PASAR FINANSIAL

Bonus Emas Asian Games 2026 Rp3 Miliar Jadi Motivasi Atlet, PBSI Jateng Dorong Pembinaan Bulutangkis Sejak Dini

Semarang, idmpos.net - 

Bonus Rp 3 miliar bagi peraih medali emas Asian Games 2026 menjadi salah satu motivasi bagi atlet Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi di level internasional.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf, menilai penghargaan bernilai besar yang disiapkan pemerintah dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap bulutangkis.

Momentum tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya atlet-atlet muda potensial melalui pembinaan yang berkesinambungan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan bonus Rp 3 miliar bagi setiap atlet peraih medali emas Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Menurut Basri, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk meningkatkan kualitas latihan dan mengejar prestasi. Terlebih, bulutangkis juga membuka peluang bagi atlet untuk membangun masa depan melalui profesi olahraga.

“Kalau kita melihat, hadiah yang ditawarkan sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan zaman saya dulu. Sekarang hadiahnya bahkan sudah mencapai miliaran rupiah,” kata Basri saat ditemui di Semarang, Selasa (13/10/2026).

Ia berharap capaian atlet Indonesia di Asian Games dapat meningkatkan kembali perhatian masyarakat terhadap bulutangkis.

Menurutnya, prestasi di level internasional turut berdampak terhadap minat masyarakat dan perhatian media terhadap olahraga tersebut.

Seperti diketahui, salah satu atlet PB Djarum dan Jawa Tengah, Moh Zaki Ubaidillah turut serta dalam keberhasilan kontingen Indonesia meraih medali emas di nomor beregu putra Indonesia usai mencatatkan comeback dramatis melawan tim kuat China di partai final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Berlaga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9) lalu, skuad Merah Putih bangkit dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan gemilang 3-2.

Moh Zaki Ubaidillah yang merupakan tunggal putra muda Indonesia, keluar sebagai pahlawan penentu kemenangan. Pemain yang akrab disapa Ubed ini tampil di partai kelima dan sukses menumbangkan wakil China, Weng Hongyang, lewat kemenangan straight game dengan skor 23-21, 21-13.

Ditambahkan Basri, motivasi mengejar prestasi harus diimbangi dengan sistem pembinaan yang terarah sejak usia dini.

Potensi atlet tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi di level elite, tetapi perlu dikembangkan melalui tahapan pembinaan yang berkesinambungan.

Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan pentingnya penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis antarpelajar, seperti Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026 yang berlangsung di Polytron Stadium Undip, Semarang, pada 8-11 Oktober 2026.

Dalam kejuaraan beregu tersebut, SMA Theresiana 1 Semarang berhasil menjadi juara kategori SMA setelah mengalahkan Jakarta Intercultural School (JIS) dengan skor 2-1 pada partai final. Sementara itu, SMP Islam Al Azhar 14 Semarang meraih gelar juara kategori SMP seusai menundukkan SMP Muhammadiyah 01 Yogyakarta dengan skor 2-0.

Menurut Basri, kompetisi antarpelajar memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pembinaan bulutangkis.

Selama ini, pembinaan lebih banyak bertumpu pada klub, padahal jumlah sekolah yang tersebar di Jawa Tengah menyimpan potensi besar untuk melahirkan pemain berbakat.

“Selama ini, pembinaan bulutangkis lebih banyak dilakukan melalui klub. Padahal, kalau kita melihat jumlah sekolah di Jawa Tengah, ada puluhan ribu sekolah,” ujarnya.

Ia berharap sekolah-sekolah peserta kejuaraan dapat mengembangkan pembinaan secara mandiri, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pendampingan pelatih. 

Dengan begitu, siswa yang memiliki potensi dapat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sebelum melanjutkan pembinaan di klub.

Basri menjelaskan, kejuaraan pelajar juga menjadi sarana untuk mengukur hasil latihan sekaligus memantau perkembangan kemampuan atlet ketika bertanding. Dari kompetisi tersebut, pelatih dapat melihat aspek permainan yang perlu diperbaiki dan menilai kesiapan pemain untuk melangkah ke jenjang pembinaan berikutnya.

“Melalui ajang ini, para pelatih bisa melihat sejauh mana perkembangan kemampuan atlet ketika bertanding. Jadi, invitasi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menguji hasil latihan dan pembinaan yang selama ini mereka jalani,” katanya.

Menurutnya, prestasi di kejuaraan pelajar tidak seharusnya menjadi tujuan akhir. Gelar juara dapat menjadi pemacu untuk berkembang, sedangkan bagi pemain yang belum berhasil, kompetisi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan dan memperbaiki kekurangan.

Pesan tersebut juga disampaikan Basri kepada para peserta Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026. Ia meminta para juara tidak cepat berpuas diri, sementara atlet yang belum meraih gelar diharapkan tetap bersemangat menjalani latihan.

“Gelar dan prestasi ini hendaknya dijadikan sebagai titik awal untuk melenting lebih jauh. Bagi tim yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Masih banyak kesempatan di depan untuk membuktikan diri,” tegasnya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, memberikan apresiasi tinggi atas tensi kompetisi yang dinilai sangat kompetitif.

"Kompetisi ini sangat ramai dan ketat. Ke depan, kami akan mengundang SMA-SMA favorit dari provinsi lain, khususnya di Pulau Jawa. Evaluasi kami ke depan, agar suasana pertandingan makin riuh, perlu ada pengerahan suporter dari sekolah peserta," tutur Yoppy.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال