Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gibran. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2023

Jokowi Dukung Prabowo - Gibran Calon Presiden Republik Indonesia Pada Pemilu 2024


 






Jakarta,Pos62.Online-


Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya merestui putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden atau cawapres pendamping Prabowo Subianto. Jokowi disebut-sebut mengatur perjodohan itu setelah gagal menduetkan Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto.

Dilansir dari Majalah Tempo, Jokowi menyampaikan angan-angan menduetkan Ganjar dan Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Partai Gelora di Istana Bogor, Jawa Barat, awal Mei lalu. "Ide besar Pak Jokowi, PDIP dan Gerindra bergabung menjadi tulang punggung dari koalisi besar," kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfudz Siddiq kepada Tempo di Jakarta Pusat, Kamis, 26 Oktober 2023.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan pembentukan koalisi PDIP dan Gerindra bertujuan memastikan keberlanjutan program pemerintah, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Partai Gelora sependapat negara memerlukan keberlanjutan program pemerintah demi menghadapi krisis global. "Kami setuju dengan ide itu," kata Mahfudz.

Namun, upaya Jokowi membentuk koalisi antara PDIP dan Gerindra menemui jalan buntu. Kedua partai sama-sama bersikukuh mengusung jagoan masing-masing. Gerindra akhirnya mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sementara PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya terbuka untuk menggaet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024. Syaratnya, kata dia, Prabowo tetap menjadi calon presiden adalah keputusan mutlak.

“Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo dengan catatan Pak Prabowo calon presiden,” kata Hashim dalam acara deklarasi Prabowo Mania 08 di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 12 Maret 2023.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bingung dengan isu Prabowo akan berpasangan dengan Ganjar dalam Pilpres 2024. "Lho saya sendiri sampai bingung," kata dia dalam Rapat Kerja Nasional atau Rakernas IV PDIP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Ahad, 1 Oktober 2023.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan Rakernas IV PDIP sepakat memenangkan Ganjar sebagai presiden dalam Pilpres 2024. "Rakernas IV sepakat memenangkan Ganjar sebagai capres PDIP," ujar dia usai penutupan Rakernas IV PDIP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Ahad, 1 Oktober 2023.

Djarot mengatakan sikap itu sekaligus menutup rumor yang memasangkan Ganjar dengan calon lain. Sebelumnya, banyak diisukan Ganjar akan menjadi cawapres Prabowo. "Artinya tidak mungkin, sekali lagi tidak mungkin, dan menutup kemungkinan sama sekali untuk diturunkan sebagai calon wakil presiden," kata dia.


Sumber:tempo




Rabu, 25 Oktober 2023

Pelanggaran Etik Hakim Besok,MKMK Gelar Sidang Pertama







Jakarta,Pos62.Online-


Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK bakal memulai sidang perdananya, Kamis, 26 Oktober 2023. Hal itu diungkapkan Anggota Majelis Jimly Asshiddiqie. 

"Akan ada sidang pertama memanggil 10 pelapor," kata Jimly di Gedung MK, Selasa 24 Oktober 2023. 

Jimly mengatakan, bagi pihak yang ingin mengetahui proses sidang tersebut silahkan melihatnya karena sidang akan dibuat terbuka. "Kami bikin terbuka, kecuali terlapor. Kami bikin tertutup," kata Jimly. 

Janji bersikap independen

Jimly mengklaim dirinya akan bersikap independen dalam posisinya sebagai anggota MKMK. Hal ini guna menjawab tudingan masyarakat yang tidak percaya kepadanya. 

"Independensi itu enggak usah diomongin, dikerjain saja," kata Jimly. 

Jimly pun menantang bagi siapapun pihak yang tidak percaya terhadap dirinya, agar melihat hasil putusan Majelis Kehormatan MK nantinya. 

"Nanti you nilai kalau sudah diputus. Daripada retorika 'insya allah saya independen' enggak gitu. Etika itu bukan hanya soal retorika, dikerjain saja," kata Jimly. 

Jimly menambahkan, dirinya pun tidak mudah dipengaruhi siapapun dalam menjalankan tugasnya. "

Ini gedung nostalgia, kantor saya ini. Saya tidak tega membiarkan MK. Jadi saya enggak tega ini membiarkan MK image-nya kayak begini," katanya.


Sumber:Tempo.com




Senin, 23 Oktober 2023

Soal Nasib Gibran di PDIP Usai Diumumkan Jadi Cawapres Prabowo








JAKARTA,Pos62,Online 


Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah resmi diumumkan menjadi cawapres dari Prabowo Subianto. Lalu bagaimana nasib Gibran di PDIP yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md?

Saat ditanyai terkait hal itu, Gibran tidak memberikan jawaban secara gamblang apakah masih menjadi kader PDIP atau tidak. Dia hanya menyebut jika sudah bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Jumat (20/10) malam pekan lalu.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Mbak Puan di Jumat malam kemarin," kata Gibran, Senin (23/10/2023) melansir detikJateng.

Tak hanya bertemu dengan Puan, kata Gibran, dia juga bertemu dengan Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP) Arsjad Rasjid.

Saat kembali ditanya terkait nasibnya di PDIP, Gibran kembali menegaskan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Puan dan Arsjad.

"Sudah Mbak Puan dan Pak Arsjad. Kemarin Jumat malam saya sudah komunikasi dengan Mbak Puan dan Pak Arsjad, itu jawaban saya," ujar Gibran.

Ditanya lebih lanjut apakah komunikasi itu dalam rangka berpamitan, Gibran tidak menjawab dengan lugas.

"(Pamit?) Udah udah, sudah saya komunikasikan. Mbak puan juga udah cerita juga kemarin di Surabaya," kata Gibran yang saat itu hendak keluar dari Balai Kota Solo.

"Nggih mengko tak bali meneh (ya nanti saya kembali lagi ke Balai Kota Solo)," imbuhnya.


SUMBER:Detik

Warga Jakarta Ditanya soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo:


 






JAKARTA,Pos62,Online 


Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, resmi mengumumkan Gibran Rakabuming sebagai pendampingnya di Pemilu 2024 nanti. Putra Presiden Joko Widodo itu dinyatakan menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo.

Menanggapi hal itu, beberapa warga DKI Jakarta justru memberikan komentar negatif atas putusan tersebut. Yang tentunya, pendapat dari warga yang dipilih secara acak ini tak bisa digeneralisir mewakili seluruh warga DKI Jakarta. Sebelum dan setelah putusan itu ke luar, TEMPO mencoba bertanya secara acak tentang pendapat warga DKI Jakarta pada Minggu, 22 Oktober 2023.

Pulina Nityakanti, usia 24 tahun, berpendapat duet antara Prabowo dan Gibran tidak seharusnya terjadi. “Ini menegaskan indikasi praktik politik dinasti oleh keluarga Jokowi,” kata Nitya. Mahasiswi di Universitas Indonesia ini juga mengaku mengamati komentar orang-orang di sekitarnya dan menilai sentimen publik begitu buruk atas duet tersebut.

Nitya juga menyinggung soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memberi jalan bagi Gibran untuk bisa mendaftar peserta Pilpres 2024. Kontroversi mencuat ketika diketahui Ketua MK Anwar Usman tak lain adalah adik ipar Jokowi sekaligus paman dari Gibran.

“Kalau secara kinerja, Gibran dah lumayan bagus memimpin Solo, tapi leap (loncatan)-nya terlalu jauh untuk tiba-tiba digandeng sebagai cawapres,” kata Nitya. Dia beralasan, masa kepemimpinan Gibran di Solo yang hanya satu periode belum cukup menggambarkan kontribusi Gibran sebagai pejabat publik secara utuh.

Senada dengan Nitya, di tempat yang berbeda, Hendika Risky Utama (26 tahun) juga kurang yakin atas kinerja Gibran jika menjadi pemimpin Indonesia. “Gibran bagus sebagai pemimpin Solo, tapi kurang pas kalau jadi pemimpin Indonesia ya,” kata Hendika, alumni Gontor angkatan 2017.

Selain milenial, warga asal DKI bernama Mahmudin Al Fahmi (63 tahun) mengungkap pendapatnya yang kurang setuju dengan putusan MK. “Saya tidak respect dengan itu (putusan MK soal syarat cawapres), artinya silakan saja tapi kita tetap pilih sesuai hati nurani,” kata dia.

Yang penting bagi dia, pilihan di kotak suara pemilu 2024 dilaksanakan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia. Serta jujur dan adil.

Selain itu, soal opsi bacawapres Prabowo, Nitya menilai masih ada opsi yang lebih baik dibanding Gibran. “Misalnya RK, ET, dan Yusril, semua mumpuni dan kontribusi sebagai pejabat publik sudah lebih lama daripada Gibran,” kata dia merujuk kepada nama-nama Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Yusril Ihza Mahendra.

Dia menambahkan, "Sebagai orang yang hidup di Jakarta dan sekitar juga, kinerja RK dan ET tentu terasa lebih dekat sama kami (warga Jakarta) dibandingkan dengan Gibran.”

Atas duetnya Prabowo dengan Gibran, dia pun mempertanyakan, bagaimana hubungan Gibran dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Karena kita tahu kan, PDIP sendiri mengusung Ganjar-Mahfud,” ucapnya. Berdasarkan hal tersebut, Nitya menilai Gibran tidak menjalankan perannya dengan baik  sebagai kader partai politik.

Selain Nitya, dua warga di atas ditemui dan dimintakan pendapatnya saat ditemui di arena CFD atau Car Free Day di Jalan Sudirman dan Thamrin. Sebanyak dua warga lain di lokasi yang sama yang ditanyai pendapatnya memilih tersenyum, sambil hanya mengatakan, "Tak ada komentar."


SUMBER:Tempo

Sabtu, 21 Oktober 2023

Kader PDIP Yang Jadi Jurkamnas,Ada Gibran dan Bobby Nasution Daftar Nama 13 Kepala Daerah

 











JAKARTA,Pos62, Online 

Dilansir dari Tempo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan surat perintah ini dikeluarkan setelah pendaftaran Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2024 ke KPU pada Kamis kemarin, 19 Oktober 2023.

Instruksi ini termasuk untuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang santer diisukan menjadi bacawapres Prabowo Subianto.

Selain menjadi jurkamnas, Gibran yang merupakan putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini, ditugaskan menjadi juru bicara tim pemenangan nasional Ganjar-Mahfud MD di daerah yang ia pimpin.

Kepala daerah yang ditugaskan sebagai jurkamnas dan jubir itu tersebar di berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Selain Gibran, ada nama Wali Kota Medan Bobby Nasution yang merupakan menantu Jokowi.

Berikut daftar namanya:

1. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana

2. Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing

3. Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution

4. Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin

5. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan

6. Bupati Purbalingga Diah Hayuning Pratiwi

7. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka

8. Bupati Demak Eisti'anah

9. Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani

10. Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus

11. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan

12. Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid

13. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Isu Gibran jadi bacawapres Prabowo

Bacapres Prabowo belum menentukan nama bacawapres sampai saat ini. Prabowo santer diisukan bakal mendeklarasikan cawapresnya pada pekan depan, setelah rapat pimpinan nasional partai Golkar. Selain Gibran, nama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir merupakan kandidat kuat pendamping Prabowo.

Isu Gibran menjadi bacawapres Prabowo menguat dan disebut-sebut bakal bergabung dengan Partai Golkar sejak Senin malam, 16 Oktober 2023. Belakangan, Gibran dikabarkan bakal bergabung dengan Golkar melalui sayap partainya, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Gibran soal peluang menjadi kader Golkar. Namun, Airlangga tidak mengungkapkan rencana partainya dan Gibran ke depan.

"Komunikasi sudah ada. Mengenai kegiatan apa lanjutannya, ditunggu saja," kata Airlangga saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat kemarin, 20 Oktober 2023.

Ketika dikonfirmasi terkait komunikasi dengan Golkar, Gibran sendiri memilih bungkam. Sejak isu dirinya menjadi bacawapres Prabowo merebak, Gibran terus diburu wartawan untuk dimintai konfirmasi. Namun, dia semakin irit bicara.

Dari pantauan Tempo pada Jumat kemarin, 20 Oktober 2023, Gibran tiba di Balai Kota Solo dan langsung memasuki ruang kerjanya sekitar pukul 09.15 WIB.

Saat awak media ingin wawancara, ia enggan memberikan pernyataan pada para wartawan yang sebelumnya sudah menunggu kedatangannya.

Adapun Prabowo yang diusung Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, dan Partai Garuda, menjadi satu-satunya koalisi yang belum mengumumkan sosok cawapres.

Bacapres-bacawapres lain seperti Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum pada Kamis, 19 Oktober 2023.

Sumber:Tempo