Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label CCTV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CCTV. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 November 2023

Viral Pasangan Suami Istri Terekam CCTV Mencuri Hp


 






Jakarta,Pos62.Online-


Sepasang suami istri terekam CCTV mencuri hp milik kurir yang tak sengaja ditinggal di dashboard motor.

Aksi pasutri curi hp milik kurir itu terjadi di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur

Beruntung saat itu aksi pasutri tersebut terekam CCTV, dan rekaman tersebut beredar luas di media sosial, salah satunya Instagram @infopenggilingan.

Dalam video tersebut, tampak saat tiba di lokasi sang suami memang sudah melongok ke arah dashboard sepeda motor kurir tempat handphone kurir tertinggal.

Sementara sang istri masuk ke dalam kantor ekspedisi.

Beberapa saat kemudian, sang istri keluar dari kantor ekspedisi tersebut.

Namun saat hendak naik motor, wanita itu tiba-tiba mengambil hp kurir dari dashboard motor yang terparkir di sebelah motor pasutri itu.

Setelah melancarkan aksinya, keduanya kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Namun setelah aksinya tertangkap CCTV dan viral di media sosial, mereka mengembalikan hasil curiannya itu pada Sabtu (4/11/2023).

Dilansir dari Warta Kota, Sinta, rekan dari korban, menceritakan insiden itu bermula ketika dua orang pelaku, yang berkendara dengan sepeda motor, datang untuk menanyakan harga pengiriman paket.

Mereka bertanya harga pengiriman dari Jakarta ke Ciamis, meskipun pada akhirnya tidak ada paket yang dikirimkan.

Saat itu, Sinta menjelaskan bahwa dia menjawab pertanyaan tersebut tanpa curiga karena mengira mereka adalah calon pelanggan yang bertanya mengenai biaya pengiriman paket.

"Ibunya tanya (ongkos kirim paket dari Jakarta) ke Ciamis berapa. Ibu itu ke sini tanya doang, enggak kirim paket," kata Sinta di Cakung, Jakarta Timur, Senin (6/11/2023).

Setelah kedua pelaku pergi, Sinta menyadari bahwa pasangan tersebut sebenarnya adalah pencuri.

Sinta baru menyadarai bahwa Pasutri itu pencuri beberapa saat setelah kedua pelaku pergi, dan seorang kurir melaporkan handphonenya yang tertinggal di dashboard sepeda motor sudah hilang.

"Kurirnya tanya 'handphone gue mana?'. Dikira anak-anak (pegawai ekspedisi) pada iseng (diumpetin), ternyata enggak. Pas dicek CCTV ibu sama suaminya kayaknya yang ngambil," sambungnya.

Menurutnya, kejadian berlangsung cepat, menandakan bahwa korban mungkin telah diikuti sebelum kejadian itu.

Dia menceritakan bahwa sebelum kejadian tersebut, kurir masuk ke kantor, dan kemudian disusul pelaku wanita.

Setelah melakukan aksi kejahatannya, pasangan pencuri tersebut kabur dengan sepeda motor.

Namun, setelah video CCTV kejadian tersebut viral pada Sabtu (4/11/2023), handphone korban akhirnya dikembalikan. Sinta menjelaskan bahwa handphone temannya dikembalikan melalui seorang juru parkir di sekitar lokasi kejadian, yang diminta oleh pelaku untuk menyerahkan kembali handphone tersebut.

Saat mengembalikan handphone yang mereka curi, pelaku juga melampirkan sehelai kertas yang berisi permintaan maaf mereka.

Tulisan di kertas tersebut menyatakan penyesalan atas perbuatannya.

"Maaf HP saya kembalikan yang semalam, tolong jangan buat viral," tulisnya.

"Pas viral dikembaliin ke saya, tapi melalui perantara dengan catatan ini handphone saya balikin mba, tapi mohon jangan diviralkan. Dikembalikan besoknya setelah viral," lanjut Sinta.


Sumber:Tribun



Senin, 06 November 2023

Suami Pergoki Istri Asyik Bercinta dengan Pria lain Dirumahnya


 






Tiongkok,Pos62.Online-


Hubungan suami istri yang kian merenggang karena konflik memang kerap kali berujung pada hal yang tak diinginkan seperti kejadian suami pergoki istri asyik bercinta dengan pria lain di rumahnya.

Kasus suami pergoki istri asyik bercinta dengan pria lain di rumahnya itu tentu saja bukan yang pertama kalinya terjadi karena di luar sana juga ada yang mengalami hal serupa.

Dikutip tribun-medan.com dari eva.vn, kejadian suami pergoki istri asyik bercinta dengan pria lain di rumahnya itu terjadi di Huaibei, Tiongkok.

Pak Hoang Long diketahui telah menikah dengan istrinya, Ibu Tuong Tu Tu selama beberapa tahun namun belum dikaruniai anak.

Hal itu pula yang menjadi penyebab konflik dalam rumah tangga mereka lantaran sama-sama mengira pasangannya punya masalah kesuburan.

Gara-gara anak, pasangan ini menjadi tegang dan sering bertengkar, namun Pak Long tidak memilih untuk bercerai.

Pria itu berpikir bahwa ia telah menghabiskan banyak uang untuk menikah, bukankah rugi besar jika ia tidak bisa punya anak?

Sementara itu, Bu Tu berpendapat alasan tidak memiliki anak adalah karena suaminya.

Karena tidak ingin menyia-nyiakan masa mudanya untuk pernikahan ini, Bu Tu ingin bercerai.

Selama hubungan rumah tangga keduanya semakin renggang, Pak Long tahu bahwa istrinya berhubungan intim dengan seorang pria bernama Nham Hien.

Para tetangga mengatakan bahwa mereka sering melihat Nham Hien menyelinap ke dalam rumah ketika Pak Long pergi bekerja.

Meski perasaan mereka sudah mendingin, keduanya tetap berstatus suami istri.

Pak Long menganggap ini sebagai perilaku tidak sopan dan menghina dari sang istri.

Pak Long pun memutuskan untuk memasang kamera pengintai di ruang tamu untuk "menangkap basah" keduanya.

Para tetangga mengatakan bahwa mereka sering melihat Nham Hien menyelinap ke dalam rumah ketika Pak Long pergi bekerja.

Meski perasaan mereka sudah mendingin, keduanya tetap berstatus suami istri.

Pak Long menganggap ini sebagai perilaku tidak sopan dan menghina dari sang istri.

Pak Long pun memutuskan untuk memasang kamera pengintai di ruang tamu untuk "menangkap basah" keduanya.

Namun adegan yang direkam terlalu mengejutkan.

Saat ia membuka kamera di tengah bekerja, Pak Long melihat istri dan kekasihnya bermesraan.

Mereka tampak berhubungan badan di ruang tamu, di siang hari bolong.

Karena terlalu marah, sepulang kerja, Tuan Long menelepon ayahnya dan meminta bantuan untuk "menangkap" istri dan kekasihnya.

Tuan Long mengatakan bahwa ia akan pergi bekerja, padahal ia bersembunyi bersama ayahnya di lemari di rumah menunggu selingkuhan sang istri, Nham Hien tiba.

Saat Nham Hien dan Truong Tu Tu hendak beraksi, mereka bergegas keluar dari lemari dan langsung menangkap mereka di tempat.

Melihat kekasih istrinya di depannya, Tuan Long sangat marah.

Ia berencana mengajukan gugatan cerai.

Namun, Pak Long berpikir jika ia harus bercerai seperti itu, itu akan terlalu mudah bagi istri dan kekasihnya, jadi ia kemudian meminta Nham Hien untuk mengganti kerugian mentalnya sejumlah 2 juta yuan (sekitar Rp 4,2 miliar)

Karena takut, Nham Hien setuju untuk memberikan kompensasi dengan menulis surat utang sebesar 1,88 juta yuan (sekitar Rp 4 miliar) dan jaminan senilai 100 ribu yuan (sekitar Rp 200 juta)

Melihat kekasih istrinya di depannya, Tuan Long sangat marah.

la berencana mengajukan gugatan cerai.

Namun, Pak Long berpikir jika ia harus bercerai seperti itu, itu akan terlalu mudah bagi istri dan kekasihnya, jadi ia kemudian meminta Nham Hien untuk mengganti kerugian mentalnya sejumlah 2 juta yuan (sekitar Rp 4,2 miliar)

Karena takut, Nham Hien setuju untuk memberikan kompensasi dengan menulis surat utang sebesar 1,88 juta yuan (sekitar Rp 4 miliar) dan jaminan senilai 100 ribu yuan (sekitar Rp 200 juta)

Namun, Pak Long kemudian menyadari bahwa aksinya mungkin melanggar hukum, jadi ia memilih untuk menyerah di tengah jalan.

Namun Nham Hien kemudian melapor ke polisi.

Polisi kemudian mengambil alih penyelidikan dan membawa Long dan ayah kandungnya ke kantor polisi.

Namun keduanya menyebut perbuatannya bukan merupakan tindak pidana melainkan hanya untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah.

Padahal, dari segi hukum di negeri ini, perilaku istri dan kekasihnya tidak melanggar hukum karena undang-undang tidak menganjurkan, namun juga tidak melarang.

Pak Long memang memergoki istrinya selingkuh tetapi tidak dapat menuntut kompensasi.

Pada saat yang sama, Pak Long dan ayahnya juga menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah dan menuntut kompensasi, yang dapat dianggap sebagai tindakan pemerasan.

Menurut peraturan, tindak pidana pemerasan adalah penggunaan ancaman dan pemaksaan secara tidak sah untuk merampas barang milik umum atau milik pribadi dengan tujuan untuk dikuasai secara tidak sah.

Karena jumlah uangnya mencapai 2 juta yuan, menurut hukum, Long bisa menghadapi hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

Namun, Tuan Long segera menyadari perilakunya dan tidak terus melakukannya, sehingga hal itu dimitigasi.


Sumber:Tribun