sebagai upaya balas dendam atas serangan mereka pada 7 Oktober.

Sebagai akibat serangan Israel, lebih dari 10 ribu jiwa meregang nyawa. Anak-anak dan perempuan paling banyak jumlahnya.

Baginya itu adalah kenyataan pahit yang begitu pedih dan menyakitkan.

"Kami tidak menyangka akan jadi seperti ini. Gaza kami tercinta dibombardir," lanjut dia.

Ia mulai mempertanyakan kepemimpinan Hamas Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh.

Dia mengklaim sebagai salah satu perencana serangan 7 Oktober lalu.

Menurut dia, serangan itu awalnya direncanakan hanya untuk membunuh tentara Israel dan menyanderanya sebagian untuk ditukar dengan militan Hamas yang ditahan.

Namun, ia menuduh pemimpin Hamas Yahya Sinwar bertindak seperti 'pejuang jalanan'.

Di menit-menit terakhir sebelum serangan, para militan muda diperintah untuk melakukan apa saja yang mereka suka.

"Pemimpin kami berbicara kepada generasi muda kami dengan mengatakan pergi, lakukan apapun yang kalian suka, ambil apa pun yang kalian suka."

"Anda lihat dan saksikan kami telah membunuh warga sipil dan menyandera 250 orang, itu tak direncankan sebelumnya," ucapnya.

Mestinya, serangan 7 Oktober lalu tidak menargetkan warga sipil Israel.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini mereka menghadapi pembalasan Israel yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

“Alasan kami untuk berbicara adalah karena kami ingin menyuarakan pendapat kami kepada dunia. Masalahnya adalah karena kepemimpinan kami.”

Dia mengklaim bahwa komandan militer Hamas di Gaza telah terputus dari kepemimpinan politik. Sekarang hanya bergantung pada pembawa pesan seperti di zaman dulu.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengkritik pemimpin Hamas yang berada luar Gaza, tepatnya di Qatar dan Turkiye. Mereka masih hidup dengan tenang dan nyaman.

Sementara ia dan pasukannya harus menghadapi gempuran tentara Israel dan bertahan dengan hanya makan kurma dan minyak zaitun.

"Mereka menghancurkan kami," tandasnya.

Israel mengklaim sudah menghancurkan 130 terowongan sejak mereka membombardir Gaza pascaserangan Hamas 7 Oktober lalu.

Tak hanya terowongan, Israel membombardir tempat penyimpanan air dan oksigen yang selama ini digunakan oleh Hamas selama bertahan menghadapi serangan.

Situasinya kian memburuk di Gaza. Korban dari kalangan sipil terus berjatuhan meski mereka diberi kesempatan untuk keluar dari Gaza menghindari pertempuran.

Unjuk rasa di berbagai belahan dunia menuntut segera dilakukan gencatan senjata.


Sumber:Tribun

Kamis, 09 November 2023

Warga Palestina Membawa Korban Pemboman Israel di Khan Yunis di Jalur Gaza


Madrid,Pos62.Online-


Spanyol telah meminta meminta komunitas internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel, yang dituduhnya melakukan genosida terencana terhadap warga Palestina di Gaza.

Menteri hak-hak sosial Spanyol Ione Belarra mengecam para pemimpin dunia karena standar ganda yang mereka berlakukan di saat konflik Israel-Hamas terus berkecamuk.

“Israel harus mengakhiri tindakan genosida terhadap rakyat Palestina,” kata Belarra.

“Mengapa kita bisa memberikan pelajaran tentang hak asasi manusia dalam konflik lain dan tidak di sini ketika dunia menyaksikannya dengan ketakutan? Kematian ribuan anak, para ibu-ibu berteriak putus asa karena menyaksikan pembunuhan anak-anaknya,” sambungnya.

Belarra juga mendesak negara-negara lain untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai protes terhadap serangan mereka terhadap Gaza.

“Kekerasan terhadap warga sipil di Gaza tidak bisa terus berlanjut. Saya ingin negara-negara lain mencabut relasi dengan Israel,” katanya.

Sikap Spanyol ini tentu sangat berbeda dengan negara tetangganya, Prancis, yang melarang demonstrasi pro-Palestina. Jerman dan Inggris juga menindak aktivisme pro-Palestina.

Belarra mengecam pemerintah-pemerintah Eropa, tanpa menyebut nama mereka, karena “mengkriminalisasi” gerakan pro-Palestina.

“Pemerintah Spanyol mempertahankan posisi yang lebih bermartabat dibandingkan negara-negara lain di komunitas Eropa, yang mengkriminalisasi gerakan pro-Palestina dan melarang demonstrasi,” ujar Belarra.

“Yang saya inginkan adalah Spanyol berbuat lebih banyak, Spanyol melakukan semua yang mereka bisa,” imbuhnya

Bellara juga berjanji akan menggandakan bantuan kemanusiaan untuk penduduk sipil di Gaza menjadi 43 juta dolar AS.


Sumber:Tribun



Senin, 06 November 2023

Menteri Israel Minta Warga Palestina Pindah ke Gurun Pasir








Tel Aviv,Pos62.Online-


Seorang menteri dari partai ekstremis Otzma Yehudit mengatakan salah satu pilihan Israel saat perang sekarang ini adalah menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Kol Berama apakah bom atom nuklir harus dijatuhkan di daerah kantong tersebut, Menteri Warisan Budaya, Amichai Eliyahu mengatakan dijatuhkannya bom nuklir di jalur Gaza merupakan

kemungkinan terbesarnya demi perdamaian kedua belah pihak.

Eliyahu adalah seorang menteri dari partai sayap kanan Itamar Ben Gvir.

Ia bukan bagian dari kabinet keamanan yang terlibat dalam pengambilan keputusan di masa perang, juga tidak memegang kendali atas kabinet perang yang mengarahkan perang melawan kelompok teror Hamas.

Eliyahu juga menyuarakan keberatannya atas izin masuk bantuan kemanusiaan apa pun ke Gaza.

Menurutnya semua yang berada di jalur Gaza adalah bagian dari Nazi.

“Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi," ujar Eliyahu dikutip dari Times of Israel, Minggu (5/11).

Dia juga mendukung perebutan kembali wilayah Jalur Gaza dan memulihkan pemukiman di sana.

Ditanya tentang nasib penduduk Palestina, Eliyahu menyebut seharusnya mereka bisa pergi ke Irlandia atau ke gurun pasir.

"Monster di Gaza harus menemukan solusinya sendiri,” kata Eliyahu.

Dia mengatakan bahwa siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas tidak boleh terus hidup di muka bumi ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru tidak setuju atas saran dari Eliyahu tersebut.

Menurutnya Israel dan IDF dalam bertindak selama masa perang tetap berpegang teguh kepada hukum internasional guna menghindari korban-korban sipil non-kombatan atau mereka yang tidak tergabung dalam Hamas.

Akibat pernyatannya tersebut Eliyahu juga diskors dari pertemuan pemerintah Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bahkan, Pemimpin Oposisi, Yair Lapid, menyerukan pemecatan terhadap menteri Eliyahu.

“Kehadiran kaum radikal di pemerintahan membahayakan kita dan tujuan perang – mengalahkan Hamas dan mengembalikan semua sandera. Netanyahu harus memecatnya pagi ini," ujar dia.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, pemimpin partai Otzma Yehudit milik Eliyahu, mengatakan dia sudah berbicara kepada menteri Eliyahu yang kemudian mengklarifikasi bahwa dia berbicara secara metaforis.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga menanggapi dengan menyebut pernyataan Eliyahu tidak berdasar dan menambah penderitaan di Palestina.

"Mereka ini bukan orang-orang yang bertanggung jawab atas keamanan Israel," kata Gallant.

Serupa, Pendahulu Gallant, Menteri Benny Gantz, mengatakan pernyataan Eliyahu merugikan Israel dan menambah penderitaan keluarga para sandera.

MK Mansour Abbas, pemimpin partai Daftar Arab Bersatu, juga bereaksi terhadap Eliyahu, dengan mengatakan bahwa setelah perang berkecamuk pasti bakal ada perdamaian nantinya.

"Di lubuk hati saya yang terdalam, saya yakin akan ada perdamaian antara kedua negara," ujarnya.

Ahed Abo Al Atta Direktur YPSP Palestina juga mengaku sudah mendengar kabar mengenai rencana Israel akan menjatuhkan bom nuklir di Israel.

Ahed Abo menyebut seluruh rakyat Palestina sudah mendengar pernyataan dari Eliyahu.

"Yang beredar di Gaza bahwa ada menteri Israel menyebut agar ada perdamaian harus dijatuhkan dulu bom nuklir di Gaza," kata dia. (Times of Israel/wly)


Sumber:Tribun


Kamis, 02 November 2023

Detik-detik Militer Houthi Yaman Serang Israel,Tembak Drone dan Rudal Balistik


 






Jakarta,Pos62.Online-


Perang Israel-Hamas, meluas ke Yaman. Kelompok Houthi di Yaman meluncurkan sejumlah besar rudal balistik dan drone ke wilayah Israel.

Sejumlah besar rudal balistik dan drone telah diluncurkan ke arah Israel," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dikutip Reuters, Rabu (2/11/2023).

"Akan ada lebih banyak serangan serupa ke Israel. Untuk membantu Palestina meraih kemenangan," tambahnya mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Saree mengatakan serangan tersebut adalah yang ketiga yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Israel sejak awal konflik. Sejumlah media yakin, pernyataan itu mengonfirmasi bahwa Houthi berada di balik serangan pesawat tak berawak (drone) pada 28 Oktober yang mengakibatkan ledakan di Mesir dan serangan lain di tanggal yang sama, meski berhasil dicegat angkatan laut AS.

Sebelumnya, Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree Anu, menyatakan negaranya resmi meluncurkan serangan dan menyatakan perang terhadap Israel.

Pernyataan tersebut mengacu pada “operasi untuk mendukung saudara-saudara tertindas di Palestina.”

Pada Selasa pagi, 31 Oktober, sempat ada laporan tentang serangan roket ke Israel dari Yaman.

Kini berbagai spekualasi soal serangan itu telah terjawab, menyusul pernyataan resmi yang menunjukkan bahwa negara tersebut memang memutuskan menyerang Israel.

Dengan demikian, Yaman adalah negara Arab pertama yang mendeklarasikan perang melawan Israel sejak tahun 1973.

Juru bicara Yaman mengakui bahwa roket diluncurkan ke arah Israel, termasuk “sejumlah besar rudal balistik dan bersayap.”

Selain itu, drone diluncurkan. Serangan tersebut menargetkan “instalasi musuh di wilayah pendudukan.”

“Kami akan terus melakukan serangan dengan kualitas lebih tinggi menggunakan rudal dan drone sampai agresi Israel berhenti,” tambah juru bicara resmi Yaman, sebagaimana dikutip media Iran, MEHR.

Saree juga mencatat bahwa serangan akan terus berlanjut sampai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghentikan operasi di sektor Gaza.


Sumber:TvOnenews



Senin, 30 Oktober 2023

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Menghadiri Pertemuan dengan Presiden AS








Jakarta,Pos62.Online-


Pengusaha top Israel, Amnon Shashua, mendesak agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera digulingkan karena pemerintahannya bersalah atas “kegagalan, disonansi dan ketidakmampuan” yang menyebabkan sejak orang-orang bersenjata Hamas menyeberang dari Gaza dalam serangan mematikan di kota-kota Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

"Kita harus mengurangi kerugian kita dan melakukannya dengan cepat. Satu-satunya solusi terhadap situasi saat ini di Israel adalah mengganti pemerintah, dan hal ini perlu segera dilakukan," tulis Shashua, yang juga CEO perusahaan teknologi mobil self-driving Mobileye dalam sebuah opini di harian keuangan Calcalist, Minggu, 29 Oktober 2023.

Netanyahu menimbulkan keributan pada hari Minggu ketika menyerang kepala intelijennya, dengan mengatakan bahwa mereka tidak pernah memperingatkannya bahwa Hamas sedang merencanakan serangan, namun kemudian menarik kembali komentarnya dan mengeluarkan permintaan maaf.

Kantor Netanyahu, menolak mengomentari pernyataan Shashua.

Pemerintah, kata Shashua, yang tampaknya lebih mementingkan kelangsungan politiknya daripada “kebaikan negara,” sehingga dapat diganti tanpa mengadakan pemilu baru untuk meminimalkan gejolak politik, dengan pembentukan koalisi baru di dalam parlemen saat ini.

Netanyahu belum mengambil tanggung jawab atas kegagalan intelijen dan operasional, hanya mengatakan bahwa akan ada waktu untuk mengajukan pertanyaan sulit, termasuk tentang dirinya sendiri, setelah perang.

Para pejabat Israel mengatakan kejadian-kejadian menjelang dan termasuk penanganan serangan Hamas akan diselidiki, namun fokus saat ini adalah pada konflik tersebut.

Shashua ikut mendirikan perusahaan Mobileye pada 1999. Perusahaan itu dibeli oleh Intel pada tahun 2017 seharga $15,3 miliar dan tahun lalu kembali go public. Ia juga mendirikan bank digital One Zero dan perusahaan AI AI21 Labs.


Sumber:Tempo



Sabtu, 28 Oktober 2023

Kondisi Kota Beit Hanoun Timur Laut Gaza yang Hancur Diserang Israel








Jakarta,Pos62.Online-


Perang antara kelompok militan Palestina Hamas dengan militer Israel diperkirakan akan semakin luas dan mematikan. 

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari dalam jumpa pers yang disiarkan televisi pada Jumat (27/10/2023) malam menyatakan telah memperluas serangan udara dan darat ke wilayah kantong Palestina.

Angkatan udara Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap terowongan yang digali oleh Hamas dan infrastruktur lainnya.

Sebagai tanggapan atas serangan militer Zionis, pada Sabtu (28/10/2023) pagi, Hamas mengatakan, sayap bersenjata mereka, Brigade Al-Qassam dan seluruh kekuatan perlawanan Palestina sepenuhnya siap menghadapi agresi Israel dengan kekuatan penuh dan menggagalkan serangannya. 

Pernyataan kedua pihak yang bertikai itu memunculkan pertanyaan apakah invasi darat Israel ke Gaza mungkin akan dimulai.

Sebelumnya, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, pada Jumat malam mengatakan, para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di daerah dekat perbatasan, tepatnya di Kota Beit Hanoun, timur laut Gaza dan di daerah tengah Al-Bureij.

Al Jazeera melaporkan secara live ledakan-ledakan di Gaza yang dilakukan oleh militer Israel. 

Serangan itu dilaporkan menghantam wilayah Rumah Sakit Al Shifa di Gaza. 

Sementara Israel justru menuduh Hamas menggunakan rumah sakit tersebut sebagai tameng terowongan dan pusat operasionalnya. 

Tuduhan tersebut pun telah dibantah oleh kelompok Hamas.

Gaza Terisolasi

Situasi di Gaza saat ini memilukan. Israel memutus jaringan listrik dan air. 

Menurut kantor media Hamas, listrik telah padam selama berhari-hari dan melumpuhkan fasilitas perawatan. Warga Gaza juga kehilangan air bersih. 

Tak hanya itu, komunikasi di Gaza juga terputus. Hal itu dikonfirmasi oleh penyedia telekomunikasi terbesar di Gaza, Paltel.

Masyarakat Bulan Sabit Merah juga mengaku benar-benar kehilangan kontak dengan ruang operasi Gaza dan tim yang beroperasi di sana. 

Pemerintah yang dikuasai Hamas mengatakan, kru penyelamat tidak dapat menerima panggilan darurat.

Selain Masyarakat Bulan Sabit Merah, Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Batas) juga mengaku tidak dapat menjangkau beberapa rekan Palestina. 

Mereka sangat mengkhawatirkan pasien, staf medis dan ribuan keluarga yang berlindung di rumah sakit Al Shifa dan fasilitas kesehatan lainnya.

Kepala Dana Anak-Anak PBB UNICEF, Catherine Russell juga mengaku lembaganya juga tidak bisa lagi berkomunikasi dengan staf di Gaza.


Sumber:Parboaboa



Soal Gencetan Senjata Gaza RI Sala Satu Sponsor Resolusi PBB


 






Jakarta,Pos62.Online


Pemerintah Indonesia menyambut baik disetujuinya resolusi gencatan senjata kemanusiaan di Gaza pada sidang Majelis Umum PBB. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut Indonesia termasuk salah satu yang mensponsori resolusi tersebut.

"Indonesia menyambut baik disahkannya resolusi Majelis Umum PBB menyikapi situasi Gaza (27/10). Indonesia termasuk salah satu co-sponsor resolusi tersebut," tulis Kemlu di akun X, Sabtu (28/10/2023).

Kemlu mengatakan hasil votingnya yakni 120 suara mendukung termasuk Indonesia, 14 menolak, dan 14 abstain.

"Hasil voting: 120 mendukung termasuk Indonesia, 14 menolak dan 14 abstain," tulis Kemlu.

Seperti diketahui, Majelis Umum PBB telah menyetujui resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Resolusi tersebut diajukan oleh Yordania.

Dilansir BBC, Sabtu (28/10), resolusi tersebut -yang diajukan oleh Yordania atas nama negara Arab- juga mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan Israel, termasuk semua 'serangan teror dan tanpa pandang bulu'.

Hal ini untuk mengupayakan bantuan tanpa hambatan dan perlindungan terhadap warga sipil.

BBC menyebutkan terdapat 120 suara mendukung, 14 menolak, dan 45 abstain.

Resolusi majelis umum PBB memang tidak mengikat secara hukum, namun mempunyai bobot moral karena universalitas keanggotaannya.


Sumber:detiknews









Rabu, 25 Oktober 2023

Negara Yang Tidak Mengakui Israel Termasuk Indonesia Ada 28 Daftar Negara







Jakarta,Pos62,Online-


 Perang Israel melawan Hamas, terus berkobar. Israel menyerang habis-habisan Jalur Gaza dengan dalih untuk menekan Hamas, kelompok militan Palestina.

Jauh sebelum perang berkobar, Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru mengakui kemerdekaannya pada tanggal 11 Mei 1949. Saat itu, keanggotaan Israel dalam PBB disetujui oleh mayoritas dari 58 negara anggota dengan syarat tertentu.

Meskipun Israel telah masuk anggota PBB, hingga 2023 hanya 165 negara dari 193 negara anggota PBB yang mengakui kedaulatan Israel. Sementara sebagian besar negara Arab dan Muslim tidak mengakui Israel sebagai negara berdaulat. Berikut ini adalah negara-negara yang tidak mengakui Israel. 

Negara-Negara yang Tidak Mengakui Israel

Israel adalah sebuah negara atau wilayah yang berada di Timur Tengah, terletak di dekat garis pantai timur Laut Mediterania. Negara ini berkonflik dengan Palestina yang hingga kini masih berlangsung.

Konflik tersebut disebabkan oleh sengketa wilayah antara orang Yahudi dan sebagian besar orang Arab Muslim di mana kedua kelompok mengklaim kepemilikan atas tanah tersebut. 

Akibat perselisihan ini, terbentuklah dua negara terpisah yakni Israel dan Palestina. Palestina terdiri dari dua wilayah yang lebih kecil, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara, Israel hampir telah menguasai seluruh wilayah tersebut. 

Konflik Israel vs Palestina yang terjadi secara terus menerus menimbulkan tindakan solidaritas politik terhadap Palestina, yang kedaulatannya diakui oleh sekitar 139 anggota PBB. Hingga kini masih ada sekitar 28 negara yang tidak mengakui Israel, diantaranya:

1.Afghanistan

2.Indonesia

3.Maladewa

4.Qatar

5.Aljazair

6.Iran

7.Mali

8.Arab Saudi

9.Bangladesh

0.Irak

1.Mauritania

2.Somalia

3.Brunei

4.Kuwait

5.Nigeria

6.Suriah

7.Komoro

8.Libanon

9.Korea Utara

0.Tunisa

1.kuba

2.Libya

3.Oman

4.Venezuela

5.Djibouti

6.Malaysia

7.Pakistan

8.Yaman

Konflik di kawasan Timur Tengah, antara Israel dan Palestina masih terus berlangsung hingga sekarang. Sejumlah negara di seluruh dunia menaruh perhatian lebih terhadap krisis politik yang dialami dua negara tersebut. Hingga memunculkan beberapa kubu baik yang pro maupun kontra terhadap Israel. 

Meski masih ada negara-negara yang tidak mengakui kedaulatannya, namun banyak juga negara yang telah mengakui kemerdekaan Israel. Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mengakui Israel. Presiden Harry Truman mengakui pemerintahan sementara Yahudi sebagai otoritas de facto negara Yahudi yang baru.

Tercatat, sebanyak 165 anggota PBB, seperti Albania, Mesir, Serbia, Argentina, Australia, Austria, Meksiko, Spanyol, Belgia, Amerika Serikat, dan lainnya, yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat. Bahkan negara besar tersebut mulai melakukan kerja sama bilateral dengan Israel, seperti di bidang pendidikan, ilmiah, dan juga ekonomi. 

Bukan hanya negara Barat, negara Arab juga mulai meluluh terhadap tindakan Israel. Misalnya saja Mesir yang menandatangani pakta damai pada tahun 1979, kemudian diikuti Yordania tahun 1994 dan Mauritania di tahun 1999. Serta yang terbaru Uni Emirat Arab dan Bahrain.


Sumber:Tempo.co








Jumat, 20 Oktober 2023

Usai Serangan Hamas,Warga Israel Kesal ke Pemerintah Netanyahu



Jakarta, Pos62.online-
Sejumlah warga Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza mengaku kecewa kepada pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Warga menilai pemerintah Netanyahu lambat melindungi dan mengevakuasi warganya dari serangan milisi Hamas.


Tentara yang ditempatkan di Sderot Israel selatan, Gil mengatakan bahwa penyerangan ini dilakukan oleh Iblis. Serangan ke Israel selatan yang terus terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir membuat penduduk terbiasa akan suara sirine peringatan bom atau tanda bahaya.

Dikutip dari AFP, pasukan bersenjata Hamas menyerbu Sderot dan daerah perbatasan lainnya yang menewaskan 1.400 orang dan menyandera 200 warga.


Kami hanya ingin keluar
Penduduk Kota Sderot pada Minggu (15/10) terlihat mulai meninggalkan kota menggunakan bus menuju ke daerah lain untuk menghindari serangan roket di Jalur Gaza, dilansir dari Associated Press.

Sderot sendiri merupakan kota yang dihuni lebih dari 34.000 penduduk dan terletak satu mil jauhnya dari Jalur Gaza, sehingga sering menjadi sasaran target bom.

Pemerintah Israel telah menawarkan bus ke hotel-hotel kota lain untuk menampung 30.000 penduduk Sderot, sedangkan 4.000 penduduk lainnya dilaporkan masih berdiam diri di kota tersebut.

Dilansir dari The Times of Israel, total terdapat 60.000 pengungsi yang ditargetkan pemerintah untuk meninggalkan rumah mereka, terutama penduduk Israel Utara dan wilayah yang berbatasan antara 4-7 kilometer dari Gaza.

Namun, masyarakat menilai tindakan pemerintah sangat lamban dalam menyelamatkan warganya.

Seorang warga Sderot, Shamilov, mengatakan bahwa warga tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Perjalanan ke kota lain membutuhkan waktu lebih dari tiga jam menggunakan jalur darat.

Jurnalis yang ikut mengantarkan warga ke hotel di daerah Eliaf, Ravit Naor, mempertanyakan kinerja pemerintah yang tidak berbuat banyak untuk warganya.

"Relawan seperti sayalah yang membantu orang-orang pergi dengan mobil pribadi kami. Kita tidak perlu membayar untuk bensin, parkir," kata Naor.

Bantuan yang dikirimkan ke masyarakat Israel selatan juga jauh dari cukup.Warga bawa senjata api
Seorang pensiunan 70 tahun, Peter, datang dari Tel Aviv berkeliling membawa senapan dengan maksud untuk memantau, membantu, dan melindungi warga semampunya.
Pejabat Partai Likud sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Boaz Bismuth, sebelumnya pernah datang ke Sderot untuk melihat kondisi pasca serbuan Hamas.

"Kami akan mencarikan anggaran untuk segala sesuatu yang diperlukan untuk keamanan," kata Bismuth.Mempersenjatai masyarakat
Pasukan militer Israel tampaknya tidak mampu menyediakan perlindungan kepada seluruh masyarakat. Peran masyarakat sipil juga diperlukan untuk bisa saling melindungi dan menyerang balik lawan.

Ayelet Shmuel, direktur Pusat Ketahanan Internasional, mengatakan bahwa organisasinya siap menyalurkan bantuan kepada warga sipil Israel.

Sebelumnya, kepolisian Israel mengedarkan surat pemberitahuan akan mempersenjatai warga sipil mulai Senin (16/10).

Namun, hal yang dibutuhkan warga sebenarnya adalah tempat berlindung yang aman bagi keluarga mereka.

Salah satu kota di Israel, Ashkelon, memiliki jumlah kamp perlindungan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Sderot.

"Kami tidak bisa terus seperti ini, (tapi) kami siap berbulan-bulan atau lebih. Mari kita akhiri ini dengan Hamas," ungkap salah satu penduduk Ashkelon.



sumber:CNN