Berita24 - Portal Berita Profesional

Headline Utama

Trending

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Sumatra Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatra Barat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 November 2023

Pemilik Lahan Segel Dua Sekolah di Tanah Datar, Bupati : Setahu Saya Itu Termasuk Aset Pemerintah


Batu Sangkar,Pos62.Online-


Dua sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, disegel oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Dua sekolah tersebut yakni SMPN 2 Batusangkar dan SDN 20 yang disegel sejak Senin (6/11/2023) lalu.

Berdasarkan keterangan Purnama, pria yang mengaku sebagai pemilik lahan, mengatakan tanahnya itu selama ini statusnya dipinjamkan.

Padahal, sekolah tersebut telah didirikan sejak 1951.

Ia pun mengaku hingga tahun 2022 lalu, masih tak mempermasalahkan lahannya dipinjamkan.

Namun, permasalahan muncul saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar beberapa waktu lalu justru memproses penerbitan sertifikat atas lahan yang diakui Purnama sebagai miliknya.

"Sekolah ini didirikan tahun 1951, ada alas hak kami tahun 1953, sekolah ini dipinjamkan untuk pendidikan anak-anak di Tanah Datar."

"Sebetulnya sampai 2022 kami tak mempermasalahkan, tapi kami mendapati berkas bahwa Pemkab Tanah Datar berusaha mensertifikatkan lahan kami."

Atas permasalahan ini, Purnama mengaku telah mengirim surat kepada Pemkab Tanah Datar pada awal November 2023, untuk meminta klarifikasi terkait sertifikat tanah tersebut.

Namun, dikatakan Purnama, bupati justru tak menunjukan itikad baiknya.

Terkait kasus tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, meminta pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan agar bisa menunjukkan bukti kepemilikannya.

Sebab, Eka Putra mengatakan sekolah tersebut sudah ada sejak ia menjadi bupati.

Menurutnya, lahan tersebut adalah aset daerah yang diserahterimakan oleh bupati sebelumnya.

"Jadi nanti saya cek dulu sejauh mana, setahu saya itu termasuk aset pemerintah."

"Jadi saya serah terima dengan bupati sebelumnya itu adalah aset pemerintah kabupaten Tanah Datar," kata Eka Putra di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa.

Jika lahan tersebut terbukti milik perseorangan, ia tentu akan menyerahkannya.

"Kalau memang iya, buktikan, kalau memang iya milik mereka ada sertifikatnya, nggak mungkin kami tahan, tentu kami serahkan."

"Ini dari bupati-bupati sebelumnya ini, sudah lama ini," tambah Eka.

Akibat penyegelan tersebut, SMPN 2 Batusangkar menerapkan belajar secara online atau daring terhadap siswanya pasca gedung sekolah disegel.

Proses pembelajaran pun berpindah ke gedung perpustakaan.

Namun, pada Selasa,siswa nekat datang ke sekolah.

Upaya siswa yang nekat masuk ke sekolah itu dihalangi oleh pihak penggugat hingga terjadi bentrok.

Akibat bentrokan tersebut, sebanyak empat siswa mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Sekolah SMPN 2 Batusangkar, Defison, mengatakan beberapa siswa tersebut mengalami sesak napas, luka gores, hingga trauma.

Ada yang sesak napas, ada yang trauma, ada yang (mengalami luka) gores. Tapi, sepertinya hari ini sudah pulang semua,"

Meski begitu ia belum dapat memastikan apakah empat siswa tersebut mengalami tindak kekerasan atau tidak.

Untuk itu, kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau tindak kekerasan atau tidaknya belum bisa dipastikan, saat ini masih di selidiki."

"Kalau pernyataan dari kita mungkin karena dorong-dorongan," jelasnya.


Sumber:Tribun

Senin, 30 Oktober 2023

Pengantin Baru yang Menikah Pada 22 Juni 2023 dan Dikabarkan Menghilang di Kabupaten Solok Sumatera Barat








Jakarta,Pos62.Online


Cerita hilangnya pengantin baru kembali terjadi. Kali ini di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Riska Gusri Ananda (16), pengantin baru tersebut menghilang dan tak kembali setelah pamit ke keluarga akan berbelanja ke pasar.

Menghilangnya Riska membuat Adi Satri (29), sang suami, kebingungan mencari.

Riska pamit pergi ke pasar pada keluarganya pada Minggu (22/10/2023) dan kemudian menghilang sampai sekarang

Riska dan Adi Satri merupakan pasangan pengantin beda usia 13 tahun. Adi Satri menikahi Riska Gusri Ananda pada 22 Juni 2023.

Pernikahan mereka berlangsung meriah dan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut.

Akad nikah pasangan ini berlangsung pada 22 Juni 2023 dilanjutkan pesta dan resepsi pernikahan dua hari di rumah keluarga Riska dan keluarga Adi Satri.

Adi Satri seperti dikutip Tribun Padang menuturkan selama empat bulan menjalani pernikahan mereka tinggal di rumah keluarga Riska.

Adi sehari-harinya bekerja sebagai petani di Jorong Air Rarak Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok.

Selama pernikahan pengantin baru ini tidak ada masalah dan tidak pernah cekcok sama sekali. Karenanya, Adi jadi bingung ketika tiba-tiba Riska mendadak hilang.

"Nggak ada masalah, baik dengan mertua, dengan istri. Gak ada cekcok, gak ada kecurigaan. Saat pamit pergi ke pasar juga seperti biasa," ujar Adi, Jumat (27/10/2023).

Adi menambahkan pernikahannya dengan Riska Gusri Ananda juga sah secara hukum dan agama, meski mereka beda usia 13 tahun.

Sesuai aturan apabila perempuan berumur 16 tahun menikah, maka dilakukan melalui dispensasi perkawinan di Pengadilan Agama.

Postingan Akun Medsos Hilang

Sejak Riska Gusri Ananda hilang pada Minggu (22/10/2023), postingan akun media sosial istrinya juga hilang.

Menurutnya, sang istri sering memposting foto-foto maupun video di media sosial Instagram, Facebook maupun TikTok.

Namun usai Riska Gusri Ananda hilang, semua foto dan video di akun medsosnya tidak tampak lagi, seperti dihapus.

Adi Satri baru menyadari hal tersebut pada Senin (23/10/202), sehari setelah sang istri menghilang.

"Sadar saat melapor ke Polsek, polisi nanya ada foto yang lebih bagus, mungkin di IG. Saat dilihat semua postingan dihapus," ujar Adi Satri.

Adi sang suami menyebut jika mantan kekasih Riska mengaku tak terlibat atas hilangnya sang pengantin baru.

Hal tersebut terungkap usai Adi Satrimenghubungi teman-teman dan mantan pacar Riska Gusri Ananda.

Menurut Adi, tidak ada yang tahu keberadaan dari Riska yang menghilang tanpa jejak.

"Pada Senin (23/11/2023), melapor ke polsek Danau Kembar. Sampai kini belum ada informasi," kata Adi Satri.

Hingga kini, Adi Satri bersama keluarga sang istri masih mencari keberadaan Riska Gusri Ananda.

Bahkan Adi Sarti bersama keluarga istri juga sudah mencari di objek-objek wisata.

Serta ikut mencari ke Puskesmas terdekat, namun hasilnya juga nihil.

"Kata orang Puskesmas tidak ada pasien yang bernama itu," ujarnya. Namun hingga kini tak ada petunjuk apapun soal keberadaan Riska.

Riska diketahui hanya sempat berpamitan pergi belanja ke Simpang Tanjung Nan Ampek, Solok, Minggu (22/10/2023) pukul 08.30 WIB.

Namun hingga pukul 10.30 WIB, sang istri tidak ada kabar. Saat Adi menghubungi, nomor sang istri tidak aktif.

Ia pun menyusul ke pasar namun tak menemukan sang istri. Adi malah hanya mendapati motor yang digunakan sang istri tertinggal di pasar.

"Jam 12 dicari ke pasar, takutnya ada apa-apa gitu. Cuman saat di pasar, motornya terparkir di parkiran pasar," ujar Adi Satri saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat (27/10/2023).

Menurut Adi Satri, Riska merupakan sosok istri yang dekat dengan suaminya.

Bahkan menurut Adi, selama menikah, Riska selalu bersikap manis dan tengah mesra mesranya menjalani rumah tangga.

"Iya, kami baru menikah 22 Juni lalu. Kami tinggal bersama di rumah orangtua Riska," kata Adi.

"Tidak ada masalah. Kami baik-baik saja. Saya berharap Riska segera kembali," kata Adi.


Sumber:Tribunnews