Sumber: Intelektualnews
Rabu, 09 April 2025
DPD IMM Banten Minta Presiden Pecat Mendes PDT: Demokrasi Terancam, Rakyat Dikecewakan
Selasa, 21 November 2023
Ganjar Pranowo Disambut Oleh Masyarakat di Pintu Kedatangan Bandara Sentani Jayapura
Jayapura,Pos62.Online-
Demonstrasi terjadi di Kota Jayapura, di tengah kedatangan calon presiden RI, Ganjar Pranowo ke Papua, Selasa (21/11/2023).
Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menolak tegas kedatangan Ganjar Pranowo untuk memberikan kuliah umum di kampus mereka.
Massa aksi terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPMF) dari 9 fakultas di Uncen.
"Tolak Ganjar, Ganjar Tolak, hidup mahasiswa," kata seorang orator di hadapan puluhan mahasiswa lainnya di halaman kampus Uncen Abepura.
Sejatinya, Ganjar Pranowo dijadwalkan memberikan kuliah umum di Auditorium Uncen Abepura, Selasa (21/11/2023) pukul 13.30 WIT.
Adapun tema yang diusung yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.
Demonstran juga menutup portal pintu masuk Auditorium Uncen.
Mereka meblokade jalan sembari melancarkan orasi secara bergantian.
"Kami dari BEM FKM tegas menolak kuliah uUmun yang diberikan oleh Ganjar," ujar orator lainnya.
Mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap Ganjar serta politik praktik di kampus.
Bahkan, demonstran mendesak Rektor Uncen menghentikan kuliah umum yang akan diisi oleh calon presiden nomor urut 3 itu.
"Rektor dan PR III Uncen setop membawa masuk politik praktis di lingkungan kampus Unversitas Cenderawasih. Ganjar Pranomo bukan akademi, dia politikus. Berhenti politisasi kampus Uncen Papua," tegasnya.
Mahasiswa masih menggelar aksi damai di depan pintu masuk Auditorium Uncen.
Ketua BEM FH Uncen, Yanes Hisage menegaskan kampus bukan tempat kampanye politik praktis.
"Uncen didirikan untuk mendidik dan mengajar agar menjadi mahasiswa yang berprestasi, bukan berpartisipasi dalam kampanye politik praktis lalu terjerumus," ujarnya kepada Tribun Papua.com.
Adapun alasan penolakan Ganjar, kata Hisage, bertepatan surat edaran Gubernur Papua soal hari lahirnya Otonomi Khusus (otsus) Papua hari ini.
"Hari ini adalah hari lahirnya otonomi khusus. Di dalamnya ada empat substansi yang fundamental yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial politik."
"Selama 20 tahun berjalan faktanya kesejahteraan itu belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat akar rumput di Papua," ujarnya.
Hal itu pula alasan BEM Uncen menolak siapa pun calon presiden memberikan kuliah umum di kampus.
Hisage menegaskan, Uncen adalah lembaga pendidikan milik masyarakat Papua, sehingga nama baiknya harus dijaga.
"Jangan jadikan panggung politik untuk mengkampanyekan arah politik praktis tahun 2024. Kami mempertegas untuk lembaga Uncen hentikan ciptakan panggung untuk para calon presiden republik Indonesia menyampaikan orasi atau kampanye politik secara personal," katanya.
Sekalipun tidak diundang hadir, BEM Uncen tak melarang calon presiden menyampaikan gagasannya.
Hanya, alangkah baiknya gagasan itu disampaikan secara kolektif.
"Sehingga keadilan dan kesejahteraan sosial itu benar-benar diimplementasikan secar komprehensif, terstruktur, sistematis," katanya.
"Lembaga menjalankan kegiatan secara (tertutup) maka kami curiga ada kepentingan terselubung yang dimainkan," sambung Hisage.
Berikut 4 Poin pernyataan sikap BEM DPM 9 Fakultas di Uncen :
1.BEM dan DPM 9 Fakultas Universitas Cenderawasih menolak tegas Kuliah Umum yang akan dilakukan di lingkungan Universitas Cenderawasih pada tanggal 21 November 2023.
2.Pimpinan mahasiswa BEM dan DPM 9 Fakultas Universitas Cenderawasih satu suara menolak Calon Presiden, secara personal memberikan kuliah umum kepada mahasiswa universitas cenderawasih.
3.Kami menolak aktifitas perkuliah umum pada tanggal 21 november 2023 berdasarkan Surat edaran Gubernur Provinsi Papua, Nomor 003/9645/SET dan Surat edaran Rektor Uncen dengan Nomor 17 tahun 2023 tentang hari libur Otonomi Khusus Papua di lingkungan Universitas Cenderawasih tahun 2023, maka tidak ada aktifitas apapun pada tanggal 21 november 2023.
4.Kami pimpinan Mahasiswa BEM dan DPM 9 Fakultas menghimbaukan kepada seluruh mahasiswa Universitas Cenderawasih berdasarkan surat edaran pemerintah provinsi papua dan rektor uncen bahwa besok tidak ada aktifitas kuliah di lingkungan universitas cenderawasih.
Sumber:Tribun
Sabtu, 28 Oktober 2023
Bela Palestina di Depan Gedung Kedutaan Besar Kedubes Amerika Serikat
Jakarta,Pos62.Online-
Ribuan orang dari berbagai organisasi maupun individu memenuhi jalan di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, di Jakarta Pusat pada Sabtu 28 Oktober 2023.
Peserta aksi bela Palestina ini sudah berkumpul sejak pukul 06.00 WIB. Mereka sebagian besar mengenakan pakaian bernuansa putih hitam dengan atribut syal dan bendera nasional Palestina.
Tidak sedikit dari peserta aksi yang membawa serta keluarganya dengan berkendara sepeda maupun menggunakan transportasi umum.
Jalan sekitar Kedubes Amerika Serikat langsung lumpuh tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Bahkan butuh perjuangan untuk berjalan kaki mendekat ke depan Kedubes Amerika Serikat.
Dalam aksinya, mereka mendesak Amerika Serikat sebagai sekutu untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza Palestina serta mengakui kemerdekaan Palestina.
Peserta aksi juga menilai serangan Israel ke Gaza merupakan bentuk genosida karena sudah menewaskan lebih dari 7000 orang yang sebagian besar wanita dan anak-anak.
Sumber:Tribunnews
Sabtu, 21 Oktober 2023
Geruduk Istana Mahasiswa yang Ditangkap Mengaku Dipukul dan Dicekik Aparat
Sabtu, 07 Oktober 2023
Warga Parepare Sulsel Tolak Pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel
Parepare,Pos 62.Online
Warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar demonstrasi terkait pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel. Warga menilai pembangunan sekolah itu menyalahi aturan.
"Iya, tadi (warga demo) minta pencabutan (Sekolah Kristen Gamaliel)," ujar anggota DPRD Parepare Kamaluddin Kadir kepada detikSulsel, Jumat (6/10/2023).
Aksi demonstrasi itu berlangsung di Jalan Poros Parepare-Pinrang dan Kantor DPRD Parepare, Jumat (6/10). Massa kemudian diterima pimpinan DPRD Parepare.
"Tadi ada Pak Ketua, wakil ketua 1 dan wakil ketua 2, saya dan Pak Ibrahim yang menerima mereka di DPRD Parepare," kata Kamaluddin.
Warga menolak pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel beralasan karena bangunan tersebut didirikan di dekat lingkungan yang mayoritas dihuni umat Muslim.
"Warga menolak karena alasan masyarakat mayoritas di sana muslim dan katanya izinnya juga tidak jelas menurut warga yang melakukan demo tadi," paparnya.
Sumber:detiknews




